
"Ayo kita berangkat!" ajak Keysha.
"Mau kemana kita Yang?" tanya Radit.
"Bagaimana jika kita ke pasar malam, pasti seru."
"Bagaimana Lan, Kamu setuju?"
"Aku ngikut saja Key, terserah kalian mau membawaku kemana."
Ketiganya pun menuju pasar malam dan sesampainya di sana, Radit mengikuti langkah sang istri yang terlihat senang menikmati pertunjukan serta permainan yang ada.
Kemudian Key membeli makanan dan ikut barisan menunggu antrian.
Dan kesempatan ini Radit gunakan untuk mengobrol lagi dengan Alan.
"Mumpung Key sedang baris antri, kita lanjut pembicaraan tadi ya Lan?"
"Sebenarnya rahasia apa yang kamu simpan Dit?"
"Aku telah melakukan kesalahan Lan, aku tidur dengan rekan bisnis, tepatnya anak gadis dari teman papa."
__ADS_1
"Gila kamu Dit! Kau khianati kesetiaan Keysha!"
"Pelankan suaramu Lan!"
"Aku mengatakan ini kepadamu, untuk meminta saran. Karena besok aku harus mengambil keputusan. Gadis itu minta aku untuk menikahinya, jika tidak dia akan mendatangi Keysha dan mengatakan semuanya."
Sejenak Radit terdiam, lalu dia melanjutkan ucapannya, "Dan Papanya pasti akan menuntutku. Aku telah merenggut keperawanannya Kan!"
"Brengsek kamu Dit, tega kamu melakukan ini!"
"Dengar dulu Lan, dengarkan penjelasanku. Aku tahu, kamu bakal ngomong seperti ini. Aku tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi. Malam itu, kepalaku sakit dan Meli mengajakku jalan, tapi aku menolak. Setelah itu aku tidak ingat apapun lagi."
"Pagi harinya, aku terbangun dan melihat diriku tidur satu selimut dengan Meli. Semuanya terjadi begitu saja Lan. Aku menyesal, aku tidak tahu bagaimana caraku untuk memberitahu Keysha."
"Kok bisa ada papamu?"
"Iya, saat itu Meli menjerit histeris, jadi Papa yang mendengar langsung berlari ke kamarku yang pintunya sempat Meli buka."
"Aneh, sepertinya kejadian ini janggal Dit. Apa wanita itu telah menjebakmu?"
"Entahlah Lan. Memang sih, sudah lama dia menyukaiku, tapi aku selalu cuek. Aku mencintai Keysha Lan dan aku tidak ingin kami bercerai."
__ADS_1
"Aku pun bingung Dit, pasti hati Keysha akan terluka, jika sampai dia mendengar hal ini."
"Lantas, aku harus bagaimana Lan, apa aku tutup saja masalah ini dan menikahi gadis itu sekedar tanggungjawab dan setelah itu aku menceraikan dia?"
"Ide gila itu Dit! Jika dia nanti hamil bagaimana? Mana mungkin orangtuamu mengizinkan kalian bercerai dan gadis itu pasti akan memanfaatkan hal ini karena dia memang menyukaimu. Dia pasti tidak mau diceraikan."
Radit makin bingung, tapi dia segera mengalihkan percakapan saat melihat Keysha tiba sambil membawa makanan.
"Nanti kita sambung ya," ucap Radit setengah berbisik.
"Mas, pegang dulu ini! Aku akan ambil satu lagi. Berikan kepada Alan yang satunya ya!" seru Keysha sembari berbalik setelah menyerahkan dua piring makanan kepada Radit.
Keysha kembali menemui pedagang makanan, sedangkan Radit dan Alan ngobrol kembali sambil menunggu Keysha datang.
"Tolong aku Lan, berikan solusi terbaik, apa yang musti aku lakukan."
"Nanti Dit, aku pikirkan dulu, saat ini otakku sedang buntu, susah untuk mencerna semua."
"Iya, aku tunggu ya Lan, besok aku sudah harus memberi Meli keputusan."
"Dan papa telah memintaku untuk secepatnya menikahinya, beliau memang berharap Meli hamil, karena moment itu yang Papa mamaku paling harapkan dariku. Keysha mereka anggap mandul dan tidak akan pernah bisa memberi mereka cucu."
__ADS_1
"Padahal aku sudah sering menjelaskan kepada mereka, belum tentu Keysha yang salah, bisa saja kesalahan itu ada padaku. Aku yang mandul Lan."
Bersambung.....