
Menurut ku dia buka pria romantis yang selalu mengucapkan kata-kata indah yang menyanjung pujaan hatinya. Tapi dengan tindakan perlakuannya itu, ia terlihat romantis meski semua itu terkesan lumrah di mata sebagian orang.
Tapi menurutku memang itu kelebihan dari dirinya. Care yang benar-benar sampai detail.
"Haaahh." Aku menguap dengan menghembuskan nafas panjang.
"Anak-anak pada kemana sih? Padahal pesenan hari ini nggak begitu banyak."
Rasanya bosan dan mengantuk saat di florist sendirian dan tidak melakukan apa-apa. Ya karena pesanan yang masuk untuk hari ini tidak terlalu banyak.
Jadi setelah selesai merangkai bunga kami pun lalu istirahat dan sebagian menyibukkan diri masing-masing di kebun bunga belakang.
Aldo yang baru datang dari mengantar barang tiba-tiba heboh. "Bu Bos. Kita dapat kiriman." Dia menenteng sebuah paper bag besar.
Aku pun terheran dengan barang yang dibawa oleh Aldo. Pasalnya aku merasa tidak sedang memesan apa-apa tapi tiba-tiba dapat sebuah kiriman.
"Dari siapa Do?" tanyaku yang juga penasaran.
"Nggak ada namanya Bos. Cuma ojek online yang nganterin." jawabnya kemudian menyerahkan paper bag itu kepada ku.
Aku menerimanya lalu membawanya ke meja tempat biasa aku dan karyawan ku merangkai bunga. Kemudian mengeluarkan isi dalam paper bag tersebut disaksikan oleh Aldo sebagai penerimanya.
Sebuah kotak yang lumayan kokoh lalu aku membuka kotak tersebut perlahan-lahan, takut saja jika di dalamnya ada sesuatu yang berbahaya.
"Doorr." seketika aku terkaget saat ada suara petasan yang berbunyi hingga mengeluarkan pita yang berhamburan bersamaan terbukanya kotak yang ada di depan ku.
"Happy anniversary Bu Bos!" teriak Deri, Tina, Fikri yang menyalakan petasan tadi. Aldo juga ikut tertawa dan kemudian mereka bertepuk tangan.
Dua karyawan baru ku tak terlihat di sana karena mereka adalah karyawan panggilan. Jika florist sedang sangat sibuk mereka akan di panggil untuk bekerja namun jika florist tak begitu ramai mereka tidak akan di panggil untuk bekerja.
"Kalian tau dari mana?" tanyaku yang terkejut dan juga tersipu karena tanpa aku tahu anak-anak ku ini memberikan kejutan kepada ku.
"Kami lihat story Pak Bos. Suami ibu kan posting acara kalian kemarin malam." jelas Deri.
"Ciiee.. yang sedang sangat bahagia." kata Tina menggoda ku. Makin merah saja pipiku mendengar ucapan Tina.
"Astagaa.. aku juga lupa jika Tama membagikan momen itu." kataku dalam hati.
Ku alihkan pandangan ke arah kotak yang kubuka tadi untuk menghindari tatapan mereka agar aku tak semakin salah tingkah.
Kue bolu berhiaskan krim cantik bertuliskan 'happy anniversary bu bos' isi dalam kotak tersebut.
__ADS_1
Aku tersenyum melihatnya, "makasih ya kalian." ucapku pada para karyawan ku.
Aku kemudian memotong kue tersebut kemudian membagikannya kepada mereka. Satu per satu dari mereka memberi doa kepadaku untuk hubungan rumah tangga kami setelah menerima potongan kue dari ku. Aku membalas dengan tersenyum bahagia dan mengaminkan doa mereka.
"Kalian hati-hati ya. Kunci yang bener." kataku berpamitan ke anak-anak setelah florist hampir tutup.
"Siap Bu Bos." jawab mereka serentak. Aku lalu pergi meninggalkan florist berjalan ke arah mobil terparkir dimana sopir ku sedang menungguku di sana dengan kemudian kami melaju menuju ke kafe.
"Belum rame ya?" tanyaku kepada bagian kasir saat sampai di kafe.
"Belum Bu. Baru beberapa pelanggan yang datang." jawabnya.
Aku mengangguk sambil tersenyum, "semangat kerjanya!" kataku pada mereka yang di balas dengan senyum anggukan.
Aku kemudian masuk ke dalam ruangan kerja ku. Baru juga duduk handphone ku bergetar, terlihat nama 'Mama' dari layar panjang pipih itu.
"Ya Ma?" Aku menjawab telepon dari Mama.
Baru aku mengatakan satu kalimat namun dari ujung telepon Mama sudah bertanya dengan kalimat yang sangat panjang.
"Katanya kamu mau ke Jepang ya? Bener Tama ngajakin kamu liburan ke Jepang? Kalian ke Jepang mau bulan madu kan? Bakal langsung dapet cucu nih ntar Mama kalau kalian sudah pulang." Seketika aku lalu menutup telepon dari Mama dengan tidak sopan.
"Iya habisnya Mama kebiasaan nanya nya di borong semua. Shina kan jadi kesel." jawabku dengan nada suara yang di buat sedang kesal.
"Iya maaf Nak. Mama kelewat bahagia denger kabar ini, jadi tanpa sadar Mama banyak tanya." katanya sambil cekikikan di ujung telepon.
"Kamu harus jaga stamina Shina. Jangan terlalu banyak kerja. Kurangi kesibukan kamu yang kerja siang dan malam. Biar nanti pas liburan kamu sehat-sehat dan baik-baik aja." imbuh Mama lagi di dalam obrolannya.
"Iya Ma iya." kataku mendengarkan perkataan sang Mama. Kami kemudian mengobrol panjang di telepon hingga tak terasa sampai memakan waktu setengah jam.
"Udah dulu ya Ma, Shina mau lihat anak-anak dulu. Takutnya mereka ada yang butuh bantuan." kataku sebelum mengakhiri panggilan telepon.
"Ya sudah kalau begitu. Selamat bekerja. Inget kurangi kerja siang malamnya ya." Ucap Mama di akhir teleponnya.
"Iya Ma." jawabku, kemudian panggilan pun benar-benar berakhir.
Keesokan harinya.
Siang ini aku berjalan lenggang di trotoar tanpa di antar oleh pak sopir. Aku berencana pergi ke toko baju yang menjual baju untuk musim semi. Persiapan untuk liburan nanti.
Kebetulan di Jepang memasuki musim semi saat nanti kami melakukan liburan di sana.
__ADS_1
Kulihat ada Coat panjang yang menarik perhatian mataku saat di pajang pada boneka manekin. Aku lalu memasuki toko tersebut. Ku tanyakan pada sales yang berjaga disana berapa harga untuk Coat tersebut. Sales itu pun menjawab dengan ramah.
"Kak ada yang untuk perempuannya? Saya mau yang ini tapi untuk couple." kataku.
"Sebentar ya kak, saya tanyakan kepada bagian kasa terlebih dahulu." kata sales tersebut, aku pun mengangguk menanggapinya.
Tak lama sales perempuan tersebut kembali menghampiri ku. "Ada kak, tapi beda warna kak. Bagaimana kak?" katanya kepada ku.
Aku menimang sebentar, "kalau aku pesan untuk warna yang sama tapi untuk size yang kecil bisa nggak ya kak?" tanyaku yang entah kenapa ingin sekali Coat seperti ini tapi digunakan untuk berpasangan.
"Sebentar saya tanyakan terlebih dahulu ya kak." katanya lalu dia kembali pergi ke bagian kasa.
"Katanya bisa kak, cuma paling agak lama datangnya. Paling tiga sampai lima harian kak. Gimana?" tanyanya setelah memberikan penjelasan. Tentu saja aku mengiyakan karena aku memang menginginkannya.
"Oke, aku ambil kak. Aku tunggu pesanannya ya, nanti tolong informasikan lagi ke aku ya kak." kataku sambil memberikan kartu nama.
"Yang ini tolong dibungkus sekarang aja." tambah ku lagi agar barang pajangan itu tak dilirik oleh orang lain lagi.
"Baik kak." kata sales perempuan tersebut lalu melucuti Coat yang aku inginkan dari boneka manekin.
"Mari kak." Kemudian ia mengajak ku ke arah bagian kasa untuk melakukan pembayaran. Setelah selesai melakukan pembayaran aku lalu melangkahkan kakiku untuk pulang.
Tiga hari kemudian..
"Drrttt drrttt" handphone ku yang berada di meja kerja florist bergetar.
"Ya? Halo." aku menjawab panggilan telepon yang masuk.
"Halo selamat siang. Dengan saudari Shina Veronica Diwirya dari Shina shine florist?" suara dari sang penelpon.
"Selamat siang. Iya saya sendiri, Shina Veronica Diwirya."
"Oke. Kami dari boutique M&M ingin menginformasikan bahwa pesanan kakak sudah ada.." kata penelepon tersebut.
"Oke. Nanti saya ambil." Kataku segera sebelum sang penelpon menyelesaikan ucapannya.
Maaf jika tidak sopan tapi karena aku sangat menunggu barang pesanan itu dan setelah mendengar pesanan ku sudah ada rasanya hatiku sangat senang hingga ingin cepat-cepat untuk mengambilnya.
⭐⭐
like komen dan vote ya 😘
__ADS_1