
Keysha sedang memasukkan pakaian mereka ke dalam koper, saat sang mama mengetuk pintu kamar.
"Key, ini Mama! Tolong buka pintunya!"
"Iya Ma, sebentar!" jawab Keysha.
Sementara Radit sedang keluar rumah, dia pergi menjemput Tante Ira, karena permintaan sang Mama.
Saat Keysha membuka pintu kamar, dia kaget melihat Mama mertuanya itu membawakan sarapan untuknya.
"Maafkan sikap Mama tadi malam ya Key. Sebagai permintaan maaf, Mama buatkan kamu sarapan. Radit sarapan di rumah Tante Ira, jadi sebaiknya roti dan susu ini kamu makan dan minum dulu."
"Iya Ma. Terimakasih dan maaf karena Key telah membuat Mama kesal dan marah tadi malam."
"Mama salah Key, telah menuduh kamu yang bukan-bukan. Sekali lagi, tolong maafin Mama ya," ucap Mama meyakinkan Keysha.
Mama Radit pun memeluk Keysha tapi dalam hatinya, dia akan segera membalas Keysha. Dia merasa tidak terima, putranya melawannya demi membela Keysha.
"Sudahlah Ma, kita lupakan saja masalah tadi malam. Tidak ada yang perlu di maafkan."
"Terimakasih Key, ayo di minum dulu susunya, nanti keburu dingin jadi tidak enak."
"Iya Ma."
"Ada yang bisa Mama bantu?"
"Sudah selesai berkemas kok Ma, hanya tinggal berangkat saja."
"Oh, kalau gitu Mama ke dapur dulu. Mama mau mengecek pekerjaan Bibi. Kadang Bibi seringkali lupa akan tugasnya, mungkin karena faktor usia."
"Iya Ma."
"Jangan lupa ya Key, di habiskan susunya."
"Iya Ma, terimakasih. Ini langsung Key habiskan."
Mama Radit, pergi meninggalkan kamar Keysha sambil tersenyum puas.
"Yes, aku berhasil. Jangan kamu pikir aku sudah menyerah. Enak saja memaafkan, kamu sudah mempengaruhi putraku hingga dia sekarang berani melawan kami. Secepatnya, aku akan membuat Radit menceraikan kamu! Tunggu saja wanita udik!" monolog Mama Radit.
Dia akan terus memainkan peran menjadi ibu mertua yang baik, sampai tujuannya tercapai.
Keysha menghabiskan susu dan juga rotinya, memang dia sejak tadi sudah menahan lapar. Dia tidak ke dapur karena repot membereskan pakaian yang akan mereka bawa. Dan pastinya dia berpikir, pasti Radit tidak akan membiarkan dirinya kelaparan.
__ADS_1
Awalnya Key ragu, dia merasa heran, kenapa Mama Radit bisa berubah secepat itu, tapi dia ambil sisi baiknya saja. Mungkin Tuhan telah membukakan pintu hati mama mertuanya itu.
Keysha yang sudah selesai berberes, menyambar handuk dan pergi ke kamar mandi. Dia akan bersiap, karena sebentar lagi Radit pasti pulang.
Ternyata dugaan Keysha benar, belum selesai dia mandi, ada suara orang mengetuk pintu kamar mandi.
Keysha memakai pakaian mandinya, lalu membuka sedikit pintu untuk mengintip apa benar Radit sudah kembali.
Dengan menyembulkan kepala, Key mencari sosok suaminya, tapi dia tidak melihat siapapun ada di sana.
Keysha penasaran, lalu dia keluar dan tiba-tiba sebuah tangan sudah memeluk pinggangnya dari belakang.
Karena terkejut, Keysha sempat berteriak, tapi Radit bergerak cepat dengan membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman.
Mata Key membulat, Radit menyesap dan ******* bibirnya hingga dia kesulitan bernafas.
Radit melepaskan ciumannya saat melihat Keysha terengah dan Keysha tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia hendak kabur dari dekapan sang suami.
"Jangan coba-coba kabur Nyonya Radit! urusan kita belum selesai. Aku minta jatahku dulu baru akan ku lepaskan!"
"Mas ayo dong, aku sudah selesai mandi. Masa iya harus mandi kembali. Lagipula kita sudah mau berangkat dan takutnya Mama nanti datang kesini. Kan aku malu, sudah siang masih gituan!" ucap Key yang masih meronta.
"Tadi malam kamu tertidur dan aku jadi tidak tega untuk meminta, padahal kamu lihat ini, dia sudah siap bertempur," ucap Radit sambil mengarahkan tangan sang istri ke senjatanya.
Radit tidak bisa menahan hasratnya lagi, tubuh sang istri langsung dia gendong dan direbahkan ke atas tempat tidur.
Dengan rakus, Radit menyesap kembali bibir sang istri, lalu tangannya mulai bergerilya ke tempat-tempat indah yang sudah menjadi candunya.
Lenguhan dan erangan Keysha terdengar seperti alunan indah di telinga Radit, hingga hasratnya semakin jadi.
Wangi tubuh Key membuat Radit enggan, melepaskan dekapannya. Apalagi, saat melihat tubuh itu mulai bergetar, menahan pelepasan karena ulahnya.
Radit terus bersemangat, bermain-main di sana, hingga Key merasakan kenikmatan, mencapai puncak kepuasaannya yang pertama.
Tubuh Keysha terkulai, tapi Radit tidak membiarkan dirinya beristirahat. Senjata yang siap tempur di hujamkan pada tempatnya.
Cengkeraman Key, semakin erat pada tubuh Radit dan lenguhan kembali terdengar hingga membuat Radit makin bersemangat berpacu dengan nafas terengah-engah.
Keduanya bersatu merasakan kehangatan, kenikmatan surga dunia.
Selesai melaksanakan ibadah sunnah tersebut, keduanya tertidur sejenak, melepas lelah akibat pertempuran yang terjadi barusan.
Key, tersentak dan terbangun saat suara ketukan pintu terdengar. Kemudian Keysha membangunkan Radit, dia malu untuk membuka pintu, apalagi saat ini dirinya masih belum mengenakan sehelai benangpun.
__ADS_1
Radit bergegas mengenakan pakaiannya dan menutupkan selimut ke tubuh Keysha sambil mencuri ciuman.
Key memanyunkan bibir, lalu mendorong Radit agar segera membukakan pintu.
Ternyata Bibi yang datang, beliau di minta oleh Mama Radit untuk memanggil mereka. Ada yang ingin sang Mama bicarakan sebelum mereka berangkat ke bandara.
Radit mengatakan akan segera datang, tapi mereka bersiap dulu.
Merasa bersalah karena permintaannya tadi, pada waktu yang tidak tepat, Radit pun bergegas membuka selimut, menggendong Keysha ke kamar mandi.
Mereka pun mandi bersama untuk mempersingkat waktu agar Sang Mama tidak menunggu terlalu lama.
Selesai berdandan, Radit mengambil koper dan kembali mencuri ciuman, dia gemas melihat sang istri yang di matanya terlihat bertambah cantik.
Key makin memanyunkan bibirnya, lalu dia menggandeng lengan Radit dan merekapun keluar kamar untuk menemui sang Mama.
Mama yang melihat mereka makin mesra, dalam hatinya menggerutu, "Nikmatilah akhir-akhir kemesraan kalian, sebentar lagi kamu akan ditendang keluar oleh putraku dari rumah ini."
Radit dan Keysha menghampiri sang mama yang sedang duduk bersama Tante Ira. Dan ternyata ada seorang gadis cantik juga ikut duduk bersama mereka.
"Kamu kapan tiba Sa?"
Salsa nama gadis tersebut dan dia langsung bangkit mencium serta memeluk Radit.
Key terperangah melihat pemandangan tersebut, dia kemudian menundukkan wajah, pura-pura tidak melihat untuk meredam rasa cemburu.
Radit juga kaget dengan sambutan Salsa, ternyata Salsa tidak berubah, dia menganggap mereka masih seperti di masa kecil.
Dengan sungkan Radit melepaskan pelukan Salsa, dia tidak enak dengan Keysa. Lalu Radit buru-buru memperkenalkan Salsa kepada Keysha.
"Oh ya Key, kenalkan ini sepupu aku. Kami sudah puluhan tahun tidak bertemu. Dia baru kembali dari London setelah menyelesaikan kuliahnya."
Key mengulurkan tangan sambil tersenyum, setidaknya kini dia tahu, wanita itu bukan ancaman untuk rumah tangganya.
Keduanya saling menyebutkan nama, lalu Mama menyodorkan sebuah kotak kecil ke hadapan Radit.
"Dit, tolong berikan ini untuk Alan. Itu kado dari Mama Papa untuk pernikahannya. Dan tolong juga sampaikan salam kami untuk orangtua Alan."
"Iya Ma, nanti kami sampaikan sama Alan. Oh ya Ma, Tante dan kamu Salsa, kami pamit ya. Titip Mama ya Sa!"
Salsa pun mengacungkan jempolnya sambil tersenyum.
Setelah Radit dan Keysha pamit, mereka di antar oleh sopir keluarga menuju bandara.
__ADS_1
Bersambung.....