ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 27. RENCANA MAMA


__ADS_3

"Mama bilang apa Sayang?" tanya Radit.


"Cuma minta bantuan kok Mas, besok teman Mama akan datang dan berkumpul di sini. Mama ingin memperkenalkan aku dengan teman-teman sosialitanya."


"Oh, aku pikir ada apa? Kamu jangan terlalu mengikuti kemauan Mama dalam bergaul. Ikuti apa kata hatimu saja Key, lagipula aku kurang setuju dengan para ibu-ibu yang meninggalkan keluarga hanya untuk ngerumpi nggak jelas, shoping ke luar negeri hanya untuk bergaya saja. Lebih baik, jika ingin berjalan-jalan ajak suami dan anak."


"Iya Mas, aku setuju dengan pendapat Mas Radit."


"Satu hal lagi, jika besok ada yang berusaha ingin mempermalukan mu, lawan! Jangan kamu diam saja," pinta Radit.


"Memangnya siapa Kak? Apa ada teman mama yang seperti itu?" tanya Keysha.


"Pasti ada Key, teman mama ada yang mau menjodohkan ku dengan putri mereka, tapi aku menolak karena tingkah putrinya tidak jauh beda seperti ibunya. Pasti mereka akan mencari-cari kesalahan mu untuk mempermalukan mu."


"Ngeri juga ya Mas, bergaul dengan ibu-ibu kalangan atas," ucap Keysha.


"Nanti kamu akan tahu Key, masih banyak lagi yang lebih parah dari itu," ucap Radit.


"Kalau begitu, aku fokus di kampus dan pulang bareng Mas Radit saja, jadi aku punya alasan untuk menolak ajakan Mama berkumpul dengan mereka."


"Boleh, itu lebih baik menurutku. Yang aku takutkan mereka membuly mu saat aku tidak ada."


Key jadi takut, rasanya dia belum siap untuk masuk ke dunia orang kaya. Key saat ini membayangkan bagaimana mereka dengan gayanya masing-masing memamerkan kekayaan dan barang branded yang di miliki, sementara dirinya tidak terbiasa dengan hal itu."


"Sudah jangan terlalu di pikirkan, ayo kita masuk!" ajak Radit.


"Key pun masuk dan dia ternganga saat melihat kamar Radit begitu besar, dengan dekorasi yang indah dan di dalamnya lengkap fasilitas termasuk televisi, kulkas, tempat tidur dan lemari ukiran Jepara yang sangat indah, sofa empuk juga ada."


Key jadi minder, saat Radit tinggal di rumahnya semua fasilitas sederhana dan tentunya sudah usang, tapi dia tidak pernah mengeluh. Padahal di rumahnya semua fasilitas ada termasuk mandi sauna.


Melihat Key berdiri mematung sambil memandang ke sekeliling, Damar pun memeluknya lalu berkata lirih di telinga Keysha, "Semua ini cuma titipan, jadi tidak ada yang membedakan antara tinggal di kampung dan di sini Key. Malah aku lebih nyaman saat di kampung, tapi apa boleh buat pekerjaan menuntut kita untuk kembali ke sini," ucap Radit.


"Kak Radit bercanda. Mana ada enaknya tinggal di kampung yang semua serba kurang," jawab Keysha.


"Sekarang kamu ngomong begitu, nanti setelah beberapa lama di sini, kamu pasti akan bisa membedakannya. Nyaman di sini atau di kampung," ucap Radit lagi.


"Ayo bersihkan diri dulu, biar nanti aku antar kamu ke kampus, atau kita mandi bareng saja Key," ucap Radit sambil tersenyum mesum menggoda sang istri.

__ADS_1


"Ih... nggak Kak, aku mandi dulu ya. Kak Radit maunya, cari kesempatan di dalam kesempitan," ucap Key sambil mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi.


Radit tersenyum melihat tingkah Keysha. Walaupun sudah menjadi istri, tapi Key masih saja malu saat Radit menyinggung tentang pergaulan suami istri.


Tapi Radit senang, Keysha membuat hidupnya lebih memiliki tujuan yaitu membahagiakan Key dan anak-anak mereka kelak.


Saat Radit dan Key sudah bersiap, Mama datang sambil memegangi perutnya dan beliau meminta Radit untuk mengantarnya ke klinik dokter langganan.


"Dit, tolong Mama dong! Perut mama sakit sekali. Tolong antarkan Mama ke klinik langganan Mama, karena dokter di sana lebih tahu menangani Mama karena sudah terbiasa."


"Tapi Ma! Radit harus mengantar Key dan arahnya berlawanan dengan klinik!"


"Tolong Mama dong Dit! Ya Key, kamu naik taksi saja ya. Jika mama yang naik taksi takutnya jika ada apa-apa bagaimana?"


"Iya Ma, nggak apa-apa kok, Key biasa naik taksi," ucap Keysha.


"Tapi Key, ini hari pertamamu di kampus masa aku tidak mengantarmu," ucap Radit.


"Key bukan anak kecil lagi Mas, yang baru masuk harus di antar oleh orangtuanya. Pergilah Mas, kasihan Mama sangat kesakitan," pinta Keysha.


"Mang Ujang kemana Ma? Apa tidak masuk?"


"Sudahlah Mas, antar Mama dulu, ini aku pesan taksi online saja."


"Maaf ya Key, aku janji pulangnya aku yang akan menjemputmu. Kamu tunggu aku ya, jika nanti telat datang," pinta Radit.


"Nggak apa-apa Mas. Jika Mas lelah, aku pulang sendiri saja Mas," ucap Keysha.


"Nggak boleh, tunggu aku!" ucap Radit.


"Baiklah, Key pamit dulu ya Ma, Mas," ucap Key sembari mencium tangan mama dan juga Radit.


Mama tersenyum, beliau senang, hari ini rencana pertamanya berhasil.


Key pun pergi ke kampus dengan taksi online dan Radit pergi ke klinik langganan mamanya.


Sesampainya di kampus, Key bergegas menuju ke ruangan khusus dosen, disana para dosen senior sudah berkumpul, Key pun merasa malu karena dia telat datang.

__ADS_1


Para senior tidak mempermasalahkan hal itu, karena ini bukan acara formal, hanya perkenalan saja dengan para dosen baru sekaligus membicarakan pendelegasian tugas masing-masing.


Key senang, rekan-rekan kerjanya sangat ramah dan dia tidak segan minta bimbingan dari para seniornya.


Acara perkenalan berakhir dan Key sudah mendapatkan jadwal tugasnya. Minggu depan dia sudah harus aktif mengajar mahasiswa baru.


Key menunggu kedatangan Radit, dia tidak berani telepon karena takut mengganggu Radit yang sedang bersama sang Mama.


Melihat Key berdiri di pelataran kampus, seorang dosen senior mendekatinya, "Selamat sore Bu, lagi nunggu jemputan ya?"


"Oh, selamat sore Pak. Iya Pak, lagi nunggu suami, katanya mau jemput. Barangkali sedang terjebak macet," ucap Keysha.


"Telepon saja Bu, jika belum jalan, biar sekalian pulang dengan saya, melihat alamat yang ibu katakan tadi saat perkenalan, rumah kita sejalan. Jadi, apa salahnya jika kita pulang bareng daripada ibu harus menunggu kemalaman di sini. Sebentar lagi senja lho Bu?" ucap Pak Tirta.


Radit masih berada di klinik, dia menunggu sang mama yang sedang diinfus. Radit merasa gelisah, dia tadi berjanji akan menjemput Keysha, tapi dia juga tidak bisa meninggalkan mamanya sendirian di sana.


Sementara sang Papa mengatakan belum bisa pulang karena sedang ada jamuan makan dengan tamu dari Jepang.


Sang mama menyembunyikan senyumnya di balik selimut saat melihat Radit mondar-mandir, gelisah karena tidak bisa pergi meninggalkannya.


Rencana kali ini juga berhasil, ternyata sang Papa sengaja belum pulang karena permintaan sang Mama.


Akhirnya Radit pun menelepon dan meminta Key untuk naik taksi saja.


Dosen senior yang masih berdiri di sana pun mendengar percakapan Key, lalu dia memutuskan untuk menunggu, barangkali Key mau menerima tawarannya untuk pulang bareng.


Key menutup teleponnya, lalu dia hendak memesan taksi tapi ternyata ponselnya lowbat dan akhirnya mati sebelum pesannya terkirim.


"Bagaimana Bu, apa suaminya tidak bisa datang?"


"Iya Pak, ibu mertua sedang di rawat, jadi suami harus di sana menjaga ibu. Dan ini, Ponsel saya kehabisan baterai pula, jadi nggak bisa pesan taksi."


"Ya sudah ayo Bu, biar saya antar!"


"Baiklah Pak. Maaf, jika Saya merepotkan Bapak," ucap Keysha.


"Nggak apa-apa kok, ayo Bu!" ajak Pak Tirta.

__ADS_1


Keysha pun akhirnya pulang dengan Pak Tirta. Sepanjang perjalanan Key lebih banyak diam, sebenarnya dia tidak enak telah merepotkan rekannya.


Dan key juga tidak enak jika penghuni rumah melihat dirinya diantar oleh pria asing yang tidak mereka kenal.


__ADS_2