
"Tadi bokap nyokap gue ikut ke sini buat jenguk elo. Tapi lo nya tidur mulu, akhirnya mereka pulang aja bareng sama Mamah lo." Jawab Saga yang kini sudah mengupas kulit jeruk dan menyodorkan buahnya ke mulut Rona. Dengan senang hati Rona membuka mulutnya menerima suapan itu. Manis dan segar, rasa yang Rona dapatkan karena makanan yang diberikan dari rumah sakit itu baginya terasa hambar.
"Manis banget." Serunya mengungkapkan kebahagiaannya karena bisa merasakan buah berair yang dapat menyegarkan lidah dan perutnya.
Tadi dia juga di kasih menu buah saat makan siang. Tapi buah itu buah apel merah yang menurutnya rasanya kurang segar karena ia tidak begitu menyukainya. Rona lebih menyukai buah yang rasanya manis dan banyak mengandung air seperti jeruk, semangka dan sejenisnya.
"Gimana kepalanya?" Tanya Saga yang sudah selesai menyuapi Rona dan mengelap mulut Rona agar tidak merasa lengket setelah memakan jeruk.
"Masih sedikit nyut-nyutan, kadang juga pusing. Masih butuh waktu lama untuk bisa pulang sampai gue bener-bener dinyatakan sudah baik-baik saja. Kata dokter gitu." Jawab Rona sesuai kata yang diucapkan oleh dokter yang memeriksanya tadi pagi.
"Kualat sih lo, makanya gitu. Kalo berangkat pamitnya mau kuliah ya kuliah aja jangan malah ngador!" Kata Saga lalu menjitak puncak kepala Rona yang tak terbalut perban dengan jari jempol dan jari tengahnya.
"Sakit Saga! Kok lo jahil banget sih. Gue masih pasien ya. Jangan KDRS ya!" Ucap Rona sambil mengusap puncak kepalanya dengan tangan yang bebas dari jarum infus.
"Apaan tuh KDRS?" Saga tertawa remeh merasa lucu dengan ucapan Rona.
"Kekerasan dalam rumah sakit. Gue kan pasien di sini." Jelas Rona dengan sedikit mencebikkan bibirnya.
"Salah lu juga yang bisa sampai mondok di sini lama-lama. Makanya kalau pamit ke ortu mau ngampus ya ke kampus bukannya kelayapan. Jadi kena karma begini." Ucap Saga dengan nada yang sedikit gemas dan kesal. Ia kini berkata sambil sedikit menggoyang sebelah kaki Rona yang tak di perban dengan gips.
"Astaga Saga! Sakit bego!" Kini Rona benar-benar teriak dan membuka mulutnya lebar yang hasilnya sakit juga setelahnya.
__ADS_1
Ya muka Rona ada bekas luka goresnya di bagian rahang kirinya. Pergelangan kaki kiri dan tungkai Rona juga terasa sakit karena kata Mamahnya tadi siang menjelaskan ada bagian yang bergeser di sana. Mungkin kalau Rona sudah dinyatakan bisa keluar dari rumah sakit ia akan dibawa ke alternatif agar kakinya cepat sembuh dan bisa dipakai untuk berjalan dengan normal lagi. Kata Mamahnya saat ia berbincang dengannya tadi siang.
"Lu nggak ada simpatinya sama sekali ya ke gue saat jadi pasien. Masih aja mau recokan sama gue." Kata Rona bersungut-sungut kali ini. Ia benar-benar merasa sakit saat Saga menggoyang kaki kanannya meski pelan tapi efeknya terasa ke kaki kirinya.
"Dasar lu emang tetangga masa gitu!" Sarkas Rona, kali ini dia benar-benar sudah merasa kesal.
"Heh Neng Rona putrinya Baba Lim! Jangan bilang saya ini masih tetangga masa gitu yang nggak punya simpati ya." Tekan Saga dalam setiap kata di awal kalimatnya dan sengaja menggunakan kata formal karena masih disebut tetangga masa gitu oleh Rona sang pasien yang ditolong dan dijaga saat gadis itu dirawat.
"Saya yang menolong kamu dan membawa kamu ke rumah sakit. Saya juga ikut berjaga tiap malam menunggu kamu yang sebagai sleeping beauty princess dan sampai kemarin malam kamu baru bangun. Awas aja lo masih nyebut gue tetangga masa gitu." Kata Saga menjelaskan menggebu-gebu sambil bersungut di akhir kalimatnya.
Kini dia malah jadi sedikit emosi setelah mengingat awal kejadian saat gadis yang bersandar di ranjang pasien di depannya ini mengalami kecelakaan waktu itu. Saga yang juga sedang berada di Mall yang sama kala itu juga sedang berada di dalam counter yang sama dengan Rona, Bookstore .
Karena penasaran ia bertanya pada SPG di pusat perbukuan itu dan SPG yang mendapat informasi dari salah satu sekuriti gedung Mall yang berjaga di depan pintu counter perbukuan mengatakan bahwa sedang terjadi kecelakaan di bawah sana. Seorang gadis muda tertabrak oleh motor seorang penjambret.
Entah kenapa mendengar itu jantung Saga berdegup kencang, ia malah berpikiran yang tidak-tidak pada Rona yang baru saja ia lihat tadi. Dengan segera ia membayar apa yang sudah ia masukkan ke dalam tote bag milik Mall itu. Lalu dengan langkah cepat menuruni eskalator sambil sedikit berlari karena ia ingin segera menghampiri kerumunan tadi.
Saat sampai di sana tubuh gadis itu sudah berada di brankar dan akan dimasukkan ke dalam ambulans.
"Ada yang kenal dengan pasien?" Tanya salah satu petugas ambulans tersebut.
"Saya kenal. Saya satu universitas dengannya." Dengan segera Saga menjawab jika ia mengenal Rona. Karena gadis yang mengalami kecelakaan dan sedang berada di atas brankar itu benar-benar Rona.
__ADS_1
Selama dalam perjalanan ke rumah sakit di dalam mobil ambulans Saga hanya terdiam sambil menatap tubuh Rona yang sedang terluka parah. Ia tak bisa berfikir selain memikirkan rasa terkejut dan juga takut. Jantungnya berdetak tak karuan karena syok melihat kondisi tubuh Rona yang terlihat banyak bagian dari tubuh gadis itu yang mengeluarkan darah dan juga tergores.
"Mas, kalau kenal sama anggota keluarganya juga lebih baik hubungi sekarang saja." Ucap salah seorang perawat yang ikut menjaga Rona di kursi belakang kala itu.
"Ah iya." Dengan segera pula Saga menghubungi Mamahnya Rona setelah ia tersadarkan oleh ucapan perawat laki-laki tersebut.
"Di mana Saga?" Tanya Dhira yang sudah datang ke rumah sakit dengan panik dan khawatirnya menanyakan keberadaan Rona.
"Tenang dulu Mah, masih di dalam." Kata Saga yang menenangkan Dhira karena wanita itu sekarang menangis dengan paniknya.
Mereka berdua menunggu dengan harap harap cemas. Terlebih Saga, laki-laki yang tadi pertama kali melihat kondisi tubuh Rona saat di bawa ke rumah sakit. Ia takut jika nanti gadis itu tak terselamatkan.
Namun akhirnya kekhawatirannya terbantahkan karena setelah lampu pada ruangan yang berada di depan mereka padam dua orang dokter menghampirinya lalu salah satunya memberikan penjelasan kondisi Rona saat itu.
Meski harus menginap hampir dua bulan di dalam ruangan ICU tapi saat ini Saga, Baba Lim dan Dhira sangat bersyukur gadis yang terkenal bandel bagi mereka bisa bangun kembali dalam keadaan yang bisa dibilang lebih baik.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga kini Rona bisa kembali beraktivitas di kampusnya lagi. Seperti mendapatkan sebuah hidayah dari kecelakaan yang menimpanya, Rona kini lebih rajin dan fokus dalam kuliahnya.
⭐⭐
like komen dan vote ya 😘
__ADS_1