ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 31. RENCANA MEMPERMALUKAN


__ADS_3

"Key, aku berangkat dulu ya!" pamit Radit.


"Iya Mas, hati-hati ya. Bila sudah sampai Medan, jangan lupa telepon ya!" pinta Keysha.


"Oke Nyonya," jawab Radit.


"Oh ya, kamu juga harus hati-hati pergi ke kampusnya ya!" ucap Radit sembari menerima uluran tangan Keysha, lalu mencium kening dan memeluknya.


Kepergian Radit sebenarnya membuat Keysha takut tinggal di rumah itu. Tapi, dia juga tidak mungkin melarang, jika hal itu menyangkut urusan bisnis keluarganya.


Begitu mobil yang mengantar Radit menghilang dari pandangan mata, Mama pun memanggil Keysha.


"Key, kamu bisa bantu Mama menyiapkan makanan untuk para tamu kita nanti 'kan?"


"Bisa sih Ma, tapi key harus ke kampus."


"Tolong Mama dong Key, siapa lagi yang akan menolong jika bukan kamu menantu Mama. Bibi akan kelelahan jika mengerjakannya sendiri."

__ADS_1


"Baiklah Ma, aku akan membantu Mama dulu, setelah itu baru ke kampus."


"Nah, begitu dong! Sekarang kamu ke pasar dulu ya, tolong belanja kebutuhan yang akan kita masak."


"Baiklah Ma," ucap Keysha.


"Ini uangnya, terserah kamu mau masak apa! yang penting harus kamu cukupkan. Ya sudah pergilah, nanti kesiangan!" ucap Mama.


Key bingung, harus naik apa ke pasar sementara sopir semua sedang keluar. Jika naik taksi bakal repot, lagipula nggak ada yang akan membantunya membawakan barang belanjaan.


Tapi, karena tidak ingin mengecewakan sang mertua, Key akhirnya naik ojek online saja pergi ke pasar dan diainta tolong, agar driver membantunya.


Key, sudah terbiasa mengelola keuangan yang jumlahnya minim, jadi dia berusaha membeli bahan masakan dengan harga termurah tapi tetap berkualitas bagus.


Dia berkeliling membandingkan harga dan menawarnya hingga bisa mendapatkan harga yang murah.


Setelah mendapatkan semua bahan yang Key butuhkan, diapun pulang dan melanjutkan kegiatan memasak.

__ADS_1


Bibi yang melihat kegesitan Key dalam memasak, sempat terpukau. Beliau tidak menyangka jika Key bisa menyelesaikan dan menyajikan berbagai menu dengan waktu yang singkat.


Setelah selesai memasak, Key menyusun makanan tersebut di meja yang telah bibi sediakan, lalu dia melanjutkan tugas dengan menyiapkan makanan penutup dan juga berbagai minuman.


Ketika Mama memeriksa hidangan tersebut, beliau mencemo'oh, "Makanan apa yang telah kamu masak! jangan buat malu kami ya Key! Ini makanan kampung mana level dengan teman-teman sosialita Saya!"


"Maaf Ma, hanya itu yang bisa aku sajikan, karena waktunya sangat mendesak. Aku tidak bisa berpikir untuk membuat banyak menu Ma! Lain waktu, aku akan membuatkan masakan sesuai yang Mama inginkan," ucap Keysha.


"Ya sudah, sekarang kamu bereskan ruang depan, mereka nanti berkumpul di sana!"


"Baik Ma!"


Keysha segera melanjutkan tugasnya, sekuat tenaga dia menata ruang depan, menggeser barang dan guci yang menurutnya akan menghalangi berkumpulnya teman-teman sang mama.


Setelah rapi, Key pun kembali ke dapur, sebenarnya dia ingin mandi dan berdandan agar tidak terkesan penampilannya seperti seorang pembantu. Tapi, sang Mama mertua malah memberinya tugas lagi untuk membersihkan taman.


Key, tidak membantah, dia dengan membawa sapu, gunting dan selang air menuju taman. Jika urusan taman key sudah terbiasa karena di rumah orangtuanya itu tugas yang hampir setiap hari dia lakukan.

__ADS_1


Dengan mahir key memangkas tanaman dan menggantikan tanaman yang rusak dengan bibit baru, hingga taman itu terlihat rapi.


__ADS_2