ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 67. JUJUR TERHADAP IBU


__ADS_3

Pagi hari Radit ke bengkel untuk mengambil mobilnya, kali ini dia nekad ingin menemui ibu Keysha.


Radit ingin menanyakan apakah Keysha ada menghubungi mereka dalam dua minggu terakhir. Dia sudah tidak sabar jika harus menunggu Key aktif mengajar.


Sesampainya di rumah ibu, Radit pun bersimpuh meminta maaf, hingga membuat ibu bingung.


"Nak, sebenarnya ada apa? Berdiri Nak, ibu nggak mau melihat kamu seperti ini."


"Maafkan Radit Bu, Radit salah besar terhadap Keysha dan juga Ibu."


"Apa maksudmu Nak, ibu nggak ngerti."


Radit pun menceritakan semuanya kepada ibu, kini dia pasrah menerima kemarahan dari ibu.


Ibu syok, spontan beliau menampar Radit dan ibu menangis sambil memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa nyeri.


Radit khawatir ibu sakit gara-gara dirinya, lalu dia mengajak ibu pergi ke dokter.


Ibu menolak, beliau tidak berhenti menangis dan meminta Radit untuk bertanggung jawab mencari Keysha.


Ternyata Keysha sama sekali tidak menghubungi ibu, apalagi menceritakan masalah perceraiannya.


Radit makin merasa bersalah, ternyata sebegitu takutnya Keysha membuat ibunya sakit, jika sampai mengetahui permasalahan mereka.


Ibu sudah mulai tenang, dan beliau meminta Radit agar menemukan Keysha secepatnya.


Meskipun marah, ibu tidak menyalahkan Radit sepenuhnya, karena beliau sadar, mungkin Keysha juga salah belum bisa memberikan keturunan untuk keluarga Radit.


Cuma yang ibu sesalkan adalah kenapa Radit sampai menjatuhkan talak 3 kepada Keysha.


Ibu hanya pasrahkan semua pada takdir, jika memang sebatas itu jodoh Radit dan Keysha beliau ikhlas dan rencananya ibu akan mengajak Keysha untuk kembali ke kampung.


Beliau tidak enak menumpang di rumah milik Radit sementara Key dan Radit sudah tidak memiliki hubungan apapun.


"Bu, Radit sangat salah. Walau bagaimanapun Radit telah berselingkuh meski bukan karena kemauan Radit. Radit ingin memperbaiki semua karena Radit sangat mencintai Keysha."


"Kamu tahu apa konsekuensi dari talak 3 yang kamu jatuhkan Nak!"


Radit pun mengangguk.


"Ibu tidak bisa berjanji Nak! kamu yang harus mengobati luka hati Keysha. Jika dia setuju untuk kembali denganmu, Keysha harus menikah dulu dengan pria lain setelah masa iddahnya selesai."

__ADS_1


"Setelah dia di ceraikan oleh suaminya yang baru dan masa idahnya selesai, baru bisa kalian kembali."


"Iya Bu, Radit paham aturan agama tentang hal ini."


"Bagus jika kamu tahu. Apa kamu yakin Keysha mau melakukannya?"


"Radit akan berusaha Bu mengobati luka hati Key, hingga dia mau menerima Radit kembali."


"Lantas, siapa pria yang mau menikahi Keysha dan nantinya mau menceraikan dia. Apa mungkin ada pria yang mau seperti itu Nak?"


Radit terdiam, saat ini pikirannya sedang kacau jadi dia belum bisa memikirkan hal itu.


"Bu, saat ini Radit belum bisa menjawab. Radit ingin mencari Keysha dulu, meminta maaf, memperbaiki kesalahan, baru membujuknya untuk hal itu. Jika Key setuju, baru kami pikirkan siapa pria yang cocok dan rela melakukan pernikahan seperti itu."


"Ya sudah, ibu serahkan semua kepada kalian. Tapi ingat Nak! Ibu nggak mau jika kamu memaksa Keysha. Itu harus kerelaan dia, karena ibu nggak mau Key kembali tersakiti."


"Iya Bu. Radit janji, jika kamu bisa kembali bersatu, Radit tidak akan pernah menyakiti hatinya lagi."


"Meskipun Key nantinya terbukti tidak bisa memberi mu keturunan?"


"Iya Bu. Meski kami tidak memiliki anak, Radit tidak akan menyia-nyiakan Key. Kami bisa mencari kebahagiaan dengan cara mengadopsi anak."


"Inshaallah Bu, bila perlu kami akan tinggal jauh, agar papa mama tidak bisa menyakiti Key lagi."


"Baiklah, ibu pegang janjimu. Sekarang tugasmu mencari Key dan luluhkan hatinya."


"Kalau begitu, Radit pamit Bu. Sekali lagi Radit minta maaf," ucap Radit sambil mencium tangan Ibu Keysha.


Sebagai orangtua, ibu berusaha bijaksana. Beliau tahu, jika Radit benar mencintai Keysha dan tidak berniat menyakiti putrinya itu. Makanya Ibu mengizinkan jika Key memang ingin kembali menjalin ikatan pernikahan.


Radit pergi meninggalkan rumah Ibu, lalu dia menuju kampus, hari ini masa cuti Keysha habis dan besok dia sudah harus masuk.


Sebelum Keysha masuk, Radit ingin meminta tolong ke pihak kampus agar menelepon Radit jika Key besok hadir.


Akhirnya pihak kampus pun setuju, karena melihat kesungguhan dan penyesalan Radit.


Kini perasaan Radit merasa lebih tenang, lalu dia kembali ke rumahnya untuk beristirahat.


Namun, Radit terkejut saat dirinya melihat Meli bersama kedua orangtuanya sedang menunggu di luar rumah.


"Kak, kita jadi menikah 'kan?" tanya Meli.

__ADS_1


"Masih nggak punya malu kamu datang menemuiku Mel?"


"Tapi Kak, meli melakukan hal itu selain di suruh papa kak Radit, karena Meli memang mencintai kak Radit."


"Kalau cinta kamu tulus, kamu tidak akan pernah menyakiti orang yang kamu cintai. Paham kamu Mel! Kamu telah menghancurkan pernikahan ku. Itu bukan cinta tapi ambisi."


"Kakak harus percaya Meli. Aku mencintai Kakak."


"Maaf Mel, cintaku cuma untuk Keysha sampai kapanpun."


"Kak Radit jahat! Kami akan laporkan Kakak ke polisi! Iya kan Pa!"


"Iya, kamu telah melecehkan anak saya, enak sekali kamu mau lari dari tanggungjawab! Jika Meli sampai hamil bagaimana?"


"Jika Meli hamil, saya akan bertanggung jawab. Saya akan mengurus anak itu, jika Meli yang akan mengurus, saya akan beri nafkah hingga dia dewasa. Itu janji saya Om!"


"Jadi, kamu tidak akan menikahi anak saya!"


"Maaf Om, saya tidak bisa! Terserah Om mau apakan saya. Saya mencintai Keysha dunia akhirat!"


"Ayo Mel kita pulang! Kamu mencintai pria yang salah, percuma kamu kejar dan jerat, jika hatinya bukan untukmu."


Meli merajuk saat sang papa mengajaknya pulang. Meli berjanji, jika dia tidak bisa mendapatkan Radit, maka tidak akan dia biarkan perempuan manapun memilikinya.


Radit tidak mempedulikan ancaman Meli dan dia malah berkata, "Jika kamu terus seperti ini, kamu akan mati karena cintamu sendiri."


Papa Meli menariknya pergi, beliau tidak mau lagi Meli memaksakan kehendak, yang akhirnya hanya akan menyakiti dirinya sendiri.


Radit menghela nafas saat keduanya sudah pergi. Dia tidak bermaksud lari dari tanggungjawab, tapi kesalahan itu memang murni karena ulah Meli.


Sekarang perasaan Radit merasa lebih tenang, semua masalah dan uneg-uneg hati tidak ada yang di pendam lagi.


Dengan yakin Radit bertekad akan meluluhkan hati Keysha dan meraih kebahagiaan bersama-sama lagi.


Radit merebahkan diri sambil memandangi foto pernikahannya masa dulu.


Keysha pun terlihat sangat cantik dengan balutan baju sederhana dan senyum tersungging di bibirnya.


Cinta Radit pada Keysha tidak akan pernah berubah meski maut memisahkan mereka.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2