Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Ngidam


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Masa lalu mengajarkan arti untuk memahami, mengikhlaskan, dan melaju menuju masa depan. Itulah yang terbesit dalam pikiran Sarah saat ini.


Dia berusaha memahami serta mengikhlaskan segala apa yang pernah terjadi di masa lalu, bukan malah memupuk rasa benci dan dendam. Baginya, masa lalu adalah proses untuk merangkai kisah terindah di masa depan.


Puas melepas kerinduan dengan memeluk erat tubuh kedua orang tua angkatnya, Sarah kembali membawa mereka membaur bersama Adnan, Ameer, dan Nafira.


Acara pun kembali dilanjutkan dengan penentuan hari dan tanggal pernikahan. Kedua keluarga sepakat melangsungkan pernikahan Zidan dan Nayla ... dua minggu lagi.


Kita tinggalkan mereka yang tengah disibukkan dengan persiapan pernikahan Zidan--Nayla dan kembali pada pasangan 'ALCHA' Alif dan Chayra.


Keluarga besar Alcha teramat bahagia dan bersyukur saat mengetahui kehamilan Chayra.


Mereka pun mengadakan tasyakuran dengan mengundang seluruh keluarga, tetangga, sahabat, dan anak-anak yatim sebagai wujud rasa syukur kepada Illahi.


Acara tasyakuran dimulai dengan pembacaan kalam cinta yang dilantunkan oleh Bhisma.


Suara Bhisma yang teramat merdu mampu menggetarkan hati semua orang yang mendengarnya.


Seusai pembacaan kalam cinta, MC mempersilahkan Alif untuk memberi sambutan.


Semua hadirin ... tak terkecuali Chayra, tidak bisa menahan air embun yang menetes dari telaga bening saat mendengar untaian kata demi kata yang terlisan dari bibir Alif.


Alif berulang kali melafazkan hamdalah dan menceritakan kisah perjalanan hidupnya hingga dia bisa merengkuh cinta Chayra. Sosok Hawa yang merupakan cinta pertama dan terakhir baginya.


Alif juga mengakui bahwa dirinya seorang pendosa dan seorang hamba yang masih harus memperbaiki diri.


"Teruntuk istriku, Ayunda Chayra Putri ... terima kasih atas balasan cintamu. Terima kasih karena mau bertahan dan berada di sisiku. Terima kasih atas semua yang telah kamu beri, sehingga aku merasa menjadi pria yang paling beruntung di dunia ini --" Alif menjeda sejenak ucapannya dan melempar senyum khas yang teramat menawan ke arah Chayra.


"Chayra, tidak semua orang terlahir sempurna, begitupula diriku. Dan kehadiranmu, mampu menyempurnakan hidupku," ucapnya kemudian dan disambut tepuk tangan oleh semua hadirin.


Chayra tak mampu menahan haru. Ia pun beranjak dari posisi duduk lantas membawa langkahnya ke atas panggung.


"Mas Alif, aku mencintaimu --"

__ADS_1


"Aku lebih mencintaimu, Chayra."


Kedua insan itupun saling berpeluk erat, menumpahkan segenap rasa cinta.


Usai melerai pelukan, Alif memandu Chayra untuk berjalan menuruni panggung lalu mereka duduk di tempat semula.


Acara kembali dilanjutkan dengan tausiyah yang dibawakan oleh ustadz Fadhil.


Selama tiga puluh menit, ustadz Fadhil menyampaikan tausiyah. Lantas acara pun kembali dilanjutkan dengan makan bersama dan pemberian bingkisan beserta sejumlah uang kepada anak-anak yatim.


Keluarga besar Alcha berencana kembali mengadakan tasyakuran setelah kandungan Chayra menginjak usia empat bulan.


Sebab pada usia empat bulan itu, Allah mengutus malaikatnya untuk meniupkan ruh.


Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya setiap orang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari (berupa sper--ma), kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu empat puluh hari pula, kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu empat puluh hari juga. Kemudian diutuslah seorang malaikat meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat hal; rejekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia menjadi orang yang celaka atau bahagia.”


Tasyakuran 4 bulanan bukanlah suatu acara yang diwajibkan, tetapi diperbolehkan secara hukum Islam.


Kenapa diperbolehkan?


Sebab, tasyakuran 4 bulanan biasanya diselenggarakan penuh dengan kebaikan. Mulai dari melantukan ayat-ayat suci Alquran, memperbanyak sholawat, dan shodaqoh.


Malam kian larut. Namun netra Chayra masih enggan terpejam. Ia merasa sangat lapar dan ingin memakan onde-onde serta getuk lindri. Sehingga, ia pun terpaksa membangunkan Alif yang tengah terbuai di alam mimpi.


"Mas Alif, Mas --" Chayra menoel pipi Alif dan menjapit hidung mancung suaminya itu.


Chayra nampak sebal karena Alif tidak juga membuka netra meski berkali-kali dibangunkan.


"Mas Alif, bangun Mas!" Chayra mengguncang-guncang tubuh Alif hingga tanpa sengaja, tubuh suaminya itu terjatuh ke lantai.


"Arghhhh --" Alif merintih dan mengusap dahinya yang berciu-man dengan lantai.


"Maaf, Mas. Kamu nggak pa-pa 'kan?" Chayra beranjak dari ranjang lantas membantu suaminya bangkit.


"Mas, maafin aku ya! Habisnya, kamu sulit dibangunin --"sesalnya disertai raut wajah yang menyiratkan cemas.


Alif mengulas senyum dan mengusap pipi Chayra. "Iya Yang. Nggak pa-pa. Mas Alif yang seharusnya minta maaf. Karena capek, mas Alif jadi pules banget tidurnya."

__ADS_1


"Hmmm, aku maafin Mas. Tapi --"


"Tapi apa, Yang?"


"Tapi, belikan aku onde-onde dan getuk lindri ya! Aku laper Mas --" ujarnya sambil mengelus perut yang masih rata.


Alif mengerutkan dahi hingga kedua pangkal alisnya saling bertaut. Kentara sekali ia tengah berpikir.


"Mas --"


"Eh, iya Yang. Mau cari di mana onde onde sama getuk lindrinya?"


"Bukan nyari, Mas. Tapi beli. Kalau nyari nggak ada yang buang." Bibir Chayra mencebik diikuti kedua bola matanya yang berputar malas.


Alif tersenyum nyengir dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Semenjak Chayra hamil, Alif harus super sabar menghadapi istri tercintanya yang labil.


"Iya, Yang. Mas Alif ralat. Di mana belinya?"


"Kog kamu malah bertanya sih, Mas. Aku juga nggak tahu belinya di mana --" Lagi-lagi bibir Chayra mencebik.


"Yasudah, Sayang di rumah ya! Mas Alif ... belikan sekarang makanan yang Sayang inginkan." Alif menarik kedua sudut bibir dan mengecup lembut kening Chayra.


"Mas --" Chayra menahan lengan Alif saat suaminya itu beranjak dari ranjang.


"Apalagi Sayang?"


"Aku mau, diameter onde-ondenya 3 cm, tidak kurang dan tidak lebih. Taburan wijennya 99 biji. Dan ... getuk lindrinya yang berwarna obar abir. Parutan kelapanya diganti dengan parutan keju. Udah, itu aja Mas --"


GUBRAK


Alif seketika memijit pelipisnya yang terasa cenat cenut ketika mendengar permintaan Chayra yang ngadi ngadi ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf, UP nya segini dulu ya Kakak-kakak ter love. Semoga masih berkenan meramaikan lapak Alif dan Chayra (ALCHA) hingga end.

__ADS_1


Mohon maaf bila ada salah kata dan bertebaran typo. Trimakasih dan banyak cinta. 😘😘😘


__ADS_2