
Mendapatkan penghinaan gembel tidak menjadi masalah bagi Keysha, karena memang saat ini penampilannya sedang berantakan. Tapi jika mereka menghina lagi, Key sudah berniat akan membuat perhitungan dengan menjahili sang pelaku.
Saat Keysha sedang memungut dan membersihkan buah-buahan yang berserakan di lantai, tiba-tiba saja ada seorang gadis yang sengaja menginjak kakinya.
Refleks, Key menjerit dan mengibaskan tangannya hingga jus yang ada di tangan gadis tersebut tumpah mengenai gaunnya yang berwarna putih.
"Hei gembel! Berani sekali kamu mengotori bajuku!" teriak Melanie.
"Ma, lihat ini Ma! Dia mengotori bajuku!" Adu Melanie kepada Sang Mama yang datang mendekat.
"Berani sekali kamu melakukan hal itu terhadap putriku! Walaupun kamu menantu keluarga Arsen, bukan berarti kamu bisa seenak hati membuly putriku. Kamu tahu siapa kami? Atau kamu ingin, saat ini juga saham keluarga ini kami buat anjlok!" ancam Mama Melanie.
"Eh, ada apa Jeng? Kenapa sampai bahas soal saham, bukankah itu urusan para suami?" tanya Mama Radit.
"Lihat jeng apa yang telah menantu gembelmu lakukan terhadap melanie!"
"Maaf Ma bukan aku yang membuat bajunya terkena tumpahan jus. Dia menginjak kakiku saat aku sedang membersihkan lantai, aku kan terkejut dan refleks menyenggol dan akhirnya tumpah lah jus yang dia pegang."
"Sama saja, kan kamu yang menyenggol Melanie! Ayo minta maaf!" seru Mama.
"Baiklah, aku akan minta maaf," ucap Keysha yang pura-pura merasa bersalah.
Keysha mengulurkan tangannya, tapi Melanie malah acuh, mengabaikan uluran tangan Key. Key yang memang ingin mengerjai Melanie, pura-pura hampir terjatuh dan akhirnya menginjak kedua kaki Melanie.
"Aduh! Ma, Tante...dia menginjak kakiku!" ucap Melanie sembari memeriksa kakinya.
Mama sangat geram melihat ulah Keysha, lalu beliau berkata, "Apalagi yang telah kamu lakukan Key!" bentak sang Mama.
"Maaf Ma, aku nggak sengaja, tadi hampir jatuh dan akhirnya menginjak kaki Melanie. Aku saja tadi sudah memaafkan dia, karena menginjak kakiku, masa sekarang dia tidak bisa memaafkanmu."
Maaf Nona dan Nyonya, saya mau ke belakang untuk membuang sampah, daripada sampah ini tetap disini bisa-bisa mengotori pakaian mahal kalian," ucap Keysha yang sengaja ingin menghindar dari teman-teman sang mertua yang angkuh dan sombong.
Mereka terpaksa menyingkir, Melanie yang merasa diabaikan pun kesal. Kini dia harus ke toilet untuk membersihkan bajunya dengan air dan tissue.
Key yang melihat Melanie berjalan ke arah toilet, segera menyusul dan kali ini dia ingin memberi pelajaran langsung kepada gadis resek itu.
__ADS_1
Melanie masuk ke toilet dan Key sengaja menguncinya dari luar. Dengan tersenyum jahil, Key pergi meninggalkan toilet dan meneruskan pekerjaannya membuang sampah. Rencana Key, setelah membuang sampah,o dia akan ke kamar untuk membersihkan diri.
Melanie yang sudah selesai membersihkan bajunya, sangat terkejut dan takut saat pintu kamar mandi tidak bisa dibuka.
Hanya menangis sambil menggedor-gedor pintu dan memanggil sang Mama, yang bisa Melanie lakukan saat ini.
Gadis manja, tidak mengerti apa yang harus dia lakukan selain terduduk, merengek dan menangis.
Sang mama yang tidak melihat Melanie ada disana, celingukan dan mencari kesana kemari. Saat teringat baju Melanie yang kotor, barulah beliau menduga jika Melanie pasti sedang ke toilet.
Mama Melanie mendekati Mama Radit dan merekapun segera mencari Melanie ke toilet.
Keduanya merinding mendengar suara orang merintih dan menangis, tapi mereka harus tetap mencari Melanie sampai ketemu.
Mama Radit, mengendap-ngendap mencari asal suara dan ternyata benar dari dalam toilet.
"Jeng kesini!" panggil Mama Radit.
Mama Melanie pun mendekat, lalu mereka membuka toilet yang terkunci dari luar.
"Kamu kenapa bisa terkunci di dalam melan?"
"Ntahlah Ma! Pasti ada yang sengaja mengunci pintunya dari luar! Hiks...hiks...hiks," ucap Melanie yang masih juga menangis.
"Pasti ini ulah menantu gembel itu!" tuduh Mama Melanie.
"Kita nggak bisa menuduh Jeng, tidak ada bukti. Tadi Key pergi membuang sampah dan menurut bibi, saat aku tadi mencari dan menanyakan dia, Key katanya sedang mandi."
"Jadi siapa lagi yang usil di sini! Kamu sih, rumah besar bukannya di lengkapi dengan kamera CCTV," ucap Mama Melanie.
"Ada Jeng, tapi khusus untuk bagian luar saja. Ayo Jeng kita kembali berkumpul, kasihan yang lain, mereka pasti sudah kelaparan, karena jam makan sudah telat."
Mama Melanie pun berdecak kesal, lalu dia membawa sang putri kembali ke ruang tamu.
"Ayo teman-teman, silakan dinikmati hidangannya, tapi di harap maklum ya, hanya itu yang bisa aku sajikan. Soalnya tadi dadakan belanjanya ke pasar," ucap Mama Radit.
__ADS_1
Satu persatu tamu mengambil makanan dan setelah mencicipinya, mereka pun berdecak kagum.
Salah satu tamu berkata, "Enak sekali rasa makanan ini Jeng, sederhana tapi pas di lidah. Kamu hebat Mama Radit, ternyata selain istri seorang pengusaha terkenal kamu juga pandai memasak. Hidangan ini bukan masakan restoran tapi masakan rumahan. Aku bisa membedakannya, karena ibuku suka memasak seperti ini."
"Ah, Jeng Wanti bisa saja! Itu masakan yang ibuku ajarkan lho, saat aku masih tinggal bersama beliau. Masakan kampung!" ucap Mama Radit yang mengakui masakan Keysha sebagai hasil karyanya.
Mama Radit menuai pujian dari kreasi masakan Keysha. Hari ini dia merasa bangga, karena teman-temannya mengatakan masakan-masakan tersebut sangat lezat.
Keysha yang sudah selesai berdandan dan hendak pergi ke kampus, sengaja pamit di depan teman-temannya Mama, dia ingin menunjukkan jika dirinya bukanlah gembel seperti yang mereka tuduhkan.
Dan barangkali salah satu anak dari ibu-ibu gaul yang hadir di sana, ada yang kuliah di tempat Keysha mengajar.
Key, mendekati Mama Radit, lalu dia mengulurkan tangan dan berkata, "Ma, maaf ya. Key terpaksa harus meninggalkan acara ini, karena mahasiswa Key sudah pada menunggu. Kasihan, jika mereka tidak belajar hanya gara-gara dosennya mengikuti acara arisan."
Ucapan Key memang terlihat biasa, tapi sebenarnya penuh sindiran.
Para tamu yang hadir terdiam, mereka melihat dan memperhatikan Key yang penampilannya sangat berbeda dengan saat tadi mereka barusan tiba.
Salah satu teman mama Radit berceloteh, "Jeng, bukankah ini menantu Jeng yang tadi 'kan? Memangnya dia dosen di mana Jeng? Kok Jeng tidak pernah cerita ke Saya, jika menantu Jeng seorang dosen. Barangkali bisa menolong anak Saya."
"Memangnya anak Ibu kuliah di mana Bu?" tanya Keysha.
"Universitas Harapan Dek."
"Wah Saya juga mengajar di sana Bu. Memang sih, baru ngajar di tahun ajaran sekarang, karena Saya baru tamat kuliah," jawab Keysha.
"Ternyata menantu Mama Radit keren, bisa diterima mengajar di universitas ternama di kota ini, meski berasal dari kampung."
"Paling berkat pengaruh Tuan Arsen makanya dia bisa diterima di sana!" cibir Mama Melanie.
"Tidak Jeng, seleksi penerimaan dosen kemaren sangat ketat. Adik suamiku saja tidak diterima, padahal keluarga suamiku berani bayar mahal, bila pihak universitas mau meloloskannya."
Tamu-tamu yang lain mulai berbisik-bisik mengagumi kehebatan Keysha.
Setelah pamit, Key pun pergi ke kampus, sesuai dengan permintaan Radit harus di antar oleh mang Ujang, sopir keluarga Arzen.
__ADS_1