
"Kamu jangan sok menantang kami, kamu belum tahu bagaimana keganasan kami!" ucap salah satu tahanan di sana.
"Ayo maju, kita buat cacat wajahnya yang putih mulus itu, biar jadi kenangan jika dia pernah merasa sok jagoan di hadapan kita!" perintah bos dari Ke empat tahanan tersebut.
Keysha tidak gentar meski ke-empat orang tersebut membawa pisau.
"Kalian mau apa, silahkan jika kalian mau berurusan dengan Anggara Group dan kalian akan dibenam di sini seumur hidup jika sampai aku terluka! Aku istri dari Radit Anggara, Dirut Anggara Group!" ancam Keysha.
Keempat orang itu saling pandang, lalu tertawa dan bos mereka berkata, "Jangan coba-coba bodohin kami, mana ada keluarga Anggara group yang masuk penjara! Memangnya kamu sudah gila ya, ngaku-ngaku keluarga Anggara Group. Cih... perempuan seperti kamu mana laku jadi istri pewaris perusahaan ternama itu."
"Iya Bos, dia pasti sudah gila. Lagipula kalau memang dia istri dari pengusaha sukses itu, kenapa kita tidak melihat keluarga Anggara Group mengadakan pesta. Gembel sok ngaku keluarga konglomerat!"
"Oh, memangnya kalian kenal dan tahu bagaimana wajah Radit Anggara?" pancing Keysha.
"Orang bodoh dan udik yang tidak mengenal pengusaha muda yang tampan itu," jawab salah satu tahanan tersebut.
"Sebentar ya, aku hubungi suamiku!" ucap Keysha.
"Penjaga, tolong! Aku ingin menelepon suamiku Radit, pewaris Anggara Group! Ponselku ada dalam tas yang terletak di meja depan! tolong Pak!" ucap Keysha.
Penjaga tersebut tadinya tidak perduli akan teriakan Keysha dan hal itu membuat keempat tahanan mentertawakan Keysha.
"Hahaha, kamu pikir ada orang yang percaya dengan bualanmu?"
"Kalian akan menyesal tidak mempercayaiku. Penjaga! kalau kalian tidak percaya, coba cek nomor kontak Anggara Group yang ada dalam ponselku dan jika aku berbohong, silahkan ambil semua isi tasku buat kalian!" ucap Keysha.
Mendengar hal itu, penjaga itupun bersemangat, lalu dia mengambil ponsel Key yang ada dalam tas.
Penjaga itupun memeriksa nomor kantor Anggara Group serta nomor kontak Radit Anggara, yang ternyata memang ada di daftar kontak. Akhirnya diapun tercengang dan tangannya gemetar.
Apalagi saat ponsel milik Keysha berbunyi dan ternyata si pemanggil adalah suaminya.
Dengan tangan semakin gemetar, penjaga itupun memberikan ponsel tersebut kepada Keysha.
__ADS_1
Keysha tersenyum saat dia melihat Radit meneleponnya. Pertolongan akhirnya akan datang di saat yang tepat tanpa Keysha minta.
Radit melakukan panggilan video, dia ingin memberitahu Keysha jika dirinya sudah tiba di bandara. Radit mempercepat kepulangannya dari Medan karena perasaannya tidak enak sejak siang.
Key menerima panggilan tersebut dan Radit yang melihat Key ada dalam terali besi terkejut, lalu diapun bertanya, "Apa yang terjadi Key? Kamu sedang dimana, kok seperti tahanan?"
"Mas, aku dituduh mencuri ponsel mahal milik teman Mama dan mereka membawaku ke kantor polisi. Polisi tidak percaya jika aku tidak mencuri dan inilah akhirnya, aku mereka masukkan ke dalam sel bersama empat tahanan yang terpidana karena membunuh," ucap Keysha.
"Beraninya mereka menuduh dan memenjarakan istriku! Berikan ponsel itu kepada penjaga dan minta dia berikan kepada pimpinannya. Jika aku sampai sana, mereka belum mengeluarkan kamu dari sel, jangan salahkan aku jika mereka semua akan di pecat. Paling minim dipindahkan ke daerah terpencil!" ancam Radit.
"Dan apabila aku lihat kamu sedikit saja tergores, tidak akan ada ampun untuk mereka!"
Keysha sengaja menspeaker obrolannya dengan Radit, hingga para tahanan dan penjaga mendengarnya.
"Kamu tenang saja di sana Sayang, aku segera menjemputmu!" ucap Radit.
"Oh ya, cepat berikan ponsel ini kepada mereka!"
Keysha pun menyerahkan ponselnya kepada penjaga. Dengan gemetaran penjaga itupun mengambil ponsel tersebut, lalu dia keluar dan memberikannya kepada sang atasan.
Sementara keempat tahanan wanita yang mengancam Key dengan pisau silet akhirnya mundur, mereka tidak mau bermasalah dengan keluarga Anggara Group.
"Kenapa kalian mundur! Ayo kesini!" seru Keysha.
"Maaf Nona, maafkan kami. Kami tidak berani menyakitimu!" ucap salah satu tahanan.
"Makanya ibu-ibu jangan terlalu sombong dengan kekuatan yang kita miliki, belum tentu yang terlihat lemah itu kalah. Aku sebenarnya tidak bermaksud menyombongkan suamiku, tapi kalianlah yang telah memaksaku!" ucap Keysha.
"Sekarang kesinilah! kita semua adalah teman, jadi jangan saling menyakiti, seharusnya saling mendukung!"
"Terimakasih Nona, sekali lagi maaf. Maafkan kami!"
"Hei...cepat kembalikan hijab Nona!"
__ADS_1
"Oh ya, ini Nona! Maafkan Saya yang tadi telah menarik hijab Nona," ucap tahanan tersebut sambil mengulurkan tangannya.
Keysha menyambut uluran tangan tersebut, lalu dia berkata, "Kita saat ini memang sedang berada ditempat yang buruk, tapi bukan berarti kita tidak bisa berbuat baik!"
Keempat tahanan itupun merasa malu, lalu mereka berjanji akan memperbaiki diri.
Setelah Keysha memakai hijabnya, penjaga tahanan pun mengeluarkan Key dari sana. Dan Keysha sebelum keluar memeluk keempat tahanan tersebut, yang sudah dia anggap sebagai teman.
Mereka senang bisa mengenal Keysha meski hanya sebentar.
Key menoleh ke belakang lalu melempar senyum dan melambaikan tangan.
"Suatu hari nanti, aku akan kesini untuk menjenguk kalian!" ucap Keysa sebelum menghilang dari pandangan keempat tahanan tersebut.
Key dilayani layaknya tamu dan para atasan di sana meminta maaf atas kesalah pahaman yang terjadi.
Dan mereka berjanji akan memproses kasus ini untuk memulihkan nama baik Keysha.
Setidaknya Melanie dan Mamanya harus meminta maaf atas tuduhan palsu yang mereka laporkan.
Radit yang sudah memasuki area gerbang tahanan merasa geram, kenapa Key harus mengalami hal ini disaat dirinya tidak ada di tempat.
Dan Radit marah terhadap keluarganya yang tidak bisa membela istrinya yang tidak bersalah.
Gigi Radit gemeretak saat pimpinan kepolisian setempat datang menemuinya dan dengan lantang dia berkata, "Kalian itu jangan asal mendengar pengaduan satu pihak! Mentang-mentang mereka anak dan istri dari pejabat seenak hati kalian menyepelekan istriku. Cari bukti dulu, baru tangkap!"
"Maaf Pak, anggota saya memang salah. Saya akan memulihkan nama baik istri Bapak. Besok pagi, kami akan memanggil Nona Melanie bersama ibunya," ucap kepala polisi di lapas tersebut.
"Saya tidak mau tahu, kalian harus buat mereka menginap di tahanan ini meski hanya satu malam! Biar mereka merasakan bagaimana karma dari fitnah yang mereka lakukan terhadap istri Saya!" pinta Radit.
"Baiklah Pak, besok kami akan kabari Bapak jika mereka sudah ada di sini!"
"Ya, Saya butuh bukti bukan hanya janji!" ucap Radit.
__ADS_1
"Ayo Key kita pulang, maafkan aku yang terlambat tahu hingga kamu harus merasakan tinggal di sel meski hanya hitungan jam," ucap Radit sambil memeluk Sang istri.
Keduanya pun meninggalkan kantor polisi dan Radit kembali meminta maaf, karena semua ini berhubungan dengan permintaan mamanya.