
Radit yang kebetulan sedang mengecek pesan, begitu melihat pesan dari sahabatnya segera membukanya dan dia tertawa hingga membuat Key yang sedang rebahan di pangkuan Radit terkejut.
"Ada apa Mas? kok nampaknya senang banget, memangnya ada berita apa?" tanya Keysha.
"Alan Key! Alan akan menikah!" ucap Radit.
"Alan Mas! dengan siapa? Apa warga Jiran juga?" tanya Key penasaran.
Mendengar Alan hendak menikah kenapa hati Key merasa tidak nyaman, ada perasaan sedih, tidak rela campur jadi satu. Padahal hal ini tidak boleh, dia telah memiliki Radit tapi kenapa begitu sulit untuk melupakan Alan."
"Key!" panggil Radit.
"Eh, ya Kak. Siapa wanita yang berhasil menaklukkan hati Alan?"
"Seorang Aktris, saat ini namanya sedang melejit sebagai ambasador dari produk kecantikan yang lagi booming," ucap Radit.
"Oh ya Kak, apa Alan mengirim foto gadis itu?" tanya Key.
"Nggak sih, cuma Alan beritahu untuk mencari fotonya di YouTube atau media lain, namanya Devia Anggie."
"Oh, pastinya sangat cantik kalau memang seorang aktris," ucap Keysha.
"Ya, pasti cantik. Sebentar, biar aku cari dulu Key," ucap Radit.
"Ini dia Key!" ucap Radit sambil menunjukkan foto Devia di ponselnya.
"Wah... cantik ya Mas."
"Tapi masih cantik kamu Key! Kecantikanmu hanya untukku, sedangkan Devia kecantikannya untuk publik."
"Mas Radit bisa saja."
"Serius, nih Alan juga ada curhat, dia terpaksa menerima perjodohan. Tapi, kita doakan saja deh, semoga pernikahannya langgeng dan bahagia."
"Aamiin..." jawab Keysha.
"Mudah-mudahan nanti setelah mereka menikah, Alan bisa merubah Devia menjadi istri yang mau menutup aurat dan hanya mempersembahkan kecantikannya untuk Alan saja ya Mas," ucap Keysha.
"Tapi, aku yakin berat Key. Kita bantu doa saja, agar Alan bahagia dengan pernikahannya," ucap Radit.
__ADS_1
"Iya Mas. Jadi, kapan pernikahannya?"
"Secepatnya kata Alan, karena Devia masih ada kontrak pemotretan di luar negeri. Nanti, saat tanggal akad sudah ditentukan, Alan akan segera menghubungi kita."
"Sudah pasti berat ya Mas, Alan akan sering di tinggal syuting dan nggak mungkin Alan meninggalkan karirnya hanya demi mengikuti sang istri syuting kesana kemari."
"Ya, itu yang aku maksud Key. Pasti berat untuk pernikahan mereka."
"Makanya aku beruntung bisa mendapatkanmu Key, meski penantian ku lumayan lama, tapi saat ini kita bisa bersama setiap hari."
Saat mereka sedang asyik berbincang tentang Alan, telepon Radit berdering, ternyata dari Sang Papa.
"Hallo, ya Pa!" ucap Radit.
"Begini Dit, besok ada undangan dari kolega kita yang ada di Medan, Papa harap kamu yang kesana. Papa sedang ada pekerjaan yang tidak mungkin di tinggal," ucap Papa Arsen."
"Tapi Pa!"
"Tapi apa, kamu keberatan? Istri kamu melarang?" tanya Papa.
"Kenapa Papa menuduh Key seperti itu. Key selalu mendukung apapun keputusan ku Pa!" ucap Radit.
Key yang mendengar pembicaraan Radit dengan Papa Arsen segera menyenggol suaminya dan memberi isyarat untuk mengabulkan permintaan sang Papa.
Akhirnya Radit pun mengalah dan mengiyakan permintaan sang Papa. Besok jam 8 pagi dia sudah harus ke bandara untuk berangkat ke Medan.
Setelah Sang Papa menutup panggilannya, Radit pun berkata kepada Keysha, "Kenapa kamu mengizinkan aku pergi Key? Aku nggak mau jauh darimu, kalaupun pergi kita pergi berdua," ucap Radit.
"Mas, cuma dua hari lho! Aku nggak mau Papa menyangka Mas Radit tidak mau pergi karena aku yang melarang. Apa Mas tega, jika aku yang mereka sudutkan?"
"Iya Sayang, maaf. Mas nggak mau kok jika kamu yang terus dipersalahkan. Oh ya, tapi kamu harus ingat, besok ke kampus minta antar mang Ujang saja, nggak usah naik taksi. Nanti sepulang dari Medan, kita akan beli mobil buat kamu."
"Nggak usah Mas, biar aku beli motor saja. Nanti gajian pertamaku untuk Dp dan setiap bulan aku bisa mencicil dengan hasil gajiku."
"Key, kamu istri siapa? Mana mungkin aku membiarkan istriku naik motor! Apa kata orang nanti Key?"
"Mas, kalau kita selalu mendengarkan kata orang, nggak bakal ada habisnya. Yang terpenting kita tidak menyusahkan orang," ucap Keysha.
"Aku yakin kok Mas kita bisa mandiri. Aku tidak ingin memiliki apapun dengan mengandalkan kekayaan orangtua," ucap Keysha.
__ADS_1
"Tapi, aku memakai uangku sendiri kok Key, bukan uang Papa."
"Iya Mas, tapi prasangka akan tetap ada, selagi Mas masih tinggal dan bekerja di perusahaan Papa. Kecuali Papa Mama memang sudah tahu jika Mas memiliki perusahaan sendiri."
"Nanti Key, tunggu saat yang tepat aku baru mengatakan semuanya kepada mereka," ucap Radit.
"Baiklah Mas, sekarang aku mau siapin dulu pakaian yang akan mas bawa besok," ucap Key sembari turun dari tempat tidurnya.
Tapi belum sempat Keysha melangkah, tangan Radit menarik dan berhasil membawa Key, jatuh ke dalam pelukannya.
"Mas, aku mau siapin baju lho!"
"Tidak, besok pagi saja. Sekarang waktunya untuk kita...," ucap Radit sambil memberi kode.
Key tidak bisa menolak kemauan Radit dan merekapun melewati malam indah bersama.
Keduanya terbangun menjelang subuh, mereka membersihkan diri, lalu beribadah berjamaah. Radit menjadi imam bagi Keysha.
Setelah itu, seperti biasa Key menyiapkan sarapan untuk semua penghuni rumah.
Sejak Key tinggal di sana, pekerjaan Bibi menjadi lebih ringan. Padahal Bibi sering mengingatkan, agar beliau saja yang mengerjakan.
Radit juga meminta Keysha agar tidak melakukan hal itu, tapi Key mengatakan jika dirinya ingin melayani Radit dengan karya masakannya sendiri.
Namun, apa yang key lakukan tetap salah di mata keluarga Radit. Bagi mereka, Key lebih pantas menjadi pelayan Radit ketimbang menjadi istri dan menantu mereka.
Keysha tidak peduli melihat tanggapan sang mertua, yang terpenting baginya Radit menyukai setiap apa yang dia lakukan.
Sarapan sudah tersedia, saat Radit dan orangtuanya datang ke ruang makan. Pagi ini key membuat pancake pisang, roti bakar beserta susu.
Mama Radit yang melihat hidangan di atas meja, lalu berkata, "Mana jus untuk Mama! Pagi ini aku tidak ingin minum susu!"
"Oh ya Ma, sebentar ya biar Key buatkan dulu!" ucap Key. Lalu diapun beranjak dari kursinya dan tidak jadi sarapan bareng Radit.
"Ma, apa salahnya jika Mama minum susu itu. Apabila Mama menginginkan minuman atau makanan yang lain, sebaiknya sejak tadi meminta dibuatkan. Jadi, semua makanan ini tidak sia-sia," ucap Radit yang kasihan melihat Keysha.
"Jadi, kamu tidak suka jika Mama minta tolong di buatkan jus oleh anak menantu sendiri!"
"Bukan begitu Ma, coba Mama lihat, Key rela meninggalkan sarapannya demi memenuhi permintaan Mama."
__ADS_1
Radit pun meninggalkan sarapannya, lalu mendekati Keysha dan membantu Key memeras jeruk dan menambahkan gula pada gelas yang telah Key siapkan.