ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 26. KEMBALI KE KOTA


__ADS_3

Malam tahlilan ketujuh telah selesai dan Radit berbicara kepada para tetangga serta kerabat tentang pendirian Koperasi Serba Usaha.


Pembicara sengaja Radit datangkan ahlinya di bantu oleh para perangkat desa. Setelah membahas masalah pendirian, Radit segera menuliskan sejumlah uang dalam selembar cek, lalu menyerahkan kepada Pak Lurah.


Radit penyumbang dana terbesar untuk modal awal pendirian koperasi tersebut karena dia ingin masyarakat desa tempat Keysha tinggal bisa terbebas dari jeratan rentenir juga pengijon.


Pak Lurah mengucapkan terimakasih kepada Radit dan keluarga Keysha, beliau berjanji akan mempercepat proses pendiriannya bersama badan terkait.


Malam itu Radit sekalian pamit, kepada tetangga karena besok dia dan Key harus kembali ke kota disebabkan pekerjaannya yang sudah menumpuk.


Radit titip Ibu dan adik-adik untuk sementara waktu, sampai urusan surat-surat kepindahan sekolah selesai.


Keysha bertekad akan membawa ibu beserta adik-adiknya ke kota, agar mereka bisa bersama-sama terus.


Saat ini Key juga sudah menerima panggilan sebagai dosen, jadi dia bisa membutuhi keperluan adik dan ibunya tanpa menyusahkan Radit.


Untuk biaya hidup Ibu beserta adik-adiknya sementara, masih bisa menggunakan uang yang Alan berikan saat terakhir pengobatan Ayah.


Setelah kerabat dan tetangga pulang, Radit mengumpulkan adik-adik, kini dialah kakak tertua untuk mereka.


"Akhsan, Ikhwan dan Kiara, kalian bertiga harus selalu akur dan bantu ibu di rumah. Bulan depan kita sudah bisa tinggal sama-sama di kota. Sementara ini pihak sekolah masih mengurus surat kepindahan kalian," ucap Radit.


"Benar kata Kak Radit, kamu Akhsan, sebagai anak laki-laki tertua, sekarang kamulah pengganti ayah dan tanggungjawab untuk mengawasi adik-adik ada di pundakmu! timpal Keysha.


"Iya Kak," jawab Akhsan.


"Besok Kami pulang, jadi kalian harus perhatikan ibu, bantu ibu semampu kalian."


"Iya Kak," jawab ketiganya serempak.


"Ya sudah, pergilah tidur. Besok takutnya kita telat bangun," pinta Keysha.


Setelah menasehati adik-adiknya, Keysha dan Radit pun membicarakan tentang kepindahan mereka nanti.


"Oh ya Bu, jika kita semua sudah pindah ke kota, bagaimana dengan perawatan rumah dan sawah?"


"Apa kita jual saja ya Nay, uangnya kita belikan rumah di kota meski cuma dapat rumah kecil," ucap Ibu.


"Kalau menurut Radit, jangan di jual Bu, saat kita nanti ziarah ke makam Ayah, jadi kita memiliki tempat untuk singgah dan menginap. Lebih baik rumah dan sawah di sewakan saja. Minta tolong dengan Pak Kadus untuk mencarikan penyewanya."


"Maksud ibu, biar nggak perlu nyewa di kota lho Nak. Kami tidak ingin menyusahkan kalian, jadi sebaiknya kami punya rumah sendiri," ucap ibu.


"Ibu nggak usah sungkan, Radit anak ibu juga, Inshaallah nanti Radit usahakan untuk membeli rumah sebagai tempat tinggal ibu beserta adik-adik," ucap Radit.

__ADS_1


"Terimakasih Nak, maaf jika kami menyusahkan kalian."


"Bu, siapa bilang ibu menyusahkan kami. Kami tidak mungkin bisa membalas jasa orangtua, yang kami lakukan belum ada seujung kuku pun untuk membahagiakan ayah dan ibu," ucap Keysha.


"Ibu sangat bersyukur memiliki anak seperti kamu Key dan merasa sangat beruntung bisa mendapatkan menantu seperti Nak Radit," ucap Ibu.


"Kami yang lebih beruntung Bu, meski tidak bisa merasakan kasih sayang ayah lagi," ucap Key sedih.


"Sudah Sayang, jangan sedih. Ikhlaskan kepergian ayah, kasihan beliau di sana jika melihat anak-anaknya terus bersedih. Kita doakan saja ayah, agar mendapatkan tempat terbaik di sana," ucap Radit sambil mengelus kepala sang istri.


"Besok kalian berangkat jam berapa Nak?"


"Pagi Bu, sekitar jam 7. Karena tengah hari Key sudah harus masuk kampus, perkenalan dengan rekan-rekan dan lusa Key sudah mulai mengajar."


"Alhamdulillah ya Key, ibu senang, akhirnya kamu bisa menjadi dosen sesuai impianmu."


"Kalau Key, Radit yakin Bu, suatu saat dia pasti bisa jadi rektor," ucap Radit.


"Aamiin...," jawab Key dan ibu bersamaan.


"Kalau begitu pergilah kalian beristirahat Key, ibu juga sudah mengantuk. Usia tua, tidak tahan lagi, jika begadang terus menerus."


"Iya Bu, ayo kita tidur."


Masing-masing bergegas melaksanakan kewajiban, lalu Key beranjak ke dapur untuk memasak sarapan. Ternyata, ibu sudah lebih dulu memasak nasi goreng.


"Maaf Bu, Key telat," ucap Key malu.


"Nggak apa-apa Key, panggil suamimu dan juga adik-adik, biar kita sarapan bareng," ucap Ibu.


"Iya Bu."


Keysha pun memanggil Radit dan juga adik-adiknya, lalu mereka pun sarapan bersama.


Nasi goreng buatan ibu memang menjadi pavorit bagi Key dan juga adik-adiknya, makanya langsung ludes tidak bersisa lagi.


Radit juga memuji masakan ibu. Menurutnya, jika ibu membuka usaha catering atau restoran pasti bakal laris.


Setelah selesai, key membereskan dapur lalu dia bersiap untuk pulang bersama Radit.


Mereka pun pamit kepada ibu dan mengatakan jika surat menyurat sudah selesai, Radit dan Key akan datang untuk menjemput ibu serta adik-adik.


Key sedih harus meninggalkan keluarganya, tapi dia tidak mungkin berlama-lama lagi di kampung karena pekerjaan sudah menunggu mereka.

__ADS_1


Radit melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan mereka sudah meninggalkan kampung Babakan menuju kota.


"Key, untuk sementara kita tinggal di rumah Papa ya, sampai kita bisa membeli rumah sendiri," ucap Radit.


"Key terserah Mas Radit saja. Istri manut Mas kemanapun suami mengajak tinggal, termasuk ke lubang semut kalau muat,"


Radit pun tertawa sambil


mencolek hidung Keysha, lalu kembali fokus menyetir. Radit tidak ingin terjadi hal buruk jika


sampai dia meleng.


Papa Mama Radit yang sudah diberitahu bahwa hari ini mereka pulang, segera meminta pembantu untuk menyiapkan kamar.


Mama sudah bersiap dengan rencana-rencananya kedepan, yang akan menyingkirkan Keysha dari jalan Radit.


Mobil Radit sudah memasuki kompleks perumahan elite dimana orangtuanya tinggal, yang menurut Key sangat wow dan baru kali ini dia menginjakkan kakinya di sana.


Kemudian Radit memencet bel dan ternyata mamanya yang membukakan pintu.


"Mari masuk Sayang, syukur deh kalian sudah sampai, Mama sudah memasakkan makanan pavorit kamu lho Dit," ucap Mama.


"Terimakasih Ma."


"Oh ya Key, kamu sebagai istri harus tahu apapun kesukaan dan kebiasaan suami mu. Karena Radit itu makannya rada susah."


"Iya Ma, Key akan banyak belajar dari Mama."


"Besok teman-teman Mama mau pada datang, mereka katanya ingin berkenalan denganmu, ingat ya! Jangan buat malu Mama," ucap Mama setengah berbisik, hingga tidak terdengar oleh Radit yang sudah masuk duluan.


"Iya Ma, Key akan berusaha tidak mempermalukan keluarga ini."


"Besok bantu bibi ya melayani mereka karena pembantu kita yang satu lagi sedang pulang kampung!" pinta Mama.


"Baik Ma," jawab Keysa.


"Key buruan, kita istirahat dulu! Kamu nanti jadi ke kampus 'kan?" tanya Radit kepada Key yang tertinggal di belakangnya.


"Iya Mas, sebentar lagi ngobrol sama Mama."


"Pergilah! Tapi ingat apa yang Mama minta ya!"


Keysha pun mengangguk, lalu dia pergi menyusul Radit yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2