ISEKAI : NEWLYWED

ISEKAI : NEWLYWED
BAB 68 : ADUAN


__ADS_3

"Sakit ngerepotin udah sembuh pun nyusahin." Kata Novi dengan sarkasnya. Kata-kata itupun membuat Vita yang mendengarnya membolakan matanya.


"Apaan sih? Anda siapa ngomong nggak jelas gitu?!" Tukas Vita yang tak terima sahabatnya disebut merepotkan dan menyusahkan.


Memangnya kecelakaan yang menyebabkan Rona menjadi seperti ini adalah keinginan Rona. Ia segera bersuara takut saja kalau Rona sakit hati dengan perkataan perempuan yang tidak mereka kenal di depannya saat ini.


Rona sendiri hanya terdiam menanggapi perkataan Novi. Ia memang tidak kenal dengan Novi, tapi karena Raya kemarin ia jadi tahu meski tidak mengenalnya.


Novi berdecak meremehkan dengan kemudian memalingkan wajahnya tak suka. Ia kemudian berjalan melewati Rona dengan sedikit menyenggol bahu Rona hingga membuat Rona sedikit oleng dan ditahan oleh Vita.


"Woy! Dasar freak!" Teriak Vita dengan lantang karena tidak terima dengan perlakuan Novi terhadap Rona yang masih bisa disebut dengan pasien meski Rona bisa berjalan dibantu dengan tongkat.


"Udah. Vit." Kata Rona yang kemudian memegang tangan Vita yang bertengger di bahunya.


Vita pun dengan cepat mengalihkan perhatiannya kepada Rona. "Lo nggak pa-pa?" Tanya Vita dengan kekhawatirannya. Rona pun menjawabnya dengan mengangguk.


"Ck, siapa sih cewek sialan nggak jelas tadi. Bikin mood maen jadi anjlok." Vita menggerutu dalam hati sambil menuntun Rona untuk berjalan ke luar gerbang.


"Lo tadi kenal sama cewek itu?" Tanya Vita yang dari tadi diam tak mempermasalahkan kejadian di tengah lapang tadi.


Rona menatap ke arah Vita yang menatapnya dengan tatapan penasaran, ia kemudian menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Nah, ini nih yang bikin Vita nggak suka.


Rona adalah teman satu frekuensinya yang amat sangat supel dan cerewet. Jalan-jalan dan main adalah kesukaan sahabatnya tersebut hingga ia pun menjuluki Rona sebagai tukang ngador. Namun gara-gara kejadian barusan Rona jadi banyak diam selama mereka jalan-jalan di Mall ini.


Dari bagian Bookstore lalu ke bagian kosmetik dan yang terakhir sekarang ini di bagian food court. Bahkan Rona terlihat seperti tidak menikmati makanan kentang gorengnya yang cukup terkenal di Mall ini.


Vita jadi mendesahkan nafasnya panjang. "Kepikiran juga?" Tanya Vita yang tak lagi melanjutkan makannya.


Rona pun sama. Ia lalu menatap ke arah mata sahabatnya. "Gue emang keliatan banget ngerepotin dan nyusahin Saga ya?" Tanya Rona seperti orang bodoh yang membenarkan perkataan perempuan nggak jelas tadi.

__ADS_1


"Ck, tolol!" Sarkas Vita.


"Kemana sih bocah yang jadi sumber masalahnya? Biasanya juga ada di sekeliling lo." Vita mempertanyakan keberadaan Saga karena masih tidak terima mengingat perkataan perempuan tadi yang membuat Rona jadi kepikiran.


"Kata dia gara-gara gue dia putus sama Saga kan?" Tanya Rona bagaikan gadis polos yang bloon.


Vita berdecak, "elah Ronaa. Omongan kayak gitu jadi pikiran buat lo. Yang penting lo nggak bikin suami istri jadi cerai aja udah. Jangan mikir macem-macem kek otak lo nggak pusing sama satu macem aja. Skripsi!" Kata Vita dengan ucapan pedasnya yang memang benar adanya.


"Gue nggak ada maksud buat kepikiran sih. Cuma gue nggak mau punya musuh aja. Itu yang jadi pikiran gue." Jawab Rona.


"Tanyain ke Saga. Emang dia ngerasa direpotkan dan disusahkan sama elo. Lagian dari mana sih tuh cewek sampe kepikiran kalo lo yang bikin dia putus sama Saga." Vita yang berbicara dengan semangat jadi haus dan meminum minumannya.


"Raya?" Ucap Rona dengan tatapan yang sama bingungnya dengan perkataannya barusan.


"Hah?" Tanya Vita yang tak mengerti dan kurang jelas dengan perkataan Rona. Dia ngejawab atau bertanya, pikirnya.


"Raya kemaren ngasih tau gue kalau tadi itu Novi. Dan dia mantan Saga yang katanya kayaknya urusan mereka belom kelar." Kata Rona seperti menjelaskan kepada Vita.


Tak lama sosok yang mereka bicarakan muncul dari arah belakang Rona, Saga dan Raya. Karena dari sana arah eskalator berada.


"Tuh." Tunjuk vita ke arah Saga dan Raya dengan dagunya.


Rona pun menoleh ke belakang. Tatapannya bertemu dengan tatapan Saga. Laki-laki itu kemudian menghampiri Rona dengan senyum sumringahnya. Berbeda dengan Raya, yang tadinya terlihat berbicara dengan semangat kepada Saga kini jadi memasang raut muka datar.


"Elo di sini juga?" Tanya Saga pada Rona yang kini ia telah duduk setelah menyeret satu kursi yang tersedia di sana. Rona belum menjawab.


"Punya lo?" Tanya Saga lagi yang kemudian menarik nampan berisi kentang goreng plus minuman milik Rona. Tanpa izin dia memakan kentang goreng tersebut karena merasa sang empunya makanan tak mau memakannya lagi.


"Elu sering ya kek gitu ke Rona?" Tanya Vita dengan ekspresi sindirannya.

__ADS_1


Saga tak terusik atau sakit hati dengan pertanyaan Vita barusan karena ia juga tau dan kenal Vita sudah lama sebagai sahabat Rona. Jadi Rona pasti juga sering menceritakan kebiasaan Saga pada Vita.


Perempuan ini juga sangat khawatir pada Rona setelah tahu Rona kecelakaan kemarin. Dia juga selalu ada kalau Rona butuh bantuan. Hanya kemarin-kemarin Saga sendiri yang berkata kalau Babanya Rona sudah menitipkannya kepada Saga selama anak itu ngampus. Jadi Vita dan Rona jarang selalu bersama.


"Tugas lo udah selesai jagain Rona?" Tanya Vita sambil menikmati makanannya kembali.


"Maksudnya?" Saga berekspresi tak mengerti.


"Elo, malah jalan-jalan sama orang lain." Kata Vita dengan menatap ke arah Raya menekankan kata orang lain.


"Tuh si Rona di senggol tadi ama mantan lo!" Adu Vita yang masih tidak terima dengan kejadian tadi.


Melihat Rona yang sekarang belum juga kembali baik baik moodnya. Saga terdiam, Raya membolakan matanya tanda terkejut dengan pernyataan Vita.


"Elo nggak kenapa-napa kan?" Tanya Saga pada Rona dengan tatapan peduli.


"Kalau dia kenapa-napa gue udah giles tuh cewek!" Kata Vita dengan suara lantang karena gemasnya.


"Kalau masih punya urusan dan belom kelar sama mantan lo. Mending beresin dulu. Gue takut Rona jadi tumbal gara-gara kelakuan nggak jelas kek mantan lo tadi." Tukas Vita yang masih tak terima mengingat perkataan Novi yang menyebutkan Rona itu menyusahkan.


"Apalagi sampe bilang kalau gara-gara Rona lo jadi putus sama dia!" Dengan lantangnya Vita bersuara sambil menatap ke arah muka Raya. Yang dilihatnya pun lalu memalingkan wajahnya, merasa jadi pusat perhatian.


"Dia ngomong gimana lagi?" Kini giliran Saga yang bersuara. Nada suaranya berubah jadi serius dengan raut muka yang serius pula. Ia kini tak lagi memakan kentang goreng milik Rona. Tatapannya justru seperti sedang menelisik Vita, karena wanita itu yang sedari tadi berbicara tentang dirinya dan mantannya.


Dengan percaya diri Vita lalu memajukan tubuhnya ke depan untuk lebih tegap, bangun dari sandaran kursi. "Dia bilang, Rona bikin repot lo dan nyusahin elo. Katanya juga, Rona yang bikin kalian jadi putus." Jawab Vita dengan serius di nada rendahnya.


Rona jadi deg-degan sendiri dengan keadaan sekarang, apalagi sekarang Vita berbicara tanpa mau menutupi kejadian tadi yang menurutnya sepele. Ia menendang sedikit ujung kaki Vita dari bawah meja sana. Mengisyaratkan agar berhenti bicara lebih dan tak membahasnya lagi.


Apalagi sampai merubah pandangan Saga tentang kejadian tadi. Disangkanya ia yang aduan atau mungkin mantan pacarnya yang akan terlihat buruk dimata laki-laki ini. Namun ternyata Vita tak mau berhenti dan terjadilah suasana yang canggung selama itu.

__ADS_1


⭐⭐


like komen dan vote ya 😘


__ADS_2