ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 15. TIDAK MAU DIKEMBALIKAN


__ADS_3

"Dit, bolehkah aku menelepon Alan? Aku harus memberitahu dia, bahwa besok uangnya tidak usah di transfer," ucap Keysha.


"Iya, sekalian beritahu tentang pernikahan kita besok, mudah-mudahan dia bisa ikut menjadi saksi pernikahan kita besok," jawab Radit.


"Kata Alan, dia akan tiba di bandara saat jam makan siang, nah ditambah waktu perjalanan ke sini, sekitar jam 2 atau jam 3. Memangnya pernikahan kita dilaksanakan jam berapa Dit?"


"Aku akan minta tolong penghulu pernikahan untuk mengundurkan acara akad. Kita akan laksanakan sekitar jam 5 sore, jadi ada tenggang waktu buat Alan, jika dia terlambat sampai."


Kemudian Keysha pun melakukan panggilan kepada Alan setelah mendapatkan izin dari Radit.


Panggilan Keysha pun tersambung, Alan langsung menerimanya, dia ingin memberitahukan jika uang yang Keysha butuhkan sudah sebagian dia transfer.


"Hallo Key, kamu sudah bisa konfirmasi ke dokter bedah, uangnya sebagian sudah aku kirim, sebanyak 80 juta. Sisanya besok pagi ya Key! Kebetulan temanku ingin investasi dalam klinikku, jadi bisa aku pergunakan dulu untuk kebutuhan kamu," ucap Alan.


Keysha merasa tidak enak, dia bingung harus mulai darimana mengatakan jika dirinya tidak membutuhkan uang itu lagi.


Radit yang melihat Keysha hanya diam, lalu meminta ponsel Keysha, dia yang akan berbicara dengan Alan.


"Hallo Lan, ini aku bukan Keysha!" ucap Radit.


"Oh, kamu Dit. Maaf ya, aku pikir tadi itu Keysha."


Alan pun jadi canggung, karena dia sudah berjanji dengan keysha untuk tidak membocorkan rahasia mereka.


"Anu Dit, kamu jangan salah paham ya, uang yang ku transfer tadi...."Alan menghentikan ucapannya sambil memikirkan alasan apa yang harus dia katakan.

__ADS_1


Radit tahu Alan merasa tidak enak, lalu dia menjawab, "Aku tahu Lan. Terimakasih karena kamu telah bersedia membantu kesulitan Key."


"Tapi Lan, aku mewakili Keysha mohon maaf, nanti uangmu aku kembalikan ya, dana perobatan Ayah Key sudah sejak pagi aku lunasi dan Keysha tidak tahu itu. Aku sengaja ingin memberinya kejutan. Aku tidak tahu jika Key, meminta bantuan dari mu Lan!" ucap Radit sesopan mungkin agar tidak menyinggung perasaan sahabatnya itu.


"Oh, syukurlah Dit. Jadi operasinya bisa segera dilakukan. Nggak usah dikembalikan Dit, berikan saja untuk keluarga Nayla, bukankah setelah operasi, Ayah Keysha harus istirahat total, jadi bisa dipakai untuk kebutuhan mereka selama beliau belum bisa bekerja.


"Nggak usah Lan, kata Key kamu baru memulai buka klinik, pasti membutuhkan biaya yang besar, jadi uang itu bisa digunakan untuk usaha kamu. Oh ya, besok kamu tiba di sini sekitar jam berapa?" tanya Radit.


"Kemungkinan jam 12 atau jam 1 siang. Memangnya kenapa Dit? Apa kamu mau menjemput ku di bandara?" tanya Alan.


"Masa pengantin kamu minta jadi driver? darah manis lho Pak Dokter!"


"Maksudmu? Kalian sudah menikah? Kapan? Kok aku tidak diberitahu? Payah kalian!" ucap Alan kecewa.


"Justru kami undur karena menunggumu, besok jam 5 sore, akad nikah saja di rumah sakit Lan," ucap Radit.


"Ingin menyenangkan hati Ayah sebelum beliau masuk ruangan operasi, tapi yang jelas hal ini yang ku nanti 7 tahun 'kan Lan?"


"Selamat ya Dit, akhirnya kamu berhasil juga memperistri Keysha. Tidak sia-sia penantian mu. Pokoknya banyak yang patah hati nih, baik wanita maupun pria."


"Ya, selamat tinggal untuk mereka!" ucap Radit.


"Yo'i, termasuk aku!" ucap Alan nyaris tak terdengar, tapi ternyata Radit mendengarnya samar.


"Kamu?"

__ADS_1


Alan langsung tersadar atas ucapannya, lalu dia mengalihkan perkataannya, agar Radit tidak curiga.


"Iya benar aku! Aku tertinggal dari kalian, siapa ya jodohku nanti? Soalnya, nggak ada cewek yang mau denganku," ucap Alan sembari tertawa.


"Kamu sih bergaulnya dengan ibu-ibu hamil, jangan-jangan jodohmu masih orok!" canda Radit.


"Asem kau Dit, mau umur berapa aku nikah, sudah keburu bau tanah," jawab Alan.


"Lah kamu jauh-jauh ke negeri jiran, masa tidak ada satupun cewek yang nyangkut?" tanya Radit.


"Belum ada yang pas di hati, nggak tahu deh, kenapa susah banget ngelupain yang sudah menetap dan berkarat di sini!" ucap Alan.


"Siapa dia? Apa aku kenal Lan? Kamu sih pakai rahasia segala, jika aku tahu sejak lama, pasti sudah ku comblangin," ucap Radit.


"Ayo Lan, katakan siapa gadis itu? lusa biar aku bantuin kamu jadi perantaranya, biar cepat halalin, menyusul kami dan kita sama-sama berangkat honeymoon," ucap Radit serius.


"Nggak deh Dit, dia juga sudah mau menikah. Aku kurang beruntung soal wanita. Biar aja deh fokus karir dulu, nanti juga bakal datang jodohnya atau barangkali dijodohin oleh bokap gue," ucap Alan.


"Terserah lu deh, yang penting asal jangan nanti jadi bujang lapuk," ucap Radit lagi.


"Sumpah mu jelek amat! Kalau begitu selamat ya buat kalian, aku ada pekerjaan lagi nih, biar besok tinggal berangkat," ucap Alan.


"Oh ya, aku balikin nih uangnya sekarang ya!" ucap Radit.


"Jika kamu kembalikan, besok aku tidak akan berangkat! terserah lu pilih terima atau aku tidak hadir," ancam Alan.

__ADS_1


Radit berpikir sejenak sambil meminta persetujuan dari Keysha, lalu Keysha pun mengangguk hingga Radit pun memutuskan untuk menerima pemberian dari Alan.


__ADS_2