ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 62. MENANDATANGANI PERJANJIAN


__ADS_3

Radit sudah tiba di rumah sang Mama dan dia sangat terkejut saat melihat Meli bersama kedua orangtuanya juga ada di sana. Tidak lama kemudian, papanya juga pulang.


Ini penentuan nasibnya, nasib rumahtangga yang sedang di ujung kehancuran.


"Duduk Dit!" pinta Mama.


"Mas, apa kabar? Meli kangen."


"Hemm," jawab Radit cuek.


"Saat ini juga, kamu harus memberi kami keputusan. Kami sebagai orangtua Meli tidak mau kamu terus menunda, mau lari dari tanggungjawab!"


"Jangan salah paham Gas, anakku tidak lari dari tanggungjawab," bela Papa.


"Lantas apa namanya, sudah lebih dari 3 hari, tapi dia belum juga memberi putriku kepastian. Aku tidak bisa memberinya tempo lagi. Sekarang atau aku akan tarik semua investasi dan pengacaraku akan membawa kasus ini ke pengadilan!"


"Sabar Gas, kita dengar dulu apa alasan Radit, hingga dia belum juga memberi keputusan."


"Iya Mas, tolong dong jangan kejam begitu. Bukankah perusahaan kita sudah lama bekerjasama. Iya kan Mbak Yu?" tanya Mama Radit kepada Mama Meli.


"Aku terserah Papa Meli Jeng. Aku hanya ingin putriku mendapatkan haknya, setelah apa yang putramu lakukan."


"Iya Jeng, maafkan Radit. Dia pasti akan menikahi Meli dan menceraikan Keysha. Lagipula untuk apa bertahan dengan istri yang tidak bisa memberi kami cucu. Kami yakin, Meli akan segera hamil."


"Ma!"


"Yang Mama katakan benar kan Dit? Keysha mandul!"


Radit hanya mendesah, dia malas berdebat di hadapan Meli dan orangtuanya.


"Jadi bagaimana Dit? Jika kamu setuju, tandatangani perjanjian ini dan pernikahan akan kami siapkan lusa. Jika tidak, kami akan pulang, tunggu saja polisi akan datang ke rumahmu dan perusahaan papa kamu akan di nyatakan bangkrut setelah semua investor ada di bawah kendaliku!" ancam Bagas, papa Meli.


"Tolong Gas, sabar!" mohon Papa Radit.


"Dit, kamu tega melihat perusahaan papamu hancur dan kamu tega melihat Mama akan di ejek dan di sepelekan oleh teman-teman Mama?"


Radit masih diam, dia bingung. Dirinya seperti makan buah simalakama.


"Ayo Nak tolong Kami!" rengek Mama dan kali ini Mama berlutut di hadapan Radit.

__ADS_1


"Sudah Ma, untuk apa kita mengharapkan anak seperti ini. Biarlah kita tinggal di kolong jembatan daripada Mama berlutut memohon kepada anak durhaka yang tidak tahu berterima kasih, seperti dia!" ucap Papa Radit.


"Sudah Gas, aku mundur. Aku tidak memiliki anak lagi! Mana surat menyuratnya, aku akan tandatangani. Perusahaan ku akan menjadi milik Meli tapi aku mohon lepaskan dia, biar dia bahagia melihat orangtuanya hancur! Ini tugas terakhir ku sebagai orangtua. Setelah ini, kami tidak memiliki ikatan apapun."


Bagus menyerahkan surat menyurat yang akan di tandatangani oleh Papa Radit, tapi saat pena sudah di tangan sang Papa, Radit berkata, "Aku akan menceraikan Keysha dan aturlah pernikahanku dengan Meli. Mana perjanjian yang harus aku tandatangani?"


"Terimakasih Nak," ucap Mama sambil memeluk kaki Radit.


"Kamu memang anak Papa, tanggungjawablah dengan apa yang kamu perbuat Nak!"


"Asal mama dan papa tahu, aku melakukan hal ini demi Keysha. Keysha belum juga hamil mungkin karena stres. Dia stres karena tekanan dari Mama Papa. Mana Om surat perjanjiannya!"


Bagus kemudian menyerahkan selembar kertas yang isinya adalah Radit akan menceraikan Keysha talak 3, setelah itu menikahi Meli dan semua saham Bagus yang ada di perusahaan Papa Radit sepenuhnya akan menjadi milik Radit. Pengalihan akan dilakukan oleh pengacara setelah Radit resmi menikah dengan Meli.


Jika Radit melanggar syarat perjanjian, maka semua harta yang Keluarga Radit miliki termasuk rumah dan lainnya akan menjadi milik Meli. Kasus antara Radit dan Meli akan di bawa ke jalur hukum.


Dengan tangan gemetar Radit menandatangani perjanjian itu. Radit menitikkan air mata, hancur sudah rumah tangga yang selama ini menjadi sumber kebahagiaannya.


Meli tersenyum, keinginannya akan tercapai. Lalu dia berkata, "Hari ini juga Kak Radit harus menjatuhkan talak kepada Keysha dan aku mau Kak Radit melakukan itu di hadapanku!"


"Kamu jangan kurang ajar Meli! Kau sudah menghancurkan semua dan kini kau masih ingin mentertawakan kehancuran Keysha! Aku tidak setuju!"


"Ya sudah jika tidak setuju. Pa Ma, ayo kita pulang, aku mau kasus ini lanjut ke jalur hukum!" ucap Meli, lalu dia bangkit dan menarik lengan sang Mama dan siap untuk pergi.


"Baiklah! Sekarang kau senangkan! Melihat kehancuran rumah tanggaku!" Seru Radit sambil berbalik dan pergi meninggalkan mereka semua.


Meli mengejar Radit, lalu ikut masuk ke dalam mobilnya. Radit melajukan mobil dengan kencang hingga membuat Meli ketakutan.


Sepeninggal Radit dan Meli, para orangtua pun tertawa bahagia, rencana mereka sebentar lagi akan terwujud.


"Terimakasih atas bantuanmu Gus, aku ingin secepatnya perempuan itu hengkang dari kehidupan putraku. Selamat datang untuk Meli dan calon cucu kita."


"Sama-sama Sen, Aku juga senang bisa berbesan dengan kalian. Janji kita semasa sekolah akan segera terpenuhi."


"Iya, aku ingat Gus. Kita dulu berjanji akan menikahkan anak-anak kita untuk mempererat persahabatan kita."


"Mama juga senang Pa, akhirnya para benalu menerima takdirnya. Mereka tidak pantas ada dalam kehidupan Radit!"


"Iya kamu benar Ma."

__ADS_1


"Aku juga senang Jeng, akhirnya anak gadisku mendapatkan suami yang tepat, menantu yang sejak dulu aku idamkan."


Para orangtua saling berpelukan, mereka tertawa diatas penderitaan Radit dan Keysha.


Radit terus melajukan mobilnya dengan kencang dan Meli menarik tangan Radit hingga mereka hampir celaka. Mobil Radit hampir saja menabrak pengendara bermotor yang ada di depannya.


Untung Radit bisa mengerem mendadak, kalau tidak satu nyawa pasti melayang gara-gara ulah Meli.


"Kamu mau membunuhku ya Dit!"


"Sudah diam! Jika tidak karena ulahmu, semua tidak akan terjadi."


Meli diam, dia tidak mau kebahagiaannya rusak karena bertengkar dengan Radit.


"Turun! Kita temui pengendara motor itu dan minta maaf!" ajak Radit.


"Kamu sajalah, aku malas!"


"Ayo! Ini semua salah mu!"


Radit menarik paksa tangan Meli dan mereka pun meminta maaf kepada pengendara motor yang hampir tertabrak.


Keysha menjerit saat gelas teh yang dia pegang tiba-tiba pecah dan jatuh mengenai kakinya.


Rekan dosen yang saat itu sedang bersama Keysha merasa kaget dan langsung membantu menyingkirkan kaca dari kaki Keysha.


"Ada apa Bu? Kok bisa pecah?"


"Entahlah Bu, padahal gelasnya baru dan tidak ada retak sama sekali."


"Jangan-jangan ini pertanda buruk Bu, baik keluarga dekat maupun jauh!"


"Mudah-mudahan tidak ada hal buruk yang bakal terjadi dengan keluarga saya Bu."


"Iya, mudah-mudahan kita di jauhkan dari yang buruk-buruk ya Bu! Sebaiknya kita cari alkohol dan Betadine untuk mengobati luka di kaki ibu. Saya rasa di kotak obat masih ada."


"Terimakasih Bu. Untung cuma tergores sedikit dan ini ada serpihan kaca yang masih menusuk."


"Sebentar Bu, biar saya tarik serpihan kacanya. Tahan ya Bu, mungkin agak sakit."

__ADS_1


Keysha meringis menahan sakit, saat serpihan kaca sudah ditarik oleh rekannya. Darah pun keluar dari luka tusukan kaca yang ada di kakinya.


Bersambung......


__ADS_2