ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 14. MENEMUKAN BUKTI


__ADS_3

Melihat Keysha keluar, ibu dan Radit menghampirinya, lalu Radit pun berkata kepada Ibu, "Bu, bolehkah Radit mengajak Keysha sebentar? Radit ingin membicarakan tentang acara besok."


"Silahkan Nak! Ibu sendiri pun bingung, dalam situasi seperti ini apa yang harus ibu persiapkan untuk acara pernikahan kalian besok."


"Ibu cukup menemani Ayah saja, biar Radit dan Key yang mengaturnya, yang terpenting Radit minta dua orang tetangga untuk jadi saksi, biar tidak timbul fitnah Bu, jika Radit dan Key nanti pulang ke rumah."


"Oh, kalau itu nanti ibu minta tolong Pak Kadus dan ayah Rima untuk menjadi saksi pernikahan kalian."


"Mengenai penghulu pernikahan, nanti Radit minta tolong pihak rumah sakit untuk menghubunginya dan mengenai surat menyurat segera menyusul, yang terpenting sah akad dulu sebelum ayah masuk ke ruangan operasi."


"Orangtua Nak Radit bagaimana? Apa mereka akan datang?"


"Kemungkinan tidak Bu, mereka jauh, jadi tidak bisa hadir. Tapi lain kali, Radit pasti akan membawa mereka untuk berkenalan dengan Ayah dan Ibu."


"Mereka setuju Nak!"


"Insyaallah Bu," ucap Radit yang tidak mau membuat ibu bertambah pikiran.


Mereka pun pamit, Radit mengajak Keysha ke kantin, dia memesan jus agar bisa mencairkan suasana.


Radit tahu Keysha pasti terkejut dengan keputusan pernikahan yang mendadak ini, tapi cuma ini cara satu-satunya agar Keysha mau menerima bantuan besar dari Radit dan menerima pernikahan tanpa persetujuan orangtuanya.


"Key, kamu kok diam saja! Kamu marah ya? Maaf, jika kamu terkejut dengan apa yang aku lakukan."


"Aku mencintaimu Key dan usia kita sudah sangat pantas untuk menikah. Aku tidak ingin berlama-lama dan yang pasti aku tidak mau kehilangan kamu, apalagi nantinya kita sibuk dengan karir masing-masing. Waktu kita untuk bertemu jadi terbatas."


"Jika kita sudah menikah, aku setiap hari bisa melihatmu, menjagamu dan kapan pun mau bisa menelepon mu tanpa takut zina lagi, walau itu hanya zina ringan yaitu zina mata dan zina pendengaran," ucap Radit beralasan dan sambil tersenyum.


"Itu cuma alasanmu saja! Aku tahu, sebenarnya kamu memaksakan hal ini, agar aku mau menikah meski tanpa restu Papa dan Mama kamu 'kan!" ucap Keysha yang sebenarnya masih kesal karena Radit mengabaikan persyaratannya.


"Aku jujur Key, sebenarnya itu salah satu alasannya, tapi yang paling utama adalah aku tidak ingin kamu menolak bantuanku untuk membiayai operasi Ayah."

__ADS_1


"Selama ini, Kamu selalu menolak pemberianku, padahal aku ikhlas. Aku tahu kamu selalu minta bantuan Alan kan!" ucap Radit dengan nada sedikit tinggi.


Keysha terkejut, padahal dia sudah meminta Alan untuk tidak mengatakan semuanya, tapi kenapa Alan berkhianat.


Keysha marah, karena Alan tidak menepati janjinya. Padahal selama ini dia selalu ingin membayar tapi Alan yang selalu menolak.


Melihat wajah Keysha memerah, Radit mencoba menenangkan diri, kemudian dia berkata dengan intonasi yang lebih rendah, "Maaf Key, aku tidak bermaksud marah, tapi kenapa kamu setiap ada masalah selalu meminta bantuan Alan. Padahal, aku juga bisa membantumu sama seperti Alan."


"Sekarang kamu tatap mataku dan jawab pertanyaan ku, apa bedanya aku dengan Alan Key?" tanya Radit serius.


"Tidak ada, kalian berdua sahabatku dan aku sudah terlalu sering menyusahkan mu, makanya kali ini aku minta bantuan Alan karena aku tidak mau menyusahkan mu lagi. Apalagi kali ini jumlahnya terlalu besar, Dit!" jawab Keysha.


"Kamu bohongi aku Key! Ini buktinya!" ucap Radit sembari mengulurkan selembar kertas, laporan transaksi uang masuk dari rekening Alan ke rekening milik Keysha.


Bukti itu sudah ada sejak lama dan sengaja Radit simpan di dalam tas kecil tempat ponsel serta dompet yang selalu Radit bawa kemanapun dia pergi.


"Kamu dapat darimana ini Dit? Kamu menyelidiki aku atau Alan yang berkhianat dan memberitahumu?" tanya Keysha.


"Kamu yang membukanya sendiri hingga aku secara sembunyi-sembunyi mencari tahu. Tapi, selama ini sengaja aku simpan, menunggu waktu yang tepat.


"Yang membuatku semakin yakin, tadi aku mendengar langsung obrolan kalian dan Alan bersedia memberikan uangnya untuk membantumu tanpa perlu kamu bayar," ucap Radit sembari mendesah.


Kemudian Radit berkata lagi, "Kamu anggap apa Aku Key? kita sudah jadian, tapi kamu masih saja minta bantuan pria lain, meski itu sahabat kita sendiri!"


"Aku sedih Key, kamu tidak pernah menganggap ku ada, padahal, kita bisa sama-sama memikul masalahmu tanpa harus campur tangan orang lain!"


Keysha hanya menunduk, dia tidak pernah membayangkan jika Radit bisa tahu dan marah seperti sekarang.


"Kamu tidak percaya denganku Key? Apakah Alan memang lebih pantas untuk kamu percayai? Apa karena aku hanya kuli di perusahaan Papa ku, makanya kamu tidak mempercayaiku seperti ini!"


Lagi-lagi Keysha terdiam, haruskah dia mengatakan jika alasan terbesarnya adalah orangtua Radit sendiri.

__ADS_1


"Jawab aku Key! Kamu jangan hanya diam seperti ini!"


"Baiklah Dit, jika kamu memang ingin tahu. Aku tidak mau minta tolong ke kamu, karena orangtuamu!"


"Mereka, menganggap ku sebagai parasit, yang selalu memanfaatkan mu. Makanya, aku utarakan syarat itu ke kamu jika ingin menikahiku!"


"Aku lelah Dit, capek dengan tuduhan dan juga teror dari keluargamu, aku terima selama ini mereka mencekal karirku tapi yang aku takutkan mereka menganiaya keluargaku!" ucap Keysha sambil menangis.


Radit baru tahu, jika ketakutan Keysha begitu besar terhadap keluarganya, lalu dia menggenggam tangan Keysha sembari berkata, "Jangan takut Key! mulai sekarang aku yang akan melindungimu."


"Bagaimana kamu mau melindungiku Dit, jika kamu saja masih tergantung hidup dengan perusahaan Papamu!" ucap Keysha lagi.


"Siapa bilang aku tidak bisa hidup, jika tidak bekerja di kantor Papaku! Kamu harus tahu ya Key, uang yang aku gunakan untuk menolong Ayah bukan uang dari perusahaan Papa, itu murni uangku dari hasil kerja kerasku."


"Kalau kamu merasa tidak percaya, sebentar aku ambil buktinya. Aku mohon kamu tunggu di sini sampai aku kembali!"


Kemudian Radit keluar dari Kantin, sesuai permintaan Keysha pun menunggunya di sana.


Sekitar 15 menit, Radit datang dengan membawa berkas-berkas di tangannya. Kemudian dia menyodorkan berkas-berkas itu kepada Keysha, agar Keysha segera membacanya.


Mata Keysha membulat saat melihat, satu perusahaan atas nama Radit dan satu lagi atas nama dirinya.


"Kamu masih tidak percaya? Seharusnya ini akan menjadi kejutan, aku akan memberikan perusahaan yang atas namamu sebagai mahar pernikahan kita besok!" ucap Radit hingga membuat Keysha merasa bersalah dan akhirnya menangis.


"Maafkan aku Dit, aku tidak pernah mengira tentang hal ini, aku pikir kamu selamanya akan hidup dalam bayang-bayang keluargamu!"


"Aku tahu kamu takut Key? atas nama keluargaku, aku mohon maaf," ucap Radit sembari mengatupkan kedua tangannya.


Keysha menggenggam tangan Radit, lalu dia juga meminta maaf.


Radit mengatakan mulai hari ini Keysha tidak boleh meminta tolong kepada pria manapun selain dirinya dan Radit siap menjadi penopang untuk semua kesulitan yang Keysha serta keluarganya hadapi.

__ADS_1


__ADS_2