ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 20. AKAD NIKAH SEDERHANA


__ADS_3

"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Radit Anggara bin Arsen Prasetya dengan anak saya yang bernama Keysha Amelia dengan maskawinnya berupa seperangkat perhiasan dan peralatan sholat, tunai," ucap Ayah, lalu dilanjutkan lafadz qobul oleh Radit dengan satu kali tarikan nafas.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Keysha Amelia binti Khairul Azmi dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”


"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu perkawinan.


"Sah," ucap kedua saksi diikuti oleh semua yang hadir di sana, lalu mereka mengucap hamdalah, sebagai rasa syukur karena acara sakral itu berjalan lancar.


Keysha mencium tangan Radit suaminya dan Radit pun mencium kening, serta puncak kepala Keysha sembari membaca doa untuk keberkahan rumahtangganya.


Setelah itu, keduanya pun lalu sungkeman kepada kedua orangtua masing-masing.


Tuan Arsen dan Mama Yuna terpaksa memberi restu dan pura-pura bahagia dengan memeluk dan mencium Keysha.


Mengenai buku nikah akan menyusul di berikan oleh pihak KUA nanti sekaligus piagam pernikahan.


Penghulu perkawinan pun membacakan doa agar kedua mempelai diberi keberkahan, menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warohmah.


Setelah semua prosesi akad nikah selesai, kini giliran Alan memberi ucapan selamat.


Alan memeluk erat Radit sambil berbisik di telinganya, "Aku titip sahabatku, semoga kalian senantiasa diberi kebahagiaan dunia akhirat."


Kini pupus sudah harapan Alan, satu-satunya wanita yang dia cintai resmi menjadi milik sahabatnya.


Alan menghapus air bening yang sempat menetes di kedua sudut mata sebelum sahabatnya itu tahu. Rasa sedih tapi juga gembira kini telah membaur jadi satu.


Radit mengucapkan terimakasih sambil menepuk punggung sahabatnya itu, lalu diapun berkata, "Kamu harus secepatnya menyusul kami Lan! Aku janji, akan mengajak Keysha ke Malaysia jika kamu menikah."


"Doakan saja Dit, mudah-mudahan segera datang jodohku," ucap Alan.


Radit dan Alan melepas pelukan, lalu Alan mengulurkan tangannya kepada Keysha.


Keysha menangis, dia merasakan kesedihan sama seperti yang Alan rasakan. Meski, keduanya sama-sama tidak mengatakan dan tidak saling tahu, alasan kenapa mereka bersedih.

__ADS_1


Hanya ucapan terimakasih yang bisa Keysha ucapkan, terimakasih atas dukungan moril serta bantuan materi yang selama ini Alan berikan.


Alan tidak suka melihat Key menangis, dia mengambil saputangan dari sakunya, lalu memberikan kepada Keysha dan berkata, "Kamu jelek jika menangis, hapus dan tersenyumlah! Kesedihan mu sudah berakhir, Radit siap membuatmu selalu tersenyum."


Setelah mengatakan hal itu, Alan pun mengucapkan selamat kepada Ayah dan Ibu serta kepada orangtua Radit.


Sesuai ultimatum dari dokter, setelah acara selesai mereka pun meninggalkan ruangan itu agar ayah bisa beristirahat.


Ayah merasa bahagia meski besok beliau akan masuk ruang operasi untuk berjuang melawan penyakitnya.


Apabila besok, takdir hidup memang menentukan dirinya keluar dalam keadaan tidak bernyawa, Ayah ikhlas.


Ibu memeluk Ayah, beliau tahu apa yang saat ini suaminya pikirkan. Kemudian ibu berkata, "Ayah harus janji, tunggu aku dan kita akan sama-sama pergi."


Ayah menggeleng, lalu menjawab, "Jaga anak-anak Bu! jika besok, Ayah tidak kembali."


Ibu mempererat pelukannya, beliau menangis sesenggukan sambil berkata, "Ayah harus tetap optimis sembuh, kami semua sayang dan membutuhkan Ayah agar tetap di sini bersama kami."


Dokter masuk, memeriksa kondisi Ayah dan ibu pun di minta dokter untuk membiarkan ayah beristirahat.


"Bapak harus semangat, apa bapak tidak kepingin melihat dan menimang cucu nantinya?" tanya Dokter.


Ayah menggeleng, "Saya tidak kuat lagi Dok, untuk menunggu selama itu."


Dokter tidak bisa berkata apa-apa lagi, beliau tahu, kondisi ayah memang semakin lemah.


Tapi, Dokter juga bukan Tuhan yang bisa menentukan kapan ayah akan dipanggil oleh-Nya.


Yang bisa Dokter lakukan hanyalah berusaha, berjuang di meja operasi demi kesembuhan pasien.


Ayah menutup matanya, beliau saat ini hanya ingin tidur dan bermimpi, mimpi indah, bermain bersama anak, istri, menantu serta bayangan sang cucu.


Sementara di luar, para pengawal sudah selesai membagikan makanan sesuai amanat Tuan Arsen.

__ADS_1


Para karyawan rumah sakit dan orang-orang yang tahu siapa Tuan Arsen manggut-manggut dan saling berkomentar.


Kini mereka lebih yakin dengan kebenaran berita yang sering muncul di medsos dan juga surat kabar, bahwa Tuan Arsen benar-benar seorang yang dermawan.


Ribuan nasi kotak telah habis dibagikan, kini berita pernikahan Radit dan Keysha sudah tersiar ke seluruh kota.


Sebagian orang menyayangkan, kenapa Tuan Arsen mendapatkan menantu hanya dari kalangan biasa.


Tapi, sebagian lagi mengelu-elukan, mereka bangga Tuan Arsen tidak memandang rendah keluarga menantu yang memiliki status sosial ekonomi tidak sebanding dengan statusnya sebagai seorang konglomerat.


Radit dan Keysha berterimakasih kepada Papa Arsen dan Mama Yuna atas apa yang mereka lakukan. Saat ini, semua penghuni rumah sakit mengelukan mereka.


Tuan Arsen dan Mama Yuna yang tidak ingin berlama-lama memasang wajah palsu di sana, segera pamit, mereka akan pulang malam ini juga.


Namun, sebelum pulang Papa Mama meminta Radit dan Keysha untuk tinggal di rumah mereka apabila nanti kembali.


Tuan Arsen dan Mama Yuna beralasan, akan kesepian tinggal sendiri dengan rumah yang sangat besar, lagipula Keysha juga siang bekerja, jadi untuk apa tinggal terpisah.


Radit belum memberikan jawaban, dia akan merundingkan hal itu dulu dengan Keysha dan berjanji akan memberikan keputusan saat mereka nanti kembali.


"Ingat ya Sayang, jangan lama-lama! Radit harus bekerja, pekerjaan kantor akan terbengkalai jika dia berlama-lama tinggal di sini! Kamu tidak ingin melihat perusahaan bangkrut 'kan!" bisik Mama Yuna kepada Keysha ketika beliau pamit pulang.


Keysha pun menjawab, "Iya Ma, setelah Ayah operasi dan kondisi beliau stabil, kami pasti pulang."


Papa Arsen juga berpesan kepada Radit untuk tidak berlama-lama meninggalkan tugasnya, beliau mengatakan jika perlu keluarga Keysha ikut pindah agar Radit dan Keysha bisa fokus bekerja.


Radit janji akan membicarakan hal itu kepada keluarga Keysha setelah keadaan Ayah membaik.


Saat ini Radit hanya mohon pengertian Papa dan Mama, agar memberinya waktu, karena dia harus bertanggungjawab sebagai menantu tertua di keluarga barunya.


Setelah berpamitan dengan Radit, Key dan juga Alan, Tuan Arsen dan Mama Yuna pun meninggalkan rumah sakit bersama keempat pengawalnya.


Papa dan Mama Yuna, malam ini kembali ke kota dengan memikirkan, rencana apa yang akan mereka siapkan untuk memisahkan anak dan menantunya itu, saat keduanya nanti menyusul pulang.

__ADS_1


Setelah kepulangan Papa Mama, Radit dan Keysha mengajak Alan untuk beristirahat, menginap di penginapan yang telah Radit booking sebelumnya.


__ADS_2