ISEKAI : NEWLYWED

ISEKAI : NEWLYWED
BAB 16 : PERSIAPAN


__ADS_3

Kami pun survei gedung untuk acara pernikahan, dari sini aku mulai janggal. Saat di lobi gedung Tama menyuruhku untuk naik duluan bersama karyawan gedung tersebut.


Kulihat sekilas sebelum benar-benar meninggalkannya, dia sedang berbincang dengan perempuan berambut pendek. Perawakan yang tinggi dan juga langsing seperti model.


Siapa ya?, aku hanya bertanya dalam hati. Temannya kah? Sepertinya mereka saling kenal.


Aku pun pergi meninggalkan mereka dengan salah satu staf karyawan gedung.


Akhirnya kami sampai di lantai yang nantinya akan di sulap menjadi kerajaan kami selama satu hari. Mas karyawan yang memperkenalkan diri sebagai Eka itu menjelaskan ke aku tentang ruangan gedung ini.


Harusnya kami datang bersama Wedding Organizer tadi, agar mereka sekalian bisa tahu konsepnya, gumam ku.


Aku sudah cocok sama gedung ini. Tata letak dan luas ruangannya sesuai dengan yang kami butuhkan.


Area parkirnya pun luas dan katanya mereka juga punya area parkir di basemen. Mereka juga menyediakan kamar istirahat untuk tamu undangan di lantai atas gedung ini. Ya sekedar dipakai untuk istirahat sementara jika tamu merasa terlalu penat dengan acara yang di adakan di gedung ini atau untuk menginap sementara untuk para tamu acara yang datang dari jauh.


Lama sudah aku berkeliling sambil berbincang-bincang dengan Mas Eka yang menjadi pendampingku saat ini namun Tama belum juga menyusul ku. Ku telepon Tama dan aku minta agar cepat naik ke lantai atas. Dia pun akhirnya datang.


Aku dan Mas karyawan menjelaskan ke Tama tentang ruangan dan konsep pesta yang aku gambarkan untuk acara pernikahan kita nanti. Tama pun menyetujui tanpa merubah atau menambahkan usulannya. Dia juga berjanji ke Mas Eka akan datang lagi bersama dengan seorang Wedding Organizer agar para WO menata ruangan sesuai konsep yang aku katakan tadi.


Setelah kesepakatan terjadi dan konsep yang kami inginkan di utarakan kami lalu pamit dari gedung tersebut.


"Lapar? ingin makan dulu." tanya Tama dalam mobil saat akan mengantarku pulang.


"Kamu lapar?"


"Iya. Kita makan dulu yuk." ajaknya. Aku pun menyanggupi dengan menganggukkan kepala.


Akhirnya kini kami sedang berada di sebuah restoran dan makan dengan khidmat.

__ADS_1


Setelah keluar dari gedung yang akan kami sewa untuk pernikahan nanti Tama tidak mengatakan apa-apa, atau berkeinginan untuk menceritakan tentang siapa perempuan tadi. Atau basa-basi untuk memperkenalkan ku dengan perempuan tadi. Tidak ada yang aneh, mungkin tidak terlalu penting untuknya. Hanya teman yang ia kenal kebetulan berada di sana.


Hari terus berganti.


Hari ini kami akan melakukan fitting baju pengantin. Aku sudah lebih dulu tiba di tempat galery wedding yang sudah kami rencanakan untuk memesan baju pengantin di sana sebelumnya. Kulihat dan ku pilih pilih model dan bahan baju yang sudah kami pesan kala itu, ternyata setelah sudah jadi cocok dan sesuai dengan selera ku.


Saat aku sedang mencoba dress ke dua Tama belum juga datang. Dia terlambat terlalu lama dari jam janji yang kami buat untuk bertemu.


Dia berkata akan datang langsung dari kota Surabaya ke kota Jakarta dengan melakukan penerbangan agar mempercepat waktu dan datang sesuai janji agar aku tak menunggu lama. Dari Surabaya ke Jakarta memang menaiki pesawat, setelah sampai rumah orang tuanya dia akan menyusul ke galery wedding dengan memakai mobilnya.


Saat ini aku sedang memutar-mutar badan mencoba keanggunan dress ini, memantas diri membayangkan hari pernikahan nanti. Setelah selesai semua gaun yang ku coba aku melihat-lihat gaun gaun yang sudah jadi di sana seraya menunggu kedatangan Tama. Dari balik kaca gedung kulihat Tama sedang di parkiran keluar dari dalam mobil.


"Oh baru datang ternyata." gumam ku.


Tapi yang terlihat selanjutnya ada seorang perempuan menghampirinya lalu Tama terlihat seperti sedang berdebat dengan perempuan yang baru saja datang menghampirinya itu. Jika di ingat ingat perempuan itu orang yang sama saat di gedung waktu itu, gedung yang kami kunjungi untuk tempat pesta pernikahan kami nanti.


Saat sibuk dengan pikiran ku sendiri Tama kemudian sudah terlihat di ruangan ini, dan setelah menyapaku serta meminta maaf karena datang terlambat dia lalu mulai fitting baju untuknya.


"Tam, aku pengen baju buat home party nya jahit di sini juga deh. Kata mbaknya, disini juga bisa jahit baju sesuai pesanan konsumen, gak harus khusus baju pengantin formal. Aku pengen yang simpel dan nyaman buat pesta di rumah nanti." kataku ke Tama.


"Oke kalau itu mau kamu. Sekalian untuk keluarga?" tanya Tama setelah mengiyakan.


"Nggak usah lah. Kan ini pestanya cuma untuk jamuan keluarga besar aja. Lagian kalau semua bajunya warna senada keliatan aneh. Kayak lagi lebaran aja." tukas ku. Tama pun hanya menurut dengan kemauan ku.


Setelah selesai fitting dan memilih baju untuk keluarga kami, termasuk bridesmaids dan groomsmen kami lalu pergi dari galery wedding tersebut. Tujuan kami sekarang adalah tempat makan.


Ya meski aktivitas yang kami lakukan barusan hanya berdiri dan gonta-ganti baju tapi percayalah siapapun pasti akan merasa lelah dan lapar.


"Mau makan apa?" tanya Tama yang sudah membuka buku menu. Sepertinya dia lebih lapar dari aku. Apa dari Surabaya tadi dia belum sarapan atau di pesawat tadi dia tidak beli makanan?

__ADS_1


"Spaghetti aja lah sama jus alpukat. Ah jangan lupa sama air mineralnya ya mbak." kataku pada waiters yang menunggu meja makan kami. "Kamu pesen apa?"


"Saya steak dan ice mint tea ya. Sama kentang gorengnya dua porsi ya mbak." kata Tama ke waiters. "Kita ngobrol dulu di sini ya." ujarnya lalu menatap ke arah ku. Aku mengangguk mengiyakan.


"Kamu pasti sibuk banget ya. Apa lagi sekarang sering bolak balik luar kota, pasti capek banget." kataku memulai obrolan setelah makan acara makan kami selesai.


Mudah mudahan pernikahan kita lancar ya sampai harinya nanti."


"Aamiin. Aku akan usahakan yang sempurna untuk pernikahan kita." ucapnya mengamini.


"Sudah resiko, nanti kalau udah nikah aku juga akan pindah ke perusahaan induk. Ini juga lagi sibuk nyiap-nyiapin berkas yang diperluin."


Obrolan kecil kami berlanjut panjang hingga kini kami sudah berada dalam mobil dalam perjalanan pulang. Terlalu lama ngobrol di restoran juga nggak enak sama yang lain yang ingin kebagian bangku untuk makan.


"Kamu jaga kesehatan. jangan sampai malah sakit nanti pas hari H. Kalau pun sibuk banget kerjanya sempetin sambil makan ya." ucapku penuh perhatian.


"Iya pasti aku juga jaga diri aku kok. " katanya yang tangannya terulur sebelah untuk meraih tanganku lalu menciumnya. Aku dan Tama saling menatap dengan menimpal senyum.


"Jaga kesehatan juga kamu ya." ucapnya selanjutnya. Aku pun mengangguk.


"Daah.. hati-hati." Aku melambaikan tangan ke Tama saat aku sudah sampai di antarnya di depan gerbang rumah. Mobil Tama pun berlalu. Dia tidak mampir dulu untuk menyapa Papa Mama karena ingin langsung istirahat, merasa lelah karena perjalanan dan aktivitas seharian kami.


"Aah.. akhirnya selesai." gumam ku lalu melangkah ke dalam pelataran rumah si sapa oleh sang sekuriti.


Aku merasa sangat senang dan tenang dengan semua persiapan pernikahan yang telah selesai. Bahagia juga karena sebentar lagi pernikahan yang berawal dari perjodohan menjadi kemantapan hati kami untuk berlabuh.


⭐⭐


like komen dan vote ya 😘

__ADS_1


__ADS_2