
Radit memeriksa ponselnya dan ternyata benar, Alan sudah memberitahu, jika dia sudah di bandara dan pesawatnya siap berangkat.
Radit membalas pesan dari Alan dan dia mengatakan jika telah mengutus seseorang untuk menjemput Alan, saat dirinya nanti tiba di bandara.
Kemudian Radit memberitahu Keysha, "Benar Key, Alan sudah berangkat. Kamu dan Ibu sebaiknya istirahat, biar aku meminta tolong seseorang untuk menemani adek menjaga Ayah, sementara kita istirahat dan bersiap."
"Baiklah Nak Radit, sebaiknya kalian pulang dulu, nanti ibu menyusul."
"Bu, tidak usah pulang ke rumah, jauh jika kita harus bolak balik. Radit sudah booking penginapan terdekat dari
Di penginapan, Tuan Arsen mengamuk, dia merasa telah dipermalukan oleh Radit.
Tadinya beliau bertekad ingin pulang dan membiarkan Radit dengan pilihannya sendiri, tapi Mama Yuna mencegah.
Mama Yuna mengatakan, siapa yang akan meneruskan usaha mereka, jika Radit tidak kembali, sedangkan adik Radit hanya seorang wanita, lagipula tidak berbakat dalam bisnis, dia lebih suka menggeluti dunia modeling.
"Aku tidak peduli, anak tidak bisa diatur, untuk apa aku harapkan lagi!" ucap Tuan Arsen.
"Bagaimana jika kita pura-pura setuju saja Pa, setelah mereka menikah dan kembali ke rumah, nanti baru kita pikirkan cara lagi untuk memisahkan mereka."
"Tapi Ma, aku tidak mau Radit sampai mendapatkan keturunan dari wanita itu. Bisa rusak silsilah keluarga kita!" ucap Tuan Arsen.
"Itu bisa diatur Pa, nanti Mama yang akan pikirkan jalan keluarnya. Yang terpenting saat ini, tunjukkan ke Radit bahwa kita menyesal dan kita bersedia merestui pernikahan mereka. Tapi, Papa harus bantu Mama untuk meyakinkan Radit, agar mau tinggal di rumah kita setelah mereka menikah."
"Baiklah Ma, Papa percayakan semua ini kepada Mama. Sekarang, kita kembali ke rumah sakit dan kita temui mereka. Oh ya, jangan lupa belikan seperangkat perhiasan sebagai hadiah pernikahan dari kita agar mereka lebih percaya jika kita menyesal."
"Iya benar Pa dan kita pesan nasi kotak juga, lalu kita bagikan kepada para perawat serta keluarga pasien, untuk memulihkan nama baik Papa yang tadi sempat tercemar," usul Mama Yuna.
"Kalian berempat, borong makanan dari beberapa restoran sekitar tempat ini, minta mereka untuk mengemasnya dalam bentuk kemasan kotak, setelah itu bawa langsung ke rumah sakit dan bagikan ke para karyawan rumah sakit serta para keluarga pasien yang ada di sana," perintah Tuan Arsen sembari memberikan uang kepada pengawalnya.
"Harus segera, kalau bisa sebelum jam 5 sore, sudah selesai kalian bagikan! Dan jangan lupa, katakan itu dari Tuan Arsen, syukuran atas pernikahan anak kami," pinta Mama Yuna.
"Baiklah Bu, kami laksanakan tugas sekarang!"
__ADS_1
"Kamu Pak Asep, siapkan mobil, kita akan ke toko perhiasan baru kembali ke rumah sakit. Sekarang kami akan bersiap-siap dulu!" ucap Mama Yuna.
"Baik Bu!"
Tuan Arsen dan Mama Yuna kembali ke kamar, mengganti pakaian mereka dengan pakaian terbaik, lalu keduanya bergegas meminta Pak sopir agar segera berangkat.
Pak sopir segera melajukan mobilnya, mencari toko perhiasan terdekat dari penginapan tersebut.
Sesampainya di toko, Mama Yuna meminta pemilik toko perhiasan untuk menunjukkan seperangkat perhiasan kualitas terbaik yang ada di toko mereka.
Meskipun model dan kualitasnya tidak semewah di toko langganan Mama, tapi setidaknya ada yang bisa mereka berikan sebagai kado dan tanda penyesalan.
Perhiasan itu dikemas unik, dengan tempat transparan hingga orang-orang bisa melihat bentuk dan kilauannya dari luar kemasannya.
Tuan Arsen mengeluarkan kartu black cardnya untuk membayar sejumlah harga perhiasan yang tertulis pada kuitansi.
Mereka segera meminta Pak sopir untuk kembali ke rumah sakit.
Sesampainya di sana, Tuan Arsen dan Mama Yuna merasa kecewa karena tidak menemukan Radit maupun Keysha guna meminta maaf dan menyerahkan hadiah tersebut.
Sekitar pukul tiga sore, Radit, Keysha dan Ibu, tiba di rumah sakit, begitu juga dengan Alan.
Keysha dan Ibu terkejut saat melihat orangtua Radit sudah ada di sana.
Radit mendekati Papa dan Mamanya lalu berkata sembari mengatupkan kedua tangan, "Tolong Pa, Ma, jangan persulit jalan kami untuk mendapatkan ridho Allah," pinta Radit.
Papa memegang tangan Radit, lalu berkata, "Maaf, Papa bersalah kepada kalian. Kami tidak akan menghalangi pernikahan ini lagi."
"Iya Dit, Mama juga minta maaf. Izinkan kami ikut menyaksikan ijab kabul kalian."
Kemudian Mama Yuna mendekati Keysha serta ibu, lalu beliau pura-pura sedih, menyesal dan meminta maaf.
Keysha dan ibu tidak sedikitpun menyimpan perasaan dendam, mereka memaafkan sikap Mama dan Papa Radit yang tadi sangat kasar telah menghina dan menjatuhkan harga diri mereka.
__ADS_1
Mama Yuna memeluk calon menantu dan calon besannya, lalu beliau menyerahkan hadiah yang tadi telah di siapkan.
Keysha tidak langsung menerimanya, dia memandang ke arah Radit untuk minta persetujuan.
Mama Yuna yang melihat hal itu, langsung mendekati putranya, "Apa kalian belum bisa memaafkan kami? Tolong Dit, ini sebagai permintaan maaf Papa dan Mama, juga sebagai hadiah pernikahan kalian."
Radit akhirnya mengangguk kepada Keysha dan Keysha pun mendekati Mama Yuna, "Baiklah Ma, kami terima hadiah dari Mama dan Papa. Terimakasih atas restu Mama dan Papa," ucap Keysha lalu mencium tangan kedua calon mertuanya.
Radit senang, akhirnya masalah yang hampir saja membuat rencana pernikahannya gagal, selesai sebelum akad nikah mereka dilaksanakan.
Papa dan Mama Yuna, berhasil memainkan sandiwara sedangkan Radit dan Keysha tidak menaruh perasaan curiga sedikitpun.
Radit membawa Papa dan Mamanya menemui Ayah, dia ingin antar besan berkenalan sebelum acara di mulai.
Ayah sangat gembira, keinginan terbesarnya bakal terwujud, melihat putrinya menikah dengan pemuda baik dan mendapatkan mertua yang menyayanginya.
Alan juga mengabarkan keadaan Ayah dan dia turut senang, karena hubungan Radit dan Keysha akhirnya mendapatkan restu dari kedua orangtua Radit.
Mereka telah mengantongi izin dari Dokter untuk melaksanakan akad nikah di hadapan Ayah yang saat ini sedang terbaring lemah.
Namun, Dokter meminta, setelah acara akad selesai, semua harus meninggalkan ruangan, agar ayah bisa kembali beristirahat.
Keysha sudah di rias dengan riasan sederhana, dia mengenakan kebaya putih serta hijab senada yang dipadu dengan warna emas. Begitu pula dengan Radit, mengenakan kemeja putih serta jas warna senada.
Mama Yuna membuka hadiahnya dan memakaikan perhiasan tersebut kepada Keysha.
Sambil menunggu kedua mempelai siap berhias, penghulu perkawinan dan para saksi pun masuk ke ruangan Ayah.
Pak penghulu memberi arahan kepada Ayah, karena ini kali pertama beliau menjadi wali pernikahan dan jika merasa tidak sanggup, bisa di wakilkan kepada wali hakim.
Ayah bertekad, beliau harus sanggup menjadi wali nikah dari Keysha putrinya.
Saat ini, Pengantin sudah memasuki ruangan, lalu tanpa menunggu lagi, penghulu perkawinan segera membuka acara dengan memberikan sedikit tausiyah kepada kedua mempelai.
__ADS_1
Ayah dan Radit sudah saling berjabat tangan, keduanya siap mengucap ijab kabul dengan di saksikan oleh para saksi.