
Keysha merasa iba melihat Alan di cuekin istrinya. Lalu, Key pamit, pura-pura ingin ke toilet. Dia bermaksud menghampiri Devia, tanpa melibatkan Radit serta Alan.
Melihat Devia tertawa lepas bersama para fans serta wartawan, membuat Key ingin menariknya dari tempat itu dan membawanya ke Alan.
Key yang melihat Alan sedang asyik ngobrol dengan Radit dan tamu yang datang, segera berbalik dan pergi menghampiri Devia.
"Dev, boleh aku bicara sebentar?"
"Eh, kamu! Memangnya ada apa ya?"
"Ada yang ingin aku bicarakan."
"Ya sudah bicara saja di sini, mereka juga teman-teman ku sama sepertimu."
"Tapi, apa yang ingin aku bicarakan hal penting Dev!"
"Ya sudah. Maaf ya teman-teman, aku tinggal sebentar."
Kemudian Devia mengikuti langkah Keysha menuju ke arah toilet. Di sana sepi, jauh dari kerumunan para tamu.
"Ada apa sih! Cepatlah, aku harus kembali ke pesta. Nanti para tamu mencariku!"
"Maaf sebelumnya jika aku ikut campur yang bukan urusanku. Tapi aku tidak bisa diam saja melihat sahabatku kamu perlakukan seperti tadi."
"Apa maksudmu? siapa yang kamu maksud? Apakah Alan?"
"Iya, memangnya siapa lagi sahabat kami di sini, selain Alan dan kamu. Tolong Dev, dia kan suamimu dan kalian pengantin baru, masa sih kamu cuekin begitu, harusnya perhatian mu lebih untuknya ketimbang kepada para fans dan juga para wartawan."
"Itu bukan urusanmu Key, atau kamu di suruh dia untuk menasehati aku? Dia kan tahu bagaimana karirku. Aku tidak mau pernikahan malah menghancurkan karirku."
"Susah lho, untuk mencapai posisiku sekarang. Para fans adalah hidupku, mereka yang telah menaikkan namaku, mana mungkin aku tidak mengutamakan mereka. Jika memang Alan tidak suka ya sudah, tidak usah diterusin pernikahan ini. Mumpung belum terlanjur jauh."
"Kamu kok ngomong begitu Dev, terlalu memandang sepele makna pernikahan. Nanti, kamu bakal menyesal Dev!"
"Saat, dirimu sudah terkalahkan dengan artis pendatang baru, di situlah mungkin kamu baru sadar, jika hidup tidak melulu hanya memikirkan uang, uang, karir dan karir terus. Ada masanya suatu saat kamu pasti akan kembali ke bawah."
"Sudahlah, aku tidak butuh nasehatmu! Aku akan kembali menemui para fans ku. Kalau Alan tidak suka, ya abaikan saja. Kalian 'kan bisa menemaninya nggak musti aku," ucap Devia sambil berjalan melenggak-lenggok meninggalkan Keysha.
Keysha tidak bisa berkata-kata lagi, dia menggeleng dan saat ini semakin iba melihat nasib pernikahan Alan.
Kenapa pria yang dulu dia cintai harus mengalami hal ini. Mendapatkan istri yang egois, hanya memikirkan kepentingan pribadinya saja.
__ADS_1
Memikirkan hal itu, membuat Keysha sedih, hatinya terasa sakit.
Dengan tidak bersemangat, Keysha kembali. Radit dan Alan merasa heran, kenapa Key terlalu lama di toilet dan sekarang malah murung.
"Key, kamu kenapa? Aku perhatikan sejak kembali dari toilet lebih banyak diam?" tanya Alan.
"Iya Yang, aku juga mikir hal yang sama seperti Alan."
"Apa ada yang mengganggu kamu Key, tamu atau siapa gitu?"
"Oh, nggak ada yang mengganggu aku kok Lan. Aku hanya lelah."
Kalau begitu, aku minta Devia ya agar mengajakmu ke kamar untuk istirahat. Nanti bila tamu telah sepi, baru kita ke hotel. Aku telah membooking dua kamar, satu untuk kami dan satu lagi buat kalian. Biar kita bulan madu bersama," ucap Alan sambil menyeringai.
"Aduh Lan, kenapa kami malah merepotkanmu. Seharusnya waktu dua hari Devia di sini, kalian manfaatin untuk santai berdua. Kami bisa tidur di rumah ayah."
"Nggak apa-apa Dit, ini hanya awal dan nanti jika Devia bisa atur waktu, kita bisa lanjut bulan madu lagi ke luar negeri."
"Sebentar ya," ucap Radit sambil mengecek ponselnya.
Kemudian Radit menunjukkan kepada Alan, bahwa dia sudah membooking tempat serta tiket agar Alan dan Devia bisa berbulan madu ke Australia.
"Apa ini Dit?"
Alan menggeleng, "Aku nggak yakin Dit. Aku bisa atur waktu, tapi belum tentu Devia."
"Di coba saja Lan," ucap Keysha.
"Iya, biar kalian bisa lebih mengenal satu sama lain. Seperti kata orang, menumbuhkan cinta setelah menikah."
"Iya deh, nanti aku bicarakan dengan Devia. Terimakasih Dit, Key, kalian selalu mengerti aku."
"Sama-sama Lan, kami ingin kamu juga bahagia seperti kami," ucap Radit.
"Iya Dit, terimakasih."
"Lan, coba kamu ajak Devia ke ruangan lain, biar para fansnya bisa menjauh. Ini... hari untuk kalian, masa dia dari tadi hanya mempedulikan orang lain," ucap Keysha yang akhirnya menceploskan uneg-uneg hatinya.
Keysha tidak rela Alan di kecewakan dan disakiti. Selagi dia ada di sini, Key akan membantu, agar Alan bisa mendapatkan kebahagiaannya.
"Kamu benar Key. Lan cobalah saran Keysha."
__ADS_1
"Bagaimana dengan tamu lain Dit? Datuk dan ayah pasti akan mencari kami."
"Biar kami yang akan memberi alasan dan menjelaskan Lan, mereka pasti paham karena ini demi kebaikan kalian," timpal Keysha.
"Baiklah, akan aku coba. Terimakasih ya Key, Dit. Aku tidak tahu harus curhat dengan siapa, jika kalian tidak ada di sini."
"It's oke. Asal kamu bisa bahagia, kami senang Lan."
"Aku menghampiri Devia dulu ya."
Key dan Radit mengacungkan jempolnya tanda setuju. Dan Alan tidak membuang waktu lagi, dia mendekati Devia dan mengajaknya pergi dari sana.
Awalnya Devia menolak, tapi Alan mengatakan jika dirinya saat ini sedang kurang sehat. Jadi dia mohon agar Devia mengantarnya ke kamar untuk beristirahat.
Setibanya di kamar, Alan mengunci pintu dan mengantongi kuncinya. Hal itu membuat Devia emosi.
"Apa sebenarnya maksud Kakak, mengunci aku seperti ini!"
"Aku suamimu Dev, aku juga butuh perhatian darimu bukan cuma mereka!"
"Sekarang kita istirahat dulu, nanti sore, setelah ashar baru keluar lagi."
"keburu pergi fans ku! Kak Alan jahat, jika tahu begini aku tolak tawaran menikah!" ucap Devia dengan nada tinggi dan dia menghempaskan tubuhnya di atas kasur.
Devia memunggungi Alan, dia ngambek. Satu patah katapun tidak ada lagi keluar dari mulutnya, meski Alan mengajukan pertanyaan.
Alan pun kesal, dia juga membaringkan tubuh untuk beristirahat.
Sementara di luar, para fans juga mulai kesal menunggu Devia yang tidak kunjung kembali.
Datuk dan ayah heran kenapa kedua mempelai tidak ada di tempatnya.
Kemudian mereka bertanya kepada para istri, tapi mereka juga tidak tahu.
Akhirnya, ayah serta Datuk menghampiri Radit dan Keysha mereka menanyakan perihal keberadaan pengantin kepada keduanya.
"Maaf Yah, bukan kami mau ikut campur, tapi kami sengaja meminta Alan untuk mengajak Devia pergi agar para fansnya pulang. Kasihan, sejak tadi Alan dicuekin oleh Devia."
"Oh gitu ya Nak! Ya sudah nggak apa-apa. Harusnya saya yang malu, tidak bisa menasehati Devia," ucap Datuk.
"Ayo, kita temui para tamu lagi dan kita katakan saja jika Alan dan Devia masih istirahat karena kurang sehat," ucap Ayah kepada Datuk.
__ADS_1
Mereka pun kembali menghampiri tamu bersama para istri. Sementara Radit dan Keysha, berjalan keluar, ingin melihat-lihat tamu yang baru datang.
Bersambung....