ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 21. BELUM SIAP


__ADS_3

Alan yang tidak ingin mengganggu malam bahagia sahabatnya, memutuskan untuk segera masuk ke kamar, dia beralasan bahwa dirinya letih dan mengantuk.


"Bahagia selalu kalian ya, aku masuk dulu, ngantuk!" ucap Alan sembari pura-pura menguap.


"Baru jam berapa sudah ngantuk? payah Pak Dokter kita! Masa kalah dengan Bu guru dan Pak direktur!" ucap Radit sembari menepuk bahu sahabatnya.


"Nanti aku iri melihat kalian, jika lama-lama di sini, aku mau bermimpi dulu, barangkali besok datang jodohku!" ucap Alan sembari melambaikan tangannya meninggalkan Radit dan Keysha yang masih nongkrong di beranda penginapan.


Setelah kepergian Alan, keduanya pun masuk ke kamar mereka. Radit senyum-senyum melihat sang istri yang sedang duduk menghapus makeup nya.


"Aku bantu ya Sayang?" ucap Radit sembari mencium puncak kepala Keysha.


Radit menggeraikan Rambut Keysa yang tidak tertutup hijab, lalu dia menyisirnya perlahan. Rambut panjang sebatas lutut membuat Radit makin mengagumi sang istri.


Baru kali ini Radit melihat Keysha tanpa berhijab dan wanita yang mau merawat serta mempertahankan mahkotanya sepanjang itu sudah sangat jarang.


Ciuman kembali mendarat di pundak key, saat Radit menyibakkan rambut sang istri dan kali ini lebih menimbulkan sensasi yang membuat bulu kudu Key berdiri.


Keysha mengucap bismillah saat sang suami mulai melakukan sentuhan-sentuhan kecil yang jujur membuat key merinding. Rasa takut jelas ada karena ini adalah malam pertama bagi key, di sentuh oleh seorang pria.


Key sudah siap membersihkan wajahnya, dia bangkit dan memberanikan diri menatap wajah Radit, sejenak tersirat wajah Alan di sana hingga membuat Keysha terkesiap, memalingkan wajah dan mengucap istighfar.


Radit yang melihat dan mendengar hal itu memeluk Keysha sembari bertanya, "Ada apa Key?"


"Aku takut! Dan belum percaya, jika kita akhirnya berjodoh," ucap Key, terpaksa berbohong.


"Oh, aku kira kamu melihat setan diantara kita, hingga sampai kamu mengucap!" ucap Radit sembari tertawa menggoda sang istri.


"Aku ke toilet dulu ya Mas," ucap Keysha lalu berjalan meninggalkan Radit.


Radit bengong, baru kali ini dia mendengar Key menyebutnya dengan sebutan Mas. Apa dia yang salah dengar atau memang Keysha telah merubah panggilan sejak resmi menjadi istrinya.


Kemudian Radit tersenyum, dia senang Key memanggilnya dengan sebutan berbeda sebelum dirinya minta.

__ADS_1


Radit kemudian mengambil handuk, dia juga akan membersihkan diri setelah Key selesai.


Keysha memandang wajahnya di cermin, dia tidak habis pikir kenapa wajah Alan sampai terlintas tadi, saat dirinya harus benar ikhlas dicumbu oleh Radit.


Key mendesah, kenapa rasanya susah sekali untuk menghilangkan cinta pertamanya dari dalam hati.


Dia, jadi merasa bersalah terhadap Radit, tapi tidak mungkin Key mengatakan kejujuran yang pastinya akan menyakiti hati sang suami.


Key masih berperang batin, hingga dia lupa jika Radit sudah menantinya.


Suara ketukan pintu dan panggilan Radit, membuat Keysha tersentak, lalu dia buru-buru membasuh tubuhnya sembari menjawab, "Iya Sayang, sebentar lagi selesai."


Radit yang dipanggil Sayang, senyumnya semakin melebar, hatinya saat ini makin berbunga-bunga.


Keysha sudah selesai dengan ritual mandinya tapi dia baru teringat jika tidak membawa baju ganti.


Takut Radit mengetuk lagi, Keysha membuka pintu, lalu menyembulkan kepalanya sambil berkata, "Mas, please ambilkan baju mandiku, aku tadi lupa!" ucap Keysha.


"Boleh. Tapi, panggil aku dulu seperti tadi!"


Radit berbalik dan pergi mengambilkan baju untuk Keysha, tapi belum lagi Key menerima bajunya Radit nyelonong masuk dan mencuri ciuman.


Key terkejut, dia mendorong Radit spontan, hingga membuat Radit terbentuk tembok.


Melihat Radit menahan sakit karena kepalanya terbentur tembok, Key pun merasa bersalah, lalu dia meminta maaf dan mencium Radit sebagai tanda permintaan maafnya.


Radit malah menggoda Key, dia memajukan bibirnya dan menunjuk pipi kanan serta kirinya agar Key juga menambahkan ciumannya di sana.


Keysha tersenyum, lalu diapun menuruti permintaan Radit, tapi Radit tidak berhenti begitu saja, dia menjahili sang istri, hingga membuat Keysha merasa malu saat handuk mandinya hampir saja terlepas.


Keysha buru-buru keluar dari kamar mandi sebelum Radit semakin mesum, dia masih membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri guna memberikan haknya Radit.


Key kaget saat keluar dari kamar mandi, dia melihat sebuah lingerie sudah ada di atas tempat tidur mereka. Key tidak tahu kapan Radit menyiapkan semua itu, seingatnya dari rumah sakit Radit tidak membawa apapun.

__ADS_1


Lingerie warna merah dan sangat transparan pasti membuat Key merasa malu seperti layaknya tak memakai baju.


Keysha membolak balik lingerie itu, dia menimbang-nimbang perasaannya, apakah harus memakai itu sekarang atau tidak.


Jika dia pakai, yang pasti malam ini siap ataupun tidak siap, Key harus memberikan hak Radit. Apabila tidak dia pakai, Key takut Radit kecewa.


Key membawa lingerie itu ke hadapan cermin, dia membayangkan bagaimana rupanya saat mengenakan baju itu.


Lama Key berdiri dan termenung di sana, hingga tanpa sadar, sebuah tangan sudah memeluk pinggangnya dan berbisik, "Pakailah Yang, aku ingin melihatmu mengenakan itu."


Keysha ragu-ragu, tapi dia akhirnya mengangguk hingga membuat Radit makin mengeratkan pelukannya.


Radit menikmati ceruk leher sang istri dan sejenak bersandar menikmati kenyamanan di punggung Key sembari mencium aroma parfum lembut yang Keysha pakai.


Key menggenggam erat tangan suaminya, lalu dia berkata, "Aku pakai dulu ya Yang."


Radit pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Key yang masih tampak ragu. Kemudian, Radit berkata, "Jika belum siap, nggak apa-apa Key. Aku akan tunggu, sampai kamu benar-benar siap."


Keysha berpikir sejenak, lalu dia tersenyum dan berkata, "Aku akan pakai Yang, tapi jujur aku takut!"


"Jangan takut Yang, aku janji akan melakukannya perlahan, hingga kita bisa sama-sama menikmati surganya dunia," ucap Radit setengah berbisik di telinga Keysha.


Keysha pun mengangguk, lalu dia kembali ke toilet untuk mengenakan lingerie yang Radit siapkan.


Radit pun duduk di tempat tidur, mengotak atik ponselnya sambil menunggu Keysha.


Sementara Alan tidak bisa tidur, dia keluar dari kamar dan duduk di beranda penginapan sambil memesan kopi.


Alan menyesap kopinya, sambil mendengarkan musik untuk menenangkan hatinya yang sedang gundah gulana.


Dia tidak bisa seperti ini terus. Mungkin yang terbaik untuknya saat ini adalah kembali ke Malaysia secepatnya.


Menyibukkan diri dengan pekerjaan, pasti bisa menghibur dirinya sambil terus berusaha untuk melupakan Keysha.

__ADS_1


Alan mendesah, lalu dia menyesap kopinya kembali yang ternyata tinggal sedikit.


Setelah kopinya habis, Alan kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya sambil memikirkan alasan apa yang besok akan dia katakan kepada Radit dan Key untuk mempercepat kepulangannya.


__ADS_2