
Maaf jika tidak sopan tapi karena aku sangat menunggu barang pesanan itu dan setelah mendengar pesanan ku sudah ada rasanya hatiku sangat senang hingga ingin cepat-cepat untuk mengambilnya.
"... Ah baiklah kak. Kami tunggu kedatangannya. Kalau begitu selamat siang." Ucap sang penelpon sebelum mengakhiri panggilannya.
"Iya. Terimakasih kak, selamat siang." Kataku dengan raut wajah yang sangat bahagia.
Entah kenapa aku merasa sangat senang sekali mendengar kabar ini.
Aku segera bergegas pergi keluar florist menuju ke jalan raya utama untuk mencegat sebuah taksi dengan kemudian memberitahukan untuk pergi ke toko baju bernama boutique M&M.
Sang sopir pun lalu melajukan mobilnya menuju tempat tersebut, setelah sampai dan telah melakukan pembayaran taksi pun berlalu.
Aku kemudian mendatangi bagian kasa menginformasikan bahwa ingin mengambil barang pesanan ku.
"Terimakasih ya kak. Maaf bajunya datangnya lama." kata pelayan toko bagian kasa tersebut sambil menyerahkan paper bag kepada ku.
"Iya nggak papa kak, yang penting ada. Terimakasih ya kak." kataku lalu kemudian pergi setelah selesai melakukan pembayaran.
"Drrttt.. drrttt.." handphone ku bergetar kembali saat baru saja aku melangkahkan kaki beberapa langkah dari boutique tersebut.
Ku lihat layar persegi panjang itu, kali ini panggilan masuk dari Tama, aku pun lalu menjawabnya. "Iya Tam?"
"Kamu di mana? Aku ke florist tapi kamu nggak ada, lagi keluar katanya. Terus mereka nggak ada yang tau kamu pergi kemana." tanyanya dari ujung telepon.
"Aku lagi di jalan ini, tadi ada yang mau aku ambil dulu." jawabku seraya melangkahkan kaki.
"Posisi kamu dimana? Aku ke sana sekarang." kata Tama dengan nada tak sabaran. Aku lalu memberi tahu posisiku.
Selang beberapa lama kemudian dia datang, aku lalu masuk ke dalam mobilnya setelah ia membukakan pintu untuk ku dan kami pun kembali menuju ke florist.
"Kamu nggak capek dari kantor lalu bantuin aku di florist dan kafe?" tanyaku ke Tama. Kami sekarang sudah sampai rumah.
__ADS_1
"Enggak. Kemarin kan hari terakhir aku lembur, jadi hari ini aku bisa santai. Besok juga cuma sebentar di kantor. Periksa file dan berkas lalu tanda tangan berkas-berkas, udah deh terus pulang." jawabnya lalu membenarkan diri untuk duduk di sandaran ranjang.
"Kamu besok masih mau ke toko?" tanyanya kepada ku.
"Mm.. iya. Aku besok juga cuma mau pamitan ke anak-anak sekalian titip florist sama kafe. Habis itu pulang lalu packing. Biar lusa kita tinggal berangkat." jawabku yang memposisikan diri sudah berbaring.
Kami lalu mengobrol sebentar dengan Tama juga memposisikan tubuhnya untuk tidur di samping ku. Tak terasa waktu sudah semakin larut hingga akhirnya kami pun tertidur.
Pagi-pagi sekali Tama sudah berangkat. Tak lama siangnya aku juga berangkat ke florist. Aku lalu berpamitan kepada anak-anak florist dan setelahnya lalu ke anak-anak karyawan kafe. Dengan sebelumnya Tama menjemput ku ke florist lalu kemudian mengantar ku ke kafe.
Aku titipkan kafe ke anak-anak dan juga meminta tolong bantuan ke Mama untuk menghandle di sana selama aku pergi, kalau untuk florist sudah ku percayakan kepada Deri.
Aku dan Tama lalu pulang tepat jam makan siang dan setelah selesai makan siang bersama di rumah kami lalu packing baju yang diperlukan secara bersamaan.
Keesokan harinya kami berangkat ke bandara diantar oleh Papa Mama dan Mama Amita. Kami berpamitan ke mereka sebelum memasuki gate. Alih-alih merasa sedih karena akan ditinggalkan, mereka justru terlihat senang melihat kepergian kami. Yah sudah jelas apa yang mereka inginkan adalah liburan bersama kami.
Jadwal keberangkatan kami sudah diumumkan, kami pun lalu meninggalkan mereka.
"Kamu kenapa nggak pilih hotel aja?" tanyaku sambil merapikan baju ke dalam lemari kecil yang tersedia di sana.
"Kenapa? Kamu nggak suka? Apa perlu kita pindah? Kalau di hotel kita jauh untuk ke pemandian air panasnya Shina. Kalau di sini udah langsung disediakan dengan penginapannya." jelasnya. Aku tersenyum lalu mengangguk-anggukan kepala.
Oh aku tahu maksudnya karena di Jepang memang terkenal dengan pemandian air panas nya. Jadi dia ingin menikmati sendiri agar tak berkerumun seperti di pemandian umum. Bagus juga sih idenya, biar nggak malu juga aku kalau ingin menikmati air panas tapi harus berkerumun.
"Nggak usah. Aku lebih suka begini." jawabku.
"Tam kamu pesan makanan sebanyak ini?" tanyaku setelah keluar dari kamar mandi. Setelah selesai mandi membersihkan diri sudah tersedia berbagai makanan di atas meja.
"Iya. Untuk seharian ini saja." jawabnya.
"Kita nggak jalan keluar?" aku bertanya sambil mengeringkan rambut.
__ADS_1
"Aku takut kamu kelelahan jadi hari ini kita istirahat aja dulu. Besok kita mulai jalan-jalannya." jawab nya. Dia lalu pergi bergantian untuk mandi.
Romantis sekali bukan punya suami pengertian seperti itu. Inilah cerita dalam dunia novel, semua akan terhanyut sambil membayangkan dalam setiap bacaannya.
Aku yang sudah selesai berias lalu keluar untuk berkeliling sebentar. Udara musim semi masih sedikit terasa sejuk meski ada cahaya matahari sekalipun. Aku lalu duduk di taman bagian depan yang ada kolam ikannya. Kolam ini berisi ikan koi merah dan putih dengan khas dot di kepalanya. Aku menatapnya dengan terkesima. Keakuran sepasang ikan yang saling berenang kesana-kemari itu menarik perhatian mataku membuat ku seperti terhipnotis untuk terus memandanginya.
"Kamu lagi ngapain sayang?" suara Tama mengejutkan ku yang sedang fokus melihat ikan. Aku terkesiap lalu tersadar kemudian berdiri berjalan menghampirinya.
"Ikannya bagus. Jadi betah liatnya." jawabku jujur.
"Kamu mau ikan kecil-kecil yang di rumah diganti sama ikan yang besar seperti ini juga?" tanyanya yang melihat seperti aku menyukai ikan khas negara ini.
"Jangaan. Nggak usah. Aku cuma kagum aja kok sama ikan yang di sini. Coraknya bagus." jawabku dengan kemudian aku meraih lengannya lalu menggandengnya tangannya untuk kembali masuk ke dalam.
"Kita makan yuk." Ajak ku kepadanya.
"Aku tadi nyamperin kamu juga buat ngajakin makan takut kamu udah kelewat lapar." Kata Tama menjawab ajakan ku. Aku tersenyum memperlihatkan deretan gigi padanya.
Setelah selesai makan kami berbincang-bincang membahas tentang rencana besok kita untuk memulai perjalanan. Juga berencana membawa beberapa barang yang dibutuhkan, terutama air minum.
Waktu berjalan terasa begitu cepat. Kami yang sepertinya baru saja sampai lalu mandi, makan dan istirahat sebentar sambil mengobrol di taman yang terdapat tempat untuk bersantainya tiba-tiba matahari sudah berada di ufuk barat saja. Kami pun menikmati pemandangan sore menjelang malam itu di tempat yang sama.
Rasanya badanku juga sudah mulai merasakan lelahnya. Aku lalu menyandarkan kepalaku ke bahu Tama. Tama mengusap-usap kepalaku perlahan-lahan dan kemudian mencium keningku.
"I love you." bisiknya sambil tersenyum.
Aku tersenyum dengan mata yang sudah terasa berat, "love you more." kataku membalas.
⭐⭐
like komen dan vote ya 😘
__ADS_1