
Teman-teman sosialita mama Radit sudah pada datang. Mereka hadir dengan tampilan aneka gaya berpakaian, dandanan rambut yang lagi trend, juga memamerkan berbagai barang branded seperti perhiasan, tas dan lain sebagainya.
Sementara Keysha masih menyiapkan pekerjaannya saat sang Mama memanggil agar dia menyajikan hidangan.
"Hei Key, cepatlah kesini! hidangkan makanan dan minuman! Para tamu ku sudah berkumpul, kamu malah enak-enakan duduk di sana! Ngapain saja sejak tadi, mengerjakan pekerjaan segitu saja tidak selesai-selesai!" teriak Mama Radit.
"Iya Ma, sebentar. Key cuci tangan dulu," jawab Keysha.
Setelah mencuci tangan, Key bermaksud hendak masuk ke kamar untuk berganti pakaian.
Tapi, belum sempat dia menggapai gagang pintu, sebuah tangan memegang pundaknya.
"Non, ayo kita siapkan dulu, nanti Nyonya ngamuk jika kita tidak segera menyajikannya," ucap Bi Risma.
"Tapi Bi, tubuhku berkeringat dan pakaian ku juga kotor akibat terkena tanah di kebun. Apa kata mereka nanti Bi? Aku takut mempermalukan mama dihadapan teman-temannya!" ucap Keysha.
"Nggak tahu Bibi Non! Bibi hanya menjalankan perintah!"
"Hei, kalian kok malah ngobrol! mana hidangannya!" teriak Mama Radit.
__ADS_1
"Benar 'kan Non! Ayo Non kita kerjakan!"
"Baiklah Bi," ucap Keysha.
Keduanya pun segera bergegas, Key dengan membawa nampan berisi air minum, mendekati para tamu dan memberikan kepada tamu tersebut, apa yang mereka mau. Sementara, Bibi sengaja Keysha minta untuk menyusun hidangan.
Saat Keysha mengulurkan nampan yang berisi buah, Bu Merry tiba-tiba sengaja menyenggol lengannya, hingga isi dari nampan tersebut berserakan di lantai.
Suara pecahan piring di lantai menggema, buah berserakan hingga tidak mungkin lagi bisa dinikmati selain jeruk.
Salah satu tamu, bajunya terkena tumpahan semangka hingga terlihatlah noda merah di baju tamu tersebut.
"Kalau berjalan itu pakai mata! Coba lihat! bagaimana ini! Pokoknya, kamu harus bertanggungjawab," ucap tamu mama yang ketumpangan semangka
"Ibu? memangnya sejak kapan aku menjadi ibumu hah! Enak saja, pembantu berani-beraninya memperlakukan ku seperti ini!"
"Maaf Bu, sekali lagi maaf," ucap Keysha lagi.
"Panggil aku Nyonya! Sekarang juga kamu harus mengganti rugi pakaianku yang terkena Noda!"
__ADS_1
"Kalau begitu biar saya cucikan dulu Nya, bila nanti sudah bersih dan kering akan saya kembalikan kepada Nyonya.
"Jadi, kamu suruh saya telanjang!" ucap tamu itu lagi.
"Bukan begitu Nya, sebentar saya akan sediakan pakaian ganti untuk Nyonya."
"Biar Bibi saja yang melakukannya Non," ucap Bi Risma sambil berbalik pergi.
"Ada apa ini jeng?" tanya mama yang baru keluar dari kamar. Beliau baru selesai berdandan. Seperti kebanyakan tamu yang lain, mama pun menggunakan aksesoris dan perhiasan yang lengkap.
"Ini pembantumu jeng!"
"Dia menantuku lho, kalian jangan salah sangka," ucap Mama kepada para sahabatnya.
"Masa Jeng, kenapa penampilannya seperti pembantu? Bagaimana kalian bisa mendapatkan menantu yang sangat tidak sepadan dengan putramu yang tampan itu Jeng!"
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Padahal banyak gadis cantik yang tentunya bersedia menjadi menantuku."
"Iya betul, putriku saja jatuh cinta dengan putramu, tapi putramu malah menolaknya Jeng dan apa yang dia dapatkan tidak lebih seorang gembel!"
__ADS_1
Semua tertawa sambil memandang ke arah Keysha. Awalnya Key minder dan merasa sangat tidak pantas berada di situ.
Tapi, dengan ejekan mereka, membuat Key ingin menunjukkan bahwa dirinya tidak lemah dan bukan gembel seperti yang mereka ucapkan.