
Happy reading 😘😘😘
Disaat Alif dan Zidan tengah berbicara empat mata di ruang perawatan, Chayra dan Elmira duduk bersebelahan di bangku taman. Untuk beberapa saat, keduanya terlihat saling membisu. Sebelum akhirnya, Elmira membuka suara.
"Ra, aku meminta maaf atas segala ucapanku yang sangat kasar. Aku juga meminta maaf, karena terlalu egois sehingga menginginkan Alif seutuhnya dan mengharapkan kamu pergi dari hidup kami. Tapi sekarang aku sadar, cinta Alif hanya untuk kamu dan tidak bisa terbagi. Oleh karena itu, aku mengikhlaskan Alif untukmu. Dan aku akan membuka lembaran baru bersama Zidan. Aku berharap, kamu dan Alif senantiasa dinaungi oleh kebahagiaan. Begitu juga dengan kami. Aku, Zidan, dan Dzikra."
Chayra meraih tangan Elmira untuk dibawanya ke dalam genggaman. Lalu ditatapnya raut wajah Elmira yang nampak sendu dengan netra berkaca-kaca.
"Mbak, justru aku-lah yang seharusnya meminta maaf. Karena tidak semestinya--aku berada di antara kalian. Seandainya aku tau mas Alif sudah memiliki seorang istri, pasti aku tidak akan bersedia menikah dengannya. Sebelum kami menikah, aku selalu menganggap mas Alif sebagai abang sekaligus sahabat. Tidak pernah terbesit di dalam pikiranku untuk jatuh cinta apalagi menjadi istri mas Alif. Namun Allah berkehendak lain. Dia menyatukan kami dengan cara-Nya dan menumbuhkan benih-benih cinta di dalam hatiku --"
Elmira mengulas senyum dan mengusap lembut pipi Chayra. "Aku memaafkanmu. Namun dengan syarat. Berjanjilah kepadaku ... jangan pernah meninggalkan Alif dan tetaplah berada di sisinya meski kelak ujian kembali menyapa cinta kalian! Bahagiakan Alif karena dia sosok lelaki yang teramat baik --"
"Mbak El --" Chayra memeluk Elmira dan Elmira pun membalasnya. Keduanya berusaha menahan titik-titik air yang hampir tertumpah karena rasa yang berkecamuk di dalam dada.
"Seandainya Mbak Elmira tidak ingin bercerai dari mas Alif, aku ikhlas berbagi denganmu Mbak --"
__ADS_1
"Tidak Ra. Jangan berkata seperti itu! Aku sudah memantapkan hati untuk bercerai dari Alif dan memilih membuka lembaran baru bersama Zidan."
Chayra sedikit merenggang pelukan dan kembali menatap wajah Elmira. "Mbak Elmira sudah yakin?"
"Tentu saja, Ra. Aku sudah sangat yakin. Tidak ada setitik pun keraguan di dalam hatiku. Sudah tiba saatnya, aku berterima kasih kepada Alif atas segala pengorbanan dan kebaikan yang dia berikan selama ini kepada kami dengan cara membebaskannya. Dia berhak bahagia tanpa terbebani dengan janji yang terlanjur diucapkannya demi menyelamatkan nyawaku. Dia pantas mendapatkan hadiah atas segala kebaikannya. Dan hadiah itu adalah kamu, Ra. Wanita yang sangat dicintai oleh Alif dan selalu disebutnya dalam setiap untaian doa," tutur Elmira disertai seutas senyum tulus.
"Mbak, bolehkah ... aku meminta sesuatu?" Chayra melisankan tanya tanpa mengalihkan tatapan.
"Tentu saja boleh, Ra. Namun jika aku mampu."
"Jika boleh meminta, jadikan aku sebagai adikmu, Mbak!" pinta Chayra dengan kesungguhan hati.
Chayra menggeleng pelan dan berucap, "aku tidak akan malu mempunyai kakak perempuan seperti kamu, Mbak."
"Itu karena kamu belum mengetahui masa laluku. Sekarang, dengarkan baik-baik Ra! Aku akan bercerita tentang masa laluku yang teramat kelam --"
Chayra mengangguk patuh dan mulai mendengarkan kisah masa lalu Elmira.
__ADS_1
"Nah, bagaimana Ra? Aku sangat tidak pantas menjadi kakak perempuanmu 'kan?" tanya yang terlisan setelah Elmira selesai bercerita tentang kisah masa lalunya.
"Justru aku salut padamu, Mbak. Kamu seorang wanita yang tegar dan kuat menghadapi ujian berat. Aku kira, ujian yang menimpaku sudah terlalu berat. Namun ternyata, ujianmu lebih berat berkali-kali lipat. Mulai saat ini, aku menganggapmu sebagai kakak-ku dan anggaplah aku sebagai adikmu, Mbak."
"Baiklah, Chayra. Mulai saat ini, kita bersaudara. Kamu adalah adikku. Satu-satunya adik perempuan yang aku miliki di dunia ini --" Suara Elmira tercekat. Ia merasa terharu karena baru kali ini, ada seseorang yang memintanya untuk menjadi saudara. Dan dia ... istri kedua Alif. Malaikat penolong yang masih menjadi raja di hatinya.
"Elmira --" Terdengar suara bariton yang memanggil nama Elmira, mengalihkan atensi keduanya.
Netra Elmira membola diikuti tubuhnya yang gemetar hebat kala indra penglihatannya menangkap objek yang sangat familiar.
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 😊🙏
Alhamdulillah, tanpa terasa kita telah sampai di penghujung Ramadhan. Dengan segenap ketulusan hati, author menghaturkan permohonan maaf atas segala salah serta khilaf.
__ADS_1
Maaf adalah pengakuan atas kesalahan dan memaafkan adalah penghargaan atas pengakuan kesalahan.
Taqabballahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amal ibadah kita selama di bulan Ramadhan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Mohon maaf lahir batin. 😊🙏🙏