
Pagi ini mereka sudah bersiap, Alan terlihat sangat tampan dengan penampilannya hari ini. Teman-teman seprofesi yang ingin mendampingi pengantin juga sudah pada datang.
Alan memperkenalkan mereka kepada Radit dan juga Nayla. Dan mereka terlihat akrab meski baru pertama kali bertemu.
Setelah berkumpul semua dan memakan kue jamuan ibu Alan, mereka putuskan untuk berangkat.
"Kalian satu mobil denganku ya Dit, bersama Ayah dan Ibu," pinta Alan.
"Siap sobat!" jawab Radit.
Radit membukakan pintu mobil agar Keysha naik duluan dan Alan duduk di dekat Radit. Ayah dan ibu duduk di bangku depan.
"Bagaimana perasaan kamu Lan? Aku dulu sangat gugup ketika menjelang akad. Iya kan Sayang?"
"Ah Mas Radit mah terlihat gemetar!" jawab Keysha.
Alan hanya tersenyum menanggapi ucapan keduanya. Dia merasa biasa-biasa saja saat ini tidak seperti yang Radit katakan.
"Hei...kok cuma senyum saja. Jangan-jangan terkecing di celana," canda Radit.
Semua yang di atas mobil tertawa. Alan geleng-geleng kepala sambil tetap tersenyum.
Radit memang terlihat serius, tapi sebenarnya dia kocak, beda dengan Alan yang tidak terlalu banyak bicara.
"Key, apa Radit dulu juga terkencing di celana?" tanya Alan balik.
"Mungkin iya Lan."
"Hahaha...kamu Yang, jangan buka kartu dong!"
Mereka kembali tertawa, hingga tak terasa sudah sampai.
Rumah Datuk terlihat sangat mewah dengan berbagai hiasan pesta yang di pasang.
Para tamu yang hendak mengikuti acara akad sudah pada hadir. Setelah akad akan dilanjutkan dengan acara pesta.
Para wartawan juga sudah hadir di sana, mereka tidak akan melewatkan moment pernikahan artis yang saat ini sedang naik daun.
Datuk tidak mengadakan pesta di gedung, karena rumah dan pekarangannya sudah cukup besar untuk menampung banyak tamu undangan.
Rombongan pengantin di sambut dengan meriah dan jeprat jepret kamera terlihat di mana-mana.
Mereka berusaha menghampiri Alan tapi rombongan menghalangi karena Alan tidak ingin di wawancara.
Acara pernikahan di lakukan di dalam rumah, wartawan hanya di izinkan memotret dari jarak jauh saja.
__ADS_1
Mempelai wanita sudah keluar dari kamarnya, hal itu membuat para wartawan mendesak masuk.
Namun Datuk sudah menghadirkan beberapa orang polisi untuk berjaga-jaga, takut terjadi kerusuhan.
Devia terlihat sangat cantik dengan balutan baju pernikahannya yang berwarna senada dengan Alan.
Kini kedua pengantin sudah duduk berdampingan diapit oleh para orang tua, teman dan juga kerabat dekat.
Sementara, penghulu pernikahan dan para saksi sudah duduk di hadapan pengantin.
Acara pernikahan pun di awali dengan kata pembuka dari moderator, lalu di awali dengan doa sebelum akad di mulai.
Penghulu perkawinan meminta Alan duduk berhadapan dengan Datuk, karena ijab qobul akan segera dilaksanakan.
Sebelumnya, penghulu pernikahan memberi contoh cara pengucapan ijab qobul.
Alan menjabat tangan Datuk dan Datuk mulai mengucap akad ijab, lalu diikuti oleh Alan mengucap akad qobul dengan satu kali tarikan nafas.
Saksi mengatakan sah, diikuti oleh semua yang hadir di ruangan itu.
Kini keduanya telah sah menjadi suami istri dengan mahar seperangkat perhiasan.
Devia sungkem kepada Alan dan Alan mencium puncak kepala Devia dengan berdoa berharap rumah tangga mereka akan bahagia.
Setelah itu, keduanya sungkeman kepada para orangtua. Dan tak lupa Radit serta Keysha memberi selamat.
Resepsi tersebut berlangsung sangat meriah, para relasi Datuk dan juga Ayah Alan banyak yang hadir.
Ini pesta termeriah yang pernah di gelar di kota itu, dengan pengantin artis dan dokter terkenal.
Alan merasa lelah, tapi Devia terlihat sangat bahagia. Dia berpose dengan berbagai gaya sedangkan Alan terkadang menolak.
Dia tidak suka media meliput, tapi apa boleh buat, itu kemauan Devia. Semakin banyak fotonya terpampang di media, namanya akan semakin melejit di dunia hiburan baik di tanah air maupun di luar negeri.
Alan pamit, dia akan mengerjakan ibadah sholat, sementara Devia masih asyik dengan sorotan kamera. Radit dan Keysha juga pamit untuk beribadah bersama Alan.
"Kenapa Lan? Kamu terlihat kurang bersemangat," tanya Radit.
"Aku capek Dit, tamu dan awak media terlalu banyak.
"Begitulah resiko jadi suami artis Lan."
"Sebenarnya aku sudah memintanya untuk off dari dunia hiburan tapi Devia tidak mau. Ya sudah, pasrah saja mau kemana arah rumah tanggaku nanti."
"Kamu harus sabar Lan, batu terkena air terus menerus bisa berlubang. Mungkin Devia nanti bisa luluh dengan kelembutan hatimu."
__ADS_1
Mendengar keluh kesah Alan yang masih di awal pernikahan membuat Keysha sedih. Orang yang pernah dia cintai dan cinta itu mungkin masih ada di lubuk hatinya harus mengalami pernikahan yang tidak seperti harapannya.
"Sabar Lan, hati wanita gampang diluluhkan kok!" timpal Keysha.
"Mudah-mudahan Devia nanti seperti itu Key."
"Ya sudah, ayo kita ibadah dulu. Kami akan selalu mendoakan agar rumah tanggamu bahagia Lan," ucap Radit.
"Terimakasih, kalian memang sahabat terbaikku. Entah sama siapa lagi aku akan bertukar pikiran, jika tidak dengan kalian berdua."
Mereka masuk ke kamar masing-masing, lalu melaksanakan ibadah, setelah itu kembali lagi ke acara pesta.
Alan mendekati Devia, lalu dia meminta Devia untuk ibadah terlebih dahulu baru melayani tamu lagi.
Namun Devia hanya menjawab iya tanpa beranjak dari hadapan para tamu.
Alan mengulang permintaannya lagi hingga beberapa kali, dan hal itu membuat Devia kesal.
Devia pergi dengan wajah cemberut, hingga membuat Alan geleng kepala. Radit dan Key yang melihat hal itu, menghampiri Alan dan mengelus pundaknya sambil berkata, "Tetap sabar Lan, ini ujian pertamamu sebagai suami."
"Iya Dit. Kalian makanlah, aku akan mengambil minum."
"Kamu juga harus makan Lan, melayani tamu terus tidak akan selesai-selesai. Key, kamu tolong bantu Alan untuk mengambilkan makan, biar aku yang akan mengambilkan dia minum," pinta Radit.
"Iya Mas."
"Alan menurut saja, sejak tadi sebenarnya dia sudah merasa lapar, tapi Devia asyik dengan dirinya sendiri tanpa mempedulikan Alan."
Key yang melihat di susunan hidangan ada makanan kegemaran Alan pun tersenyum. Dia akan mengambilkan gado-gado saja untuk sahabatnya itu.
Key menyerahkan piring berisi gado-gado kepada Alan dan Alan menatap Keysha, dia tidak menyangka jika Key, masih mengingat makanan kegemarannya, yang dulu sering mereka makan sama-sama tatkala di sekolah.
"Lan, kenapa bengong? Ayo dimakan sebelum tamu menyerbumu lagi," ucap Keysha.
"Iya Lan, Key benar. Cepatlah dimakan dan ini minuman kamu," timpal Radit yang baru datang sambil membawa nampan berisi 3 gelas minuman.
"Yang, makanan untukku mana? biar aku makan di sini saja bareng Alan," ucap Radit.
"Sebentar ya Mas, aku akan ambilkan dulu. Apa Mas mau yang seperti Alan juga?"
"Boleh, tapi tambahkan sedikit nasi dan daging ya."
"Siap Bos," jawab Keysha.
Setelah Key membawa dua piring makanan, mereka pun segera makan bersama.
__ADS_1
Alan melirik keduanya, dia merasa iri, kenapa Devia tidak bisa berlaku sama seperti Keysha. Malah, Alan melihat Devia makan bareng teman-teman artis dan juga para wartawan.
Bersambung.....