Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Luka


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


"Awas Bie --" Chayra berteriak dan menarik tubuh Alif untuk menghindari sebatang kayu yang telah berubah menjadi arang--jatuh tepat ke arah mereka. Namun sayang, keduanya terlambat.


Alif memekik karena punggungnya tertimpa arang. Sensasi rasa panas bercampur perih membuat Alif mengerang kesakitan.


"Bie, astaghfirullah ... bagaimana ini?" Chayra panik. Ia tidak tau harus berbuat apa untuk menyelamatkan dirinya dan sang suami dari kobaran api yang mengelilingi mereka. Beruntung, salah seorang petugas pemadam kebakaran datang menghampiri dan menyelamatkan keduanya.


Chayra terisak saat melihat luka di punggung Alif. Bekas cakaran ditambah luka bakar akibat tertimpa arang, sungguh membuatnya sangat cemas.


"Bie, kita ke rumah sakit ya!" ajaknya dengan raut wajah yang menunjukkan kecemasan.


"Nggak usah Yang. Kita langsung pulang saja ya!"


"Tapi, Bie. Bagaimana dengan lukamu?"


"Luka ini hanya luka ringan, Yang. Kamu pasti bisa mengobatinya --" ucapnya menenangkan disertai seutas senyum dan uluran jemari tangan mengusap lembut wajah Chayra seraya menyeka jejak air mata.

__ADS_1


Ditatapnya wajah istri tercinta dengan tatapan sendu seiring suara kalbu nan pilu.


Luka mas Alif tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan lukamu Ra. Meski tak kasat mata, tapi pasti teramat sakit. Dan aku ... malah akan menaburnya dengan garam. Sebagai seorang imam, seharusnya mas Alif bisa membalut luka dan meringankan bebanmu. Namun kenyataannya, kehadiran mas Alif malah semakin menorehkan luka dan menambah beban hidupmu.


"Bie, malam ini kita menginap di hotel. Aku obati dulu lukamu dan besok pagi kita pulang ke rumah."


"Iya Yang. Kebetulan tidak jauh dari tempat ini ada hotel. Kalau tidak salah, nama hotel itu Renjana --"


"Syukur Alhamdulillah. Kita ke hotel Renjana sekarang, Bie. Takutnya, lukamu malah akan menjadi parah jika tidak segera diobati."


Alif membalas ucapan Chayra dengan anggukan diiringi seutas senyum manis. Keduanya melakukan perjalanan menuju hotel Renjana dengan menggunakan jasa taxi online.


Sesampainya di hotel tersebut, Alif dan Chayra disambut ramah oleh resepsionis. Setelah melakukan check in, pegawai hotel yang bekerja sebagai porter (pengangkut barang) membantu mengangkut tas mereka sampai ke kamar.


"Bie, buka kausmu!" titahnya setelah menutup pintu kamar.


"Ehem, Sayang sudah nggak sabar ya?" ujarnya menggoda sambil menaik turunkan alis.


"Iya, aku sudah nggak sabar ingin mengobati lukamu Bie." Chayra mendaratkan bobot tubuhnya di bibir ranjang dan diikuti oleh Alif.

__ADS_1


Dengan sangat hati-hati, Chayra mengobati punggung Alif yang terluka dengan menggunakan salep. Sesekali ia meniup-niup luka itu untuk mengurangi sensasi rasa perih.


"Bie, sudah selesai. Sekarang, beristirahatlah! Kamu belum tidur lho dari tadi." Chayra melisankan titah dan menaruh salep di atas nakas.


"Sayang, mas Alif ingin berbincang sebentar tentang --"


"Sssttt, buruan istirahat!" Chayra memangkas ucapan Alif dan memandu suaminya itu untuk berbaring di atas ranjang.


"Ngobrolnya besok lagi, Bie. Aku sudah sangat mengantuk. Dua jam lagi subuh lho. Setidaknya, kita bisa memejamkan mata selama dua jam," sambungnya sembari mengatupkan mata dan memeluk tubuh Alif.


Alif mengulas senyum. Ia kecup pucuk kepala Chayra dan membalas pelukan istrinya itu sebelum ikut memejamkan mata ....


Keduanya mulai berlayar ke pulau mimpi dengan saling merapatkan tubuh dan berpeluk diiringi orkestra alam yang menyenandungkan lagu cinta pada Sang Maha Cinta ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf pendek dulu ya Kakak-kakak β˜ΊπŸ™

__ADS_1


Selamat berbuka puasa, jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan πŸ˜‰


Trimakasih dan love love sekebon πŸ’ž


__ADS_2