
Happy reading 😘😘😘
Elmira menghapus jejak air mata di wajah cantiknya dengan sapu tangan yang diberikan oleh Zidan sebelum mereka masuk ke dalam ruangan tempat Dzikra dirawat inap.
Bibir Elmira melengkung saat menyaksikan keceriaan putrinya. Nampak Chayra tengah mengajarkan lagu beserta gerakan tepuk wudhu.
Dengan lincah, Dzikra meniru gerakan yang diajarkan oleh Chayra.
Sesekali keduanya tertawa dan ber tos ria. Lalu kembali bernyanyi disertai gerakan.
"Baca bismillah sambil cuci tangan. Kumur-kumur, basuh hidung, basuh muka. Tangan sampai ke siku. Kepala dan telinga. Terakhir basuh kaki lalu doa. Tertib!!!!!"
"Wahhhh, senengnya putri mama. Tante Chayra ternyara seru ya." Elmira membawa tubuhnya mendekat ke arah Dzikra lalu merengkuh tubuh mungil putrinya yang masih berusia satu tahun itu.
Meski baru berusia satu tahun, Dzikra sudah bisa berjalan dan sangat aktif.
"Makasih ya Ra. Kamu sudah berkenan menjaga putriku dan menemaninya bermain." Elmira mendaratkan bobot tubuhnya di samping Chayra dan memangku Dzikra.
"Sama-sama Mbak El. Aku juga seneng. Kalau Dzikra sudah sembuh, boleh nggak--aku dan mas Alif mengajak putri Mbak Elmira yang cantik ini jalan-jalan?" Chayra melisankan tanya dan menoel pipi gembul Dzikra.
"Tentu saja boleh, Ra. Pasti Dzikra seneng banget diajak jalan-jalan sama tante dan om-nya."
"Om --?" Chayra mengerutkan dahi. Ia merasa heran, kenapa Elmira menyebut Alif 'om' bukan 'papa'.
"Om Alif, Ra. Alhamdulillah, Alif sudah mentalak-ku. Kami sudah bercerai. Jadi mulai saat ini, aku harus membiasakan Dzikra--memanggil Alif dengan sebutan 'om' bukan 'papa'," jawabnya seraya memberi penjelasan.
Elmira menghiasi wajahnya dengan senyuman meski hatinya masih dinaungi mendung. Ia tidak ingin, terlihat menyedihkan di hadapan Chayra. Bisa dipastikan, Chayra akan merasa bersalah dan tidak tega.
"Elmira benar, Ra. Karena sebentar lagi, Dzikra akan mempunyai papa yang lebih tampan dari Alif. Dokter Zidan Afrizal." Dengan bangga Zidan menimpali ucapan Elmira.
Kata-kata yang diucapkan oleh Zidan dan Elmira sukses membuat Chayra speechless. Ia bergeming dan berusaha menelaah ucapan keduanya.
"Ra, kamu nggak kesambet arwah penasaran 'kan? Kog malah bengong."
__ADS_1
"Aku speechless, Mas. Kenapa, mas Alif secepat ini menjatuhkan talak? Lalu, bagaimana perasaan Mbak Elmira?"
Elmira kembali menghiasi wajahnya dengan senyum lantas menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Chayra. "Ra, perasaanku baik-baik saja. Aku malah merasa lega. Aku ingin melihat kalian bahagia. Selain itu, aku juga ingin menjemput kebahagiaanku --"
"Doakan kami ya Ra. Semoga kami mendapat restu dari ayah dan bundanya Zidan, sehingga kami bisa segera menikah," sambungnya sambil melirik Zidan dengan ekor matanya.
"Iya Mbak El. Adikmu ini akan selalu berdoa untuk kalian berdua. Aku yakin kedua orang tua Mas Zidan, pasti memberi restu. Mbak Elmira sosok calon menantu idaman. Cantik, cerdas, dan tegar. Semoga Allah memberikan ridho-Nya dan segera menyatukan kalian dalam ikatan yang halal," doa tulus Chayra lantas di-aamiini oleh Elmira dan Zidan.
"Ra, lebih baik ... kamu temani Alif! Kasihan dia kesepian," titah Elmira dengan nada suaranya yang terdengar lembut.
"Iya Mbak." Chayra mengangguk lalu membawa tubuhnya beranjak dari posisi duduk.
"Kali ini Elmira salah. Alif nggak kesepian, Ra. Baru saja ada dua suster berwajah cantik yang masuk ke dalam ruangannya. Mereka terlihat akrab berbincang --" Zidan sengaja melontarkan candaan agar Chayra terbakar api cemburu.
Namun ternyata, Chayra bersikap biasa saja dan raut wajahnya sama sekali tidak menyiratkan cemburu.
"Mas Zidan bagaimana sih? Mas Alif 'kan sakit dan belum pulih. Kondisi kesehatannya masih harus sering dipantau. Jadi wajar jika ada suster yang masuk ke dalam ruangannya mas Alif," sahutnya datar. Namun penuh penekanan.
Zidan tersenyum nyengir dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal. Niatnya untuk mencandai Chayra dan membuat wanita itu terbakar api cemburu, gagal total.
"Wa'allaikumsalam Tante Chayra." Elmira membalas ucapan salam Chayra dengan menirukan suara anak kecil.
Chayra mengayun tungkai setelah mendaratkan kecupan di kedua pipi gembul Dzikra.
Selepas Chayra keluar dari ruangan, Zidan menggeser posisi duduknya bersebelahan dengan Elmira.
"Dzikra sayang, putri kesayangan papa dan mama. Yuk ikut papa dulu! Biar Mama bisa beristirahat sebentar." Zidan mengulurkan tangannya.
Dzikra menolak uluran tangan Zidan dan menggeleng kepala. Detik berikutnya, Dzikra menangis.
"Loh, kog malah nangis sih? Yuk main sama papa?"
Dzikra kembali menggeleng seiring tangannya yang berusaha membuka kancing baju sang mama.
"Ehem, Dzikra haus Zi. Kamu keluar sebentar ya! Aku mau memberinya ASI."
__ADS_1
"Aku di sini saja ya El --"
"Aku malu Zi. Nanti kamu melihatnya. Kita belum halal. Jadi --"
"Jadi, aku belum boleh melihatnya?"
"Tuch kamu tau." Elmira tertunduk malu.
"Baiklah Sayang. Bang Zidan akan bersabar sampai kita halal. Tapi setelah kita menjadi sepasang kekasih halal, Bang Zidan boleh sering-sering melihatnya kan?"
Blushhhhh ....
Pipi Elmira terhias rona merah saat mendengar ucapan calon suaminya itu.
'Sayang' sebutan yang teramat manis bagi Elmira. Meski belum menikah, Zidan teramat sweet. Apalagi jika sudah menikah. Mungkin akan bertambah sweet.
"Abang jadi nggak sabar ingin segera menghalalkanmu, Dek Elmira. Wajahmu semakin cantik kalau sedang tersipu malu," godanya sembari menaik turunkan alis.
"Apaan sih Zi. Sana keluar dulu! Kasihan Dzikra. Pasti sudah sangat haus."
"Baiklah Sayang. Bang Zidan keluar dulu ya. Nanti kalau Dzikra sudah puas minumnya, gantian abang. Eh, maksudnya ... gantian abang yang menggendong putri kita."
Sebelum berlalu dari hadapan Elmira, Zidan mengecup lama pucuk kepala Dzikra seraya mencurahkan kasih sayang.
Hati Elmira menghangat. Ia semakin meyakini, bahwa Zidan adalah sosok imam pengganti yang terbaik untuknya dan sang putri.
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Maaf UP nya belum bisa rutin setiap pagi, Kakak-kakak ter love. Harap maklum ya, karena masih suasana lebaran 😉🙏
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 😉🙏
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan berupa like, komentar, vote, dan gift untuk menyemangati author.
__ADS_1
Trimakasih dan banyak cinta 😘💝