Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Welcome Back


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Hari yang dinantikan oleh Alif dan Chayra telah tiba. Mereka terbang ke Indonesia seusai menunaikan ibadah sholat subuh.


Setelah selama kurang lebih 19 jam berada di angkasa, kini mereka sampai di tanah air. Tanah tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan, Indonesia. Lebih tepatnya di Yogyakarta, kota yang mendapat julukan sebagai kota pelajar dan kota gudeg.


Pesawat yang mereka tumpangi mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta atau terkenal dengan sebutan Bandara YIA. Bandara tersebut terletak di Kulon Progo atau Jogja bagian barat.


Chayra setengah berlari ke arah papa dan mamanya. Ia terlihat sudah tidak sabar untuk melepas rindu yang telah membelenggu.


"Sayang, awas!" Alif bergegas merengkuh tubuh Chayra yang hampir saja tersungkur karena menginjak tali sepatunya sendiri.


"Sayang, jalannya pelan-pelan! Jangan lari! Ingat, di dalam rahimmu ada calon bayi kita!" Alif berucap lembut. Ditatapnya lekat sepasang mutiara hazel milik Chayra dengan tatapan yang menyiratkan kecemasan.


"Maaf!" lirihnya sembari menunduk. Chayra teramat menyesal karena telah ceroboh. Jika tangan Alif tidak segera merengkuhnya, dia akan jatuh tersungkur dan mungkin bisa berakibat fatal pada janin yang tengah dikandungnya.


Alif mengulas senyum dan mengusap lembut pipi kekasih halalnya itu. "Lain kali, lebih berhati-hati ya calon Bunda!"


Hati Chayra menghangat dikala Alif menyebutnya calon bunda.


Perlahan, Chayra menengadahkan kepala lalu menatap wajah rupawan Alif. Ia mengira, suaminya itu akan marah karena kecerobohannya.


Namun ternyata tidak. Alif sama sekali tidak marah. Manik mata pria yang telah bertahta di dalam hatinya itu ... tetap terlihat seperti biasa 'teduh'.


"Chayra, Alif, kenapa kalian malah berdiri di sini? Kami sudah menunggu sampai lumutan," celetuk Keanu yang sukses mengalihkan atensi Alif dan Chayra.


Seketika, Alif dan Chayra merotasikan kepala ke arah sumber suara. Keduanya tersenyum nyengir lantas menyapa Keanu dan Raina yang kini berdiri di samping mereka.


"Pa, Ma --" Chayra menghambur ke pelukan kedua orang tuanya, menumpahkan segenap kerinduan.


"Sayang, kami sangat merindukanmu," bisik Raina dan Keanu sembari membalas pelukan putri mereka.


"Chayra juga rindu, Pa, Ma. Teramat sangat rindu --"

__ADS_1


Puas menumpahkan kerinduan dengan saling berpeluk, ketiganya perlahan melerai pelukan.


"Pa, Ma --" pita suara Alif tercekat karena rasa haru yang menyumbat tenggorokan.


"Lif --" Keanu merengkuh tubuh Alif dan memeluk menantunya itu. Alif pun membalasnya.


"Trimakasih sudah menjaga Chayra," ucapnya kemudian.


"Iya, Pa. Sudah kewajiban saya sebagai seorang suami untuk menjaga Chayra-putri Papa dan Mama." Alif membalas ucapan Keanu diikuti senyuman yang terlukis di wajahnya.


Kedua pria berbeda generasi itu lantas melerai pelukan. Kemudian, dengan takzim--Alif mencium punggung tangan Raina-mama mertuanya.


"Yang kangen-kangenan dilanjut di rumah, yuk! Kasihan opa, oma, dan Bhisma jika terlalu lama menunggu."


"Iya Ma --" Alif, Keanu, dan Chayra menyahut ucapan Raina dengan kompak.


Raina menggamit lengan Chayra, lantas berjalan mengikuti ayunan tungkai kedua pria yang berjalan di depan mereka.


....


Sesekali mereka tergelak saat Chayra bercerita tentang Rafa dan Zidan. Dua pria yang jarang bisa akur ketika bersama. "Mereka seperti Tom and Jerry. Selalu ribut dan tidak pernah ada yang mau mengalah --" ujar Chayra--terkikik geli.


"Wah ... pasti seru ya kalau mereka ada di sini," sahut Raina.


"Iya, Ma."


"Mereka mengingatkan mama pada kedua buah hati mama yang sangat comel, kamu dan Bhisma. Kalian berdua sama seperti Zidan dan Rafa. Gemar berperang mulut kala bersama." Raina mengembangkan senyum dan mengusap jilbab putrinya dengan sayang.


Tanpa terasa, mobil yang dikendarai oleh Keanu telah sampai di halaman rumah yang berbentuk joglo. Rumah tersebut dibeli oleh Keanu setahun yang lalu sebagai hadiah ulang tahun untuk istri tercintanya, Raina.


Keanu keluar dari dalam mobil kemudian membukakan pintu untuk Raina. Begitu juga dengan Alif. Pria bermata teduh itu keluar dari dalam mobil kemudian membuka pintu untuk Chayra, sang bidadari hati.


Netra Alif dan Chayra seketika berbinar seiring senyum yang terlukis indah di wajah kala indra penglihatan mereka menangkap pemandangan yang sangat mengharukan.


Abimana dan Bhisma memegang spanduk yang bertuliskan:

__ADS_1


WELCOME BACK Alif & Chayra


Sementara Kirana berjalan menghampiri sepasang Adam dan Hawa itu dengan membawa bucket bunga mawar merah berbentuk love.


"Selamat datang kesayangan oma dan bunda," ucapnya sambil merentangkan tangan.


"Oma --"


"Bunda --"


Alif dan Chayra merengkuh tubuh Kirana lantas memeluk wanita yang berusia lebih dari setengah abad itu.


"Alif, Chayra. Dua kesayangan --" lirihnya sembari membalas pelukan cucu dan putra angkatnya.


Rasa haru bercampur bahagia memenuhi relung rasa dan mendorong titik-titik air menetes dari kedua sudut netra mereka.


"Chayra --" Terdengar suara seorang wanita yang sangat familiar. Sehingga Chayra melerai pelukan.


"Kamu --"


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf Kakak-kakak ter love, UP nya segini dulu ya. Insya Allah jika nanti ada waktu senggang, author lanjut lagi 😉🙏


Oya, kunjungi dan dukung juga karya author bersama sahabat-sahabat author yang tergabung dalam Grub Cerita Tanpa Kata.


Kami berlima, author Ayuwidia, Penulis Jelata (Dylan), Najwa Aini, Nofi Kahza, dan Ria Diana, tengah merilis karya kolaborasi Chat Story yang berjudul Penulis & Idola.


Insya Allah, karya yang baru kami rilis tersebut dapat menghibur dan membuat Kakak-kakak ter love tertawa.



Mohon maaf apabila ada salah kata dan bertebaran typo 😉🙏🙏

__ADS_1


Trimakasih dan banyak cinta 😘😘😘


__ADS_2