ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 72. MENGEMBALIKAN AMANAH


__ADS_3

Cinta yang selama ini terpendam, seperti sebuah bara yang menghangatkan dan lama kelamaan membakar semangat keduanya hingga penyatuan pun terjadi.


Key menangis dalam pelukan Alan, ada rasa bersalah terhadap Radit, tapi dia tidak bisa mengontrol perasaannya saat Alan juga menikmati kebersamaan mereka.


"Kenapa kamu menangis Key? Kamu menyesal? Jujur, aku tidak menyesali semuanya. Mungkin aku sahabat yang egois, karena aku bahagia di atas amanah sahabatku."


Key mendongak dan Alan menghapus air matanya, lalu mendaratkan ciuman di kedua mata Keysha.


"I love you Key...dulu, sekarang dan mungkin untuk selamanya."


Keysha kaget mendengar pernyataan cinta Alan, "Kamu...."


Belum sempat Keysha melanjutkan ucapannya, Alan mengangguk dan kembali mencium bibir mungil Keysha.


"Aku serius Key, aku mencintaimu dari dulu dan mungkin sebelum Radit."


Keysha menangis dan dia menyusupkan wajahnya ke dada Alan. Mulut Key terkunci, dia tidak mampu berkata apapun, hanya isak tangis dan pelukan erat yang mewakili perasaannya.


Melihat sikap Keysha, Alan merasa penasaran dan merasa curiga, lalu diapun berkata, "Tolong tatap mataku Key!" pinta Alan sambil mengatupkan wajah Keysha dengan kedua tangannya.


"Jawab pertanyaan ku dengan jujur, kamu menyesal atau kamu juga merasakan perasaan yang sama seperti ku?"


Keysha makin menangis, dia nggak berani menatap wajah Alan, dia takut kejujurannya akan mempengaruhi perjanjian mereka, hingga menyakiti hati Radit.


"Kenapa kamu nggak berani menatap ku? Apa kamu juga mencintaiku Key?" tanya Alan sambil mendongakkan wajah Keysha dan menatap dalam manik mata Key. Dia ingin mencari kebenaran di sana.


Melihat Key tetap diam, Alan kembali mendaratkan ciuman dan dia ingin berlama-lama di sana, agar menemukan jawaban dari pertanyaan itu.


Mereka terlena dan Alan yakin dengan dugaannya, bahwa Key memiliki perasaan yang sama.


Saat nafas mereka memburu, Alan melepaskan pagutannya dan berkata, "Terimakasih Key. Terimakasih telah mencintaiku. Meski hanya sebulan bersamamu, tapi aku telah menjadi pria paling beruntung dan bahagia, ternyata cintaku tidaklah sia-sia, tidak bertepuk sebelah tangan."


Keysha memeluk Alan dan Alan pun membalasnya lebih erat. Rahasia yang selama ini keduanya simpan rapat-rapat, akhirnya terungkap melalui takdir pernikahan titipan.


"Kita pasrahkan semuanya pada takdir, biar Allah yang menentukan nasib cinta kita. Yang terpenting sekarang, nikmati dan jangan sia-siakan waktu yang ada. Aku ingin bahagia bersamamu, merasakan ikhlasnya cinta istri dan aku akan berusaha menjadi suami yang terbaik serta bertanggung jawab, hingga amanah ini selesai.

__ADS_1


Apakah kamu mau bahagia bersama ku Key?"


Keysha pun mengangguk, hingga membuat Alan kembali mendekapnya erat.


Hari demi hari mereka habiskan dengan saling memberi cinta, saling canda tawa, tanpa ada beban dan gangguan dari siapapun.


Key menjalankan tugasnya sebagai istri begitu pula Alan. Dan Alan merawat Keysha dengan berbagai ramuan, obat-obatan medis serta vitamin penyubur kandungan.


Alan ingin suatu saat Keysha bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi seorang ibu, meskipun bukan dari benihnya.


Waktu terus berlalu, keduanya pun sangat bahagia sampai malam terakhir batas perjanjian yang sudah mereka sepakati.


Besok, Alan akan menceraikan Keysha dan Radit akan datang menjemputnya.


Malam ini Alan dan Key tidak ingin tidur, mereka menghabiskan waktu, bercanda, tertawa, menangis serta memadu kasih untuk yang terakhir kalinya.


Sangat berat untuk melepaskan, tapi apa hendak dikata, amanah harus tetap mereka jaga.


Pagi pun tiba, Radit sudah datang untuk menjemput Keysha. Dan di hadapan Radit, Alan mencium serta memeluk Key dengan mesra untuk terakhir kalinya.


Radit membuang muka, dia tidak sanggup melihat kemesraan keduanya.


Radit terpaku mendengar perkataan Alan, dia tahu jika Alan sedang tidak bercanda.


Kemudian Radit pun berkata, "Aku janji Lan, akan membahagiakan Keysha dan tidak akan pernah menyakitinya lagi. Terimakasih Lan, kamu memang saudaraku," ucap Radit sembari memeluk Alan.


Setelah Radit melepaskan pelukannya, Alan menghampiri Keysha dan dengan sangat berat hati, Alan pun berkata, "Keysha, mulai hari ini kamu bukan lagi istriku. Aku talak kamu!"


Alan pun menitikkan air mata, saat selesai mengucapkan kata talak, begitu juga dengan Keysha.


Radit cemburu, tapi saat ini hatinya senang, tiga bulan mendatang Key akan menjadi istrinya lagi.


Sebelum Radit membawa Keysha pergi, Alan kembali berkata, "Dit, Jika dalam tiga bulan kedepan Allah menentukan lain, aku akan memperjuangkan cintaku kembali."


Radit bingung dengan apa yang Alan maksud, sedangkan Keysha menatap Alan dengan tatapan sedih.

__ADS_1


Sambil menghapus air matanya, Keysha pun berlari keluar villa. Hatinya hancur, takdir telah mempermainkan cinta ketiganya.


Radit pun mengejar Keysha dengan beribu tanda tanya. Dia jadi bingung, kenapa Keysha bisa sesedih itu berpisah dari Alan.


Alan hanya terpaku di tempatnya sambil menatap kepergian keduanya. Saat ini hati Alan juga hancur, cintanya telah pergi, membawa separuh hidupnya.


Dengan langkah gontai, Alan meninggalkan villa. Dia akan membereskan pekerjaan di Jakarta, lalu meninggalkan negeri ini untuk menenangkan hatinya.


Namun, sebelum ke luar negeri, Alan akan menemui Devia yang kebetulan sedang di Jakarta. Alan ingin menegaskan tentang kelanjutan perkawinannya.


Sesampainya di Jakarta, ternyata Devia sudah menunggu Alan dan dia meminta Alan untuk datang ke hotel tempatnya menginap.


Alan pun bergegas menuju alamat di maksud dan sebelum dia mengejutkan Devia tentang maksudnya, ternyata Alan yang lebih dulu mendapatkan kejutan.


Devia memperkenalkan seorang pria dan dia meminta maaf kepada Alan karena telah melakukan kekhilafan.


Saat ini, Devia sedang hamil dan dia ingin mengajukan gugatan cerai agar bisa segera menikah dengan ayah dari bayinya.


Pria tersebut pun meminta maaf kepada Alan dan dia berjanji akan membahagiakan Devia.


Alan hanya menghela nafas, sekali lagi takdir telah mempermainkan pernikahannya.


Saat itu juga, Alan pun menghubungi kedua pihak keluarga, dia memberitahu keputusan bercerainya dengan Devia.


Di hadapan pria tersebut, Alan pun menjatuhkan talak. Kini keduanya tidak memiliki hubungan lagi.


Kemudian Alan menghubungi pengacaranya untuk mengurus surat perceraian mereka. Dan setelah urusan perceraian selesai, barulah Alan akan keluar negeri dan mungkin tidak akan kembali dalam waktu yang lama.


Alan akan menenangkan diri sambil melanjutkan kuliahnya, dia ingin mengambil gelar S3 ilmu kedokteran.


Semua kembali ke kehidupannya masing-masing, Alan membereskan pekerjaan dan mencari dokter pengganti sebelum dirinya pergi.


Devia masih melanjutkan karirnya sambil menunggu pernikahan baru setelah masa iddahnya selesai.


Sementara Keysha bukan lagi seperti Keysha yang dulu, kini hidupnya diselimuti kesedihan, murung serta kebanyakan melamun.

__ADS_1


Radit pun ikutan sedih, dia gagal membuat Keysha tersenyum kembali.


Bersambung.....


__ADS_2