ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 57. MERASA BERSALAH


__ADS_3

Radit pergi ke proyek dengan lesu dan dia menemui sang papa untuk meminta izin pulang ke Bandung lebih dulu.


Papa Radit mengizinkan, asal dia besok memberi keputusan tentang tanggungjawabnya.


"Tolong Pa, beri Radit waktu. Radit biar bicara dengan Keysha."


"Kamu ini yah, wanita nggak bisa memberimu anak, masih juga kamu pertahankan."


"Pa! jangan ngomong begitu, kita belum tahu siapa yang salah. Jangan-jangan malah Radit yang nggak bisa memberinya anak."


"Mana mungkin! Keluarga besar kita semuanya punya anak. Nggak ada yang mandul!"


"Sudahlah Pa, bahas yang lain saja."


"Kau harus paham posisi kami Dit, bagaimana jika kamu tidak memiliki anak. Putus garis keturunan Papa."


"Sebenarnya Radit paham dengan harapan orangtuanya, tapi dia sangat mencintai Keysha."


"Siapa tahu, setelah kamu menikah dengan Meli, papa akan mendapat cucu. Coba kamu pertimbangkanlah Dit, kasihan Mama kamu juga, selalu di ejek teman-temannya."


Radit hanya diam, lalu menarik nafas dalam. Dia juga ingin memiliki keturunan tapi nggak mungkin dirinya mempersalahkan Keysha.


Melihat Radit diam, Papanya pun tersenyum. Dia yakin berhasil dengan ucapannya. Radit pasti memikirkan hal itu.


"Kalau kamu mau pulang, pulanglah! Tapi Papa tunggu jawabanmu secepatnya."


"Iya Pa, Radit pamit berangkat sekarang, biar malam nanti sudah tiba di rumah."


Radit tidak memberitahu Keysha tentang kepulangannya, dia ingin memberi kejutan, juga sambil mempersiapkan diri agar tidak gugup saat bertemu Keysha.


Alan yang mencoba hidup di Australia merasa bosan, situasi yang dia hadapi sama saja. Devia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan terkadang tidak pulang.


Akhirnya Alan putuskan untuk menerima tawaran temannya, pindah ke Jakarta dan bekerja sama membuka rumah sakit di sana.


Alan kembali ke Malaysia, dia pamit kepada orangtua dan juga mertuanya. Sebenarnya Ayah keberatan karena Alan telah memiliki klinik sendiri. Tapi, ayah juga kasihan melihat Alan sepertinya tidak bahagia dengan rumahtangganya.


Ayah hanya berharap, dengan kepindahan Alan ke Jakarta, akan membuatnya kembali bersemangat karena dekat dengan sahabat-sahabat karibnya.


Alan berangkat ke Jakarta tanpa memberitahu Radit dan Keysha, dia ingin memberi kejutan.


Sebelum memulai aktivitasnya di sana, rencananya Alan akan mengunjungi rumah Radit. Dia ingin melihat rumah baru sahabatnya itu.


Alan sudah tidak mempedulikan Devia lagi, tapi dia tidak mau bercerai karena memikirkan para orangtua.


Jika Devia menghubungi tetap Alan layani obrolannya, jika tidak dia tidak pernah untuk memulai panggilan. Fokus dengan karir adalah obat bagi Alan.


Radit sudah sampai di rumah, dia berjingkat-jingkat masuk, ingin memberi kejutan.


Saat Key sedang asyik di dapur, Radit pun masuk, dia langsung memeluk pinggang istrinya itu sambil menciumi ceruk leher Keysha.

__ADS_1


Keysha kaget tapi mencium aroma parfum sang suami, lalu dia tersenyum dan berbalik.


"Mas jahil deh, kenapa tidak beri kabar mau pulang. Key kan bisa masakin menu kesukaan Mas."


"Menunya sudah ada kok."


"Memangnya Mas bawa, beli di mana Mas?"


"Ini menunya!" jawab Radit sambil mencium dan ******* bibir sang istri.


Sejenak keduanya melepas rindu, tapi tiba-tiba Radit menghentikan aksinya. Radit ingat akan kesalahannya.


"Kenapa Mas?"


Nggak apa-apa, Mas capek. Mas ke kamar dulu ya!"


"Iya Mas, Key siapin teh dulu, nanti nyusul."


Radit pun mengangguk, lalu dia merebahkan diri di atas tempat tidur sambil memandang foto pernikahan mereka. Radit bergumam, dia meminta maaf kepada Keysha.


Key yang sudah selesai, lalu bergegas ke kamar. Dia melihat Radit tertidur.


Kemudian Keysha membuka kaus kaki, menggulung lengan baju dan membuka dasi Radit agar dia merasa nyaman tertidur.


Namun, ternyata Radit merasakan ada sentuhan di lengan dan lehernya, diapun terbangun dan langsung menarik Keysha ke dalam pelukannya.


Keysha yang rindu langsung mendaratkan ciuman di bibir Radit.


Keduanya saling memadu kasih hingga tak terasa sama-sama tertidur, padahal perut belum terisi. Mereka terbangun pukul 22.00 karena merasa lapar.


Bagaimana ini Mas, Key hari ini tidak masak, tadi rencananya mau dadar telur saja. Tante Ira sedang pulang ke rumahnya dan berjanji besok akan kembali, makanya Key malas masak.


"Ya sudah, ayo kita bebersih badan dulu, setelah itu kita jamaah, kita sudah telat kan?"


"Iya Mas, jadi kita pesan makanan online, apa masih ada driver saat ini Mas?"


"Kita akan keluar cari makanan, pasti masih ada cafe yang buka, sambil jalan-jalan. Aku rindu jalan-jalan berdua denganmu Key."


Keysha tersenyum, lalu dia mengambil handuk dan memberikannya kepada Radit.


"Kita mandi bareng saja ya, biar cepat."


"Iya Mas."


Keduanya pun mandi bersama, lalu melaksanakan ibadah dan bersiap keluar mencari makanan.


Sepanjang perjalanan, Radit kebanyakan diam, dia bingung bagaimana harus jujur kepada Keysha mengakui kesalahannya.


Keysha memandang aneh atas perubahan sikap Radit. Kemudian dia mencoba mencairkan suasana.

__ADS_1


"Mas, Key perhatikan sejak tadi Mas Radit kok diam saja, apa Mas sakit?"


"Eh... enggak Key, banyak pekerjaan yang belum selesai, karena rindu kamu makanya Mas tinggal pulang."


"Oh, jadi Papa yang selesaikan?"


"Iya, paling nanti Mas bantu via telepon."


"Oh ya Mas, bagaimana kabar Alan sekarang ya? Sudah lama dia tidak kontek kita kan?"


"Iya, mudah-mudahan dia betah di Australia dan rumahtangganya adem ayem."


"Iya, aamiin."


"Sebenarnya ada yang ingin Key bicarakan Mas, tentang permintaan Mama?"


"Hemm," wajah Radit langsung berubah pucat.


"Apa yang mama minta Key, nggak yang aneh-aneh kan?"


"Nggak sih Mas, permintaan Mama wajar. Mama ingin kita periksa ke dokter. Mama dan Papa ingin segera punya cucu Mas."


"Ya sudah, lusa kita ke dokter ya," jawab Radit.


"Kalau seandainya Key memang mandul, Mas menikahlah lagi."


Radit terkejut dan langsung mengerem mendadak.


"Apa maksudmu Key, kamu jangan aneh-aneh."


"Key paham Mas, permintaan mereka wajar."


"Kita berobat, mudah-mudahan karena kita kurang subur atau kecapean saja."


"Iya Mas."


"Pokoknya kamu harus percaya sama Mas. Mas mencintaimu apapun yang akan terjadi."


Keysha diam, dia harus bersiap diri jika memang suaminya nanti harus menikah lagi karena dirinya mandul.


Radit melanjutkan perjalanan, dan mereka melihat ada sebuah cafe yang masih buka tapi sudah mulai berbenah akan tutup.


Lalu, Radit turun dari mobil dan bertanya, apakah mereka masih bisa memesan makanan. Pemilik cafe pun meminta tolong kokinya untuk memasakkan apa yang Radit inginkan.


Mereka akan memakannya di rumah saja, berhubung cafe akan segera tutup.


Radit dan Keysha menunggu pesanan sambil ngobrol bersama pemilik cafe, setelah selesai Radit pun membayar pesanan serta memberikan tips kepada koki yang sudah bersedia direpotkan lagi.


Mereka pulang dan Radit masih sama seperti saat pergi, lebih banyak diam ketimbang ngobrol.

__ADS_1


Keysha yakin, pasti suaminya sedang ada masalah, karena sikap Radit yang seperti itu tidaklah biasa bagi Keysha.


__ADS_2