
"Mas bangun, kita kesiangan! waktu subuh hampir habis!" ucap Keysha sembari menggoyang-goyangkan tubuh sang suami.
Radit bergegas bangkit, lalu dia menggendong Keysha dan membawanya ke kamar mandi.
"Mas turunkan aku, kita harus cepat mandi sebelum waktu subuh habis!"
"Lah kita 'kan memang mau pergi mandi, memangnya kamu masih mau yang lain?" tanya Radit sambil menaik turunkan alisnya menggoda Keysha.
"Ih, Mas Radit mesum. Kalau kita mandi berdua bakalan tidak jadi ibadah Mas!"
"Tenang, sini Mas bantu menggunakan sabun dan kamu bantu Mas!"
"Kita mandi sendiri-sendiri saja Mas, biar cepat selesai!"
"Sudah, jangan banyak protes," ucap Radit sembari membalurkan sabun di tubuh sang istri.
Setelah itu mereka segera berwudhu, lalu melaksanakan kewajiban berjamaah meski hampir di penghujung waktu.
"Alhamdulillah, meski telat akhirnya kita selesai juga," ucap Radit.
Aku ke dapur dulu ya Mas mau masak sarapan, kasihan Mama Papa nanti jika mereka lihat tidak ada sajian apapun di meja makan.
"Sudahlah Key, kita bersiap saja dan sarapan di luar, aku rindu jalan bareng kamu. Biar aku pesankan sarapan untuk Mama Papa via online saja," ucap Radit sembari mengambil ponselnya.
Sebelum masuknya Keysa menjadi bagian di keluarga Radit, dia juga sering pesan sarapan pagi via online, karena sang Mama sejak dulu paling malas ke dapur.
Radit juga tidak tega jika harus menimpakan semua pekerjaan kepada pembantu. Apalagi pembantu di rumahnya sudah cukup tua.
"Ayo kita bersiap. Sebentar lagi sarapan untuk Mama Papa juga datang," ajak Radit.
Mereka pun bersiap, Radit mengenakan jas kerjanya begitu juga Keysha mengenakan seragam batik, karena hari ini di kampus tempat dia mengajar wajib mengenakan batik khas daerah.
Melihat keduanya turun sudah rapi hendak berangkat kerja, sang Mama pun berkata, "Eh, kenapa kalian berangkat secepat ini, lantas sarapan kita mana? Kamu tidak masak sarapan dulu Key?"
__ADS_1
"Maaf Ma, hari ini Keysha tidak bisa ke dapur, karena di kampusnya akan ada acara pagi ini, jadi untuk sarapan Papa dan Mama, Radit sudah pesankan via online. Sebentar lagi pasti datang kok Ma!" jawab Radit.
Keysha hanya diam, dia tidak mau menimpali kebohongan yang telah suaminya katakan. Dia tidak mau menambah dosa karena membohongi orang tua.
"Eh... padahal Mama kepingin masakan Keysha. Nasi goreng buatan Keysha sangat enak," puji sang Mama, padahal niatnya supaya Keysha masak dan Radit pergi duluan ke kantor.
"Kalau gitu biar Key masakin dulu Mama ya Mas, baru pergi ke kampus," ucap Keysha yang merasa tidak enak terhadap sang mertua.
"Tahan dulu seleranya dong Ma, besok pagi juga dimasakin oleh Keysha. Hari ini dia bakal terlambat jika harus ke dapur lagi. Ayo Key, nah itu sarapan Mama dan Papa sudah sampai," ucap Radit sambil menunjuk ke kantongan plastik yang di bawa oleh penjaga gerbang.
"Iya benar Nya, ini tadi ada ojek online mengantar makanan, katanya pesanan Tuan Radit," ucap Mamang penjaga gerbang.
"Nah Ma, kalau tidak di makan 'kan mubazir, dosa lho Ma menyia-nyiakan makanan," ucap Radit.
Akhirnya Mama Radit mengalah, beliau mencebikkan bibir tanda kesal karena usahanya untuk menahan Keysha agar tidak berangkat bareng Radit gagal.
Radit dan Keysha pun pamit, mereka akan sarapan dulu di pusat kuliner yang khusus menjual aneka menu sarapan pagi.
Di perjalanan Keysha protes terhadap Radit, "Mas, nggak baik lho membohongi orang tua, ntar kalau kita kuwalat bagaimana?"
"Hush...nggak boleh ngomong gitu Mas. Namanya orang tua, mungkin memang nggak selera dengan masakan luar."
"Sudahlah! kita tidak usah ngomongin tentang Mama, aku 'kan inginnya kita nyantai, mengenang masa-masa sebelum kita nikah. Kita dulu sering jalan dan makan bareng di luar. Aku sebenarnya tidak ingin kamu stres Key, bagaimana kamu bisa cepat hamil jika Mama selalu membuatmu tertekan."
Akhirnya Radit mengungkapkan uneg-uneg hatinya yang membuat Keysha terdiam.
Sebenarnya Key memang merasa tertekan tinggal di rumah itu, tapi dia berusaha ikhlas dan berlapang dada dengan perlakuan orangtua Radit.
Key sadar, dia bukan menantu idaman bagi keluarga Radit, jadi dia harus bisa bersikap baik agar orangtua Radit nantinya luluh dan menyayanginya layaknya putri sendiri.
"Kenapa kamu diam Key? Apa kamu nggak kepingin cepat menimang buah cinta kita Key?" tanya Radit sambil menggenggam tangan Keysha dan menciumnya.
"Aku ingin Mas, tapi mungkin Allah menunggu waktu yang tepat untuk mempercayai kita," jawab Keysha yang sebenarnya hatinya sedih.
__ADS_1
"Kita sudah sampai, ayo turun Sayang, aku sudah lapar," ajak Radit.
Mereka pun turun setelah Radit memarkirkan mobilnya. Pemilik tempat yang memang akrab dengan Radit bergegas menghampiri dan mempersilakan mereka untuk duduk di tempat khusus yang telah Radit pesan sebelumnya.
Pagi ini pengunjung sangat ramai, hingga sebagian terpaksa duduk di luar ruangan dengan tambahan bangku cadangan.
Pelayan mengantar pesanan Radit, mereka dilayani cepat karena sudah memesan sebelumnya via telepon.
Setelah menu yang dipesan terhidang, Radit segera mengajak Keysha untuk menyantap hidangan tersebut. Mereka tidak mau telat sampai ke tempat kerja.
Radit makan dengan lahap, sementara Keysha tidak berselera makan. Dia masih teringat dengan omongan Radit.
Hidangan yang ada di depannya hanya di aduk-aduk, hingga membuat Radit, mengacungkan sendok berisi makanan ke mulut Keysha.
"Makan dulu Key, nanti kamu sakit."
Keysha terpaksa membuka mulut dan akhirnya sesendok demi sesendok makanan itupun masuk ke perutnya.
Radit dengan telaten menyuapi sang istri, sementara dia sendiri makan setelah Keysha menggelengkan kepala pertanda dia sudah kenyang.
Keysha beruntung mendapatkan Radit yang sangat menyayanginya tapi dia tidak beruntung mendapatkan mertua yang tidak menginginkan dirinya menjadi bagian dalam rumah mereka.
Sebenarnya Key, ingin tinggal di rumah mereka sendiri meski cuma ngontrak, tapi dia masih tidak tega menjauhkan Radit dari kedua orangtuanya.
"Hei, minum tehnya dong Yang, kita harus segera berangkat, kasihan mahasiswa mu menunggu!" pinta Radit yang tidak ingin melihat istrinya melamun lagi.
Keysha segera menghabiskan tehnya, lalu Radit membayar makanan mereka sebelum pergi meninggalkan tempat tersebut.
Selama perjalanan ke kampus, Keysha lebih banyak diam, hingga membuat Radit terpaksa menjadi beo agar sang istri bisa ceria kembali.
Radit tahu, ucapannya tadi pasti yang telah mengganggu pikiran Keysha. Tapi memang dia harus menyampaikannya agar Key jangan hanya diam jika orangtuanya memperlakukan Keysha secara tidak adil.
Sebenarnya Radit sedang menunggu kesempatan yang tepat agar bisa membawa keluar Keysha dari rumah orangtuanya dan tinggal di rumah mereka sendiri yang saat ini juga dalam proses pembangunan.
__ADS_1
Radit sengaja tidak memberitahu Keysha karena dia ingin memberikan surprise, sebab surprise untuk orangtua Keysha sudah lebih dulu terbongkar.
Mereka akhirnya tiba di kampus, Key mencium tangan Radit sebelum turun dari mobil dan Radit pun mencium kening Keysha sambil berpesan, nanti sore dia yang akan menjemput Key saat dia pulang dari kampus dan mereka akan jalan-jalan terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.