
Rona mengangguk lalu melambaikan tangannya melepas kepergian Yogi. Ia merogoh tas gendongnya pada bagian yang kecil mencari duplikat kunci rumah yang memang selalu ia bawa karena setiap pulang dari kuliahnya orang tuanya sering tidak ada di rumah.
Belum sempat ia memasukkan kunci itu ke dalam lubangnya, pintu utama rumah itu sudah terbuka dari dalam. Ia mengira yang membuka pintu itu Mamahnya dan mengira Mamahnya hari ini ada di rumah dan tidak menyusul Babanya ke toko.
Namun yang ia lihat adalah orang lain saat orang itu meraih barang belanjaannya yang berada di depan pintu dan membawanya masuk ke dalam rumah tanpa kata.
"Lho? Loh Saga? Kok bisa di dalam?" Tanya Rona yang terkejut dan juga kebingungan karena tak mengira kalau yang membuka pintu rumahnya adalah Saga. Rona mengikuti langkah Saga masuk ke dalam rumah dengan langkah pelan karena kakinya belum bisa untuk berjalan dengan cepat.
"Mamah masih di rumah? Kok lo bisa di sini?" Tanya Rona yang penasaran kenapa Saga bisa ada di dalam rumahnya. Apa Mamahnya belum berangkat ke toko atau beliau tidak ke toko hari ini.
"Mamah udah berangkat belum lama tadi." Jawab Saga yang memang selalu menyebut mamahnya Rona dengan sebutan Mamah juga.
Kebiasaan dirinya memanggil mamahnya Rona dari kecil karena memang mereka bertetangga sejak kecil dan mereka sangat akrab sampai sekarang hingga Saga juga merasa jika Dhira adalah Mama ke-duanya.
"Tadi Mama nyuruh ngasih ini. Kebetulan pas aku ke sini Mamah udah mau berangkat. Aku minta izin ke beliau buat disini sebentar, nunggu lo datang." Jelas Saga pada Rona yang ditanggapi dengan anggukan kepala Rona.
Rona melihat satu box makanan berisi puding karamel yang menggoda saat Saga menunjukkan barang yang Mamanya suruh untuk mengantarkan ke rumahnya.
"Bukain dong mau nyoba." Ucap Rona yang tak sabar ingin menikmati puding buatan Mamanya Saga.
__ADS_1
Mika, wanita itu selalu mengirim makanan untuk keluarga Rona. Entah itu masakan hasil memasaknya hari itu atau sekedar camilan kecil yang ia buat hari itu. Seperti sekarang ini, ia membuat dessert yang manis dan mengirimnya kepada keluarga Rona, tetangga sebelahnya.
Sebenarnya Mika selalu mengirim makanan untuk keluarga Rona bukan karena hanya ingin saja. Tapi ia mengingat dulu saat pertama kali dirinya dan sang suami membeli atau mengambil unit perumahan yang ia tempati sekarang.
Dulu keadaan perekonomian mereka belum sebagus dan sestabil sekarang. Mika dulu juga harus bekerja membantu suaminya untuk melengkapi cicilan bulanan rumah itu dan sering menitipkan Saga kepada orang tua Rona hingga akhirnya cicilan rumah mereka lunas.
Bukannya bermaksud untuk berlagak atau bagaimana. Mika yang sudah lama berumah tangga bersama Abyaz hingga sudah memiliki Saga tidak mau tinggal satu atap lagi bersama orang tua Abyaz. Meski kala itu Abyaz masih menjadi karyawan biasa dan belum menjabat sebagai direktur seperti sekarang, ia memutuskan untuk pisah rumah dari mertuanya.
Banyak hal yang membuatnya dan juga Abyaz untuk memutuskan mengambil perumahan dan mereka setuju untuk bekerjasama melunasinya dengan cara menyicil. Alasan utamanya adalah karena omongan dari saudara saudara Abyaz yang mengatakan hidup mereka enak, bisa makan gaji utuh dan menumpang di rumah orang tua meski sudah punya anak.
Padahal para saudara Abyaz sendiri juga tahu bagaimana keadaan perekonomian Abyaz dulu dan mengapa ia belum punya rumah juga sampai Saga berumur lima tahun.
Pendapatan yang pas-pasan karena bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga kecilnya tapi selama menumpang di rumah orang tua Abyaz, Abyaz juga ikut memberi jatah bulanan kepada orang tuanya. Itupun diketahui oleh Mika istrinya namun tidak dengan semua saudaranya. Hanya yang tahu dan mengerti Abyaz saja jika Abyaz tidak mungkin hanya menumpang enak di rumah orang tuanya.
Karena merasa suaminya tak dihargai oleh sebab itu Mika dengan nekad mengajak Abyaz untuk mengambil satu unit perumahan yang sedang promo pembukaan kala itu. Ia mendapatkan alamat perumahan itu saat dirinya sedang berbelanja ke pasar.
Setelah sampai rumah ia mengutarakan niatnya untuk mengambil satu unit perumahan itu dengan berjanji akan membantu Abyaz dalam memenuhi cicilannya. Mendengar pernyataan istrinya yang akan membantunya untuk memenuhi cicilan Abyaz pun setuju untuk mengikuti ajakan Mika.
Seperti niatnya sedang diperlancar oleh Tuhan, Mika mendapatkan tetangga yang baik hati seperti Dhira dan Baba Lim. Setelah berkenalan antar tetangga Mika menanyakan kepada Dhira mungkin saja Dhira memiliki kenalan yang membutuhkan pekerja atau mengetahui toko-toko yang membutuhkan kerja paruh waktu dan tidak keberatan jika ia membawa serta anak dalam bekerjanya.
__ADS_1
Sangat mengerti seperti apa situasi yang Mika hadapi sekarang, dengan baik hati Dhira menawarkan akan menjaga dan mengasuh Saga dengan baik agar Mika mencari pekerjaan yang layak dan sesuai dengan ijazah dan kemampuannya.
Mika sangat bersyukur kala itu mendengar kata-kata itu dari tetangga barunya yang baik hati ini dan ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Selama Mika bekerja membantu suaminya, dia menitipkan Saga kepada Dhira hingga ia pulang kerja baru akan mengambilnya lagi.
Dengan telaten dan baik hati seperti kepada anak sendiri, Dhira menjaga, mengasuh dan merawat Saga dengan baik. Mulai dari mengantar Saga dan Rona pergi ke sekolah TK hingga makan siang dan mandi sore Dhira tak pernah pilih kasih. Ia melakukan hal yang sama kepada Saga layaknya kepada Rona juga.
Maka dari itu Saga juga sering memanggil Dhira dengan sebutan Mamah karena mengikuti kebiasaan Rona yang juga memanggilnya Mamah. Apalagi keseharian Saga sejak kecil lebih sering bersama Dhira dan Rona setelah keluarganya pindah ke kompleks perumahan itu.
"Tante kalo bikin dessert selalu enak." Ucap Rona memuji hasil masakan Mika.
Ya, kalau Rona memanggil Mika memang dengan sebutan Tante. Seperti umumnya orang muda lain kepada orang lain yang lebih tua. Selain kata Pak Bu, adalah kata panggilannya untuk orang lain yang asing dan memang tidak terlalu akrab dengannya.
"Lo pacaran sama si kutu?" Tanya Saga yang masih setia menyuapi Rona. Pertanyaannya dijawab gelengan oleh gadis itu.
"Ck. Pacaran adalah kata keramat dalam kehidupan gue." Kata Rona setelah mengingat kejadian dulu. Saga yang juga tahu pun ikut tertawa mengingatnya.
"Iya ya." Kata Saga dengan kekehannya.
__ADS_1
⭐⭐
like komen dan vote ya 😘