ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 17. MENCARI RADIT


__ADS_3

Di sekolah tempat Keysha mengajar, anak buah yang diperintahkan oleh Papanya Radit memaksa bagian tata usaha sekolah untuk memberikan data-data tentang Keysha.


Kegiatan belajar mengajar di sekolah saat ini memang sedang libur, tapi pihak tata usaha dan beberapa orang guru tetap hadir untuk penerimaan murid baru.


Para pengawal yang datang mengancam akan menyakiti dan menutup sekolah, apabila mereka tidak memberikan apa yang Tuan Arsen inginkan.


Pihak sekolah mengenal Arsen, seorang pebisnis sukses yang asetnya ada di mana-mana dan dikenal sebagai donatur di beberapa universitas dan sekolah serta panti asuhan.


Dengan tangan gemetar petugas tata usaha terpaksa memberikan data pribadi Keysha.


Setelah mendapatkan data tersebut, merekapun segera mengirimkannya kepada Tuan Arsen.


Begitu mendapatkan alamat kampung halaman Keysha, Tuan Arsen pun bergegas memanggil sang istri.


"Ma, ayo cepat kita berangkat. Papa telah meminta pengawal untuk berangkat duluan untuk menyelidiki situasi di sana," ucap Tuan Arsen.


"Sebentar ya Pa, mama lagi ganti baju," jawab Mama Yuna.


Setelah selesai, Mama memanggil Bi Pipin untuk membawakan tas pakaian kedalam mobil.


"Kami berangkat dulu Bi, jaga rumah baik-baik, jika ada tamu bilang saja kami sedang liburan keluar kota. Aku tidak mau kabar ini tersiar kemana-mana, apalagi sampai relasi bisnis Tuan dan teman-teman sosialita ku tahu. Mana tahu Catarina pulang cepat, suruh telepon kami saja, tapi menurutnya, minggu depan baru dia pulang."


"Baik Bu," jawab Bi Pipin.


Tuan Arsen dan Mama Yuna pun berangkat di dampingi oleh sopir pribadinya dan dua pengawal yang mengiringi di belakang mobil mereka.


"Memangnya, alamatnya di mana Pa?" tanya Mama Yuna.


"Kampung Babakan Bandung. Mudah-mudahan kita tidak terlambat untuk mencegah mereka."


"Susah anak zaman sekarang, bandel dan tidak mau menurut apa kata orangtua, padahal untuk kebahagiaan dan masa depannya sendiri," omel Mama Yuna.


"Itulah, Mama terlalu memanjakan Radit hingga begini jadinya. Coba dari dulu Mama nurut Papa, kita sekolahkan Radit di luar negeri, pasti dia tidak akan bertemu dan berteman dengan gadis itu. Dan Mama juga terlalu sibuk dengan arisan, shopping ke luar negeri bersama ibu-ibu sosialita teman Mama itu, jadi anak-anak tidak terawasi lagi!" ucap Tuan Arsen menyalahkan sang istri.


"Papa jangan salahin Mama terus dong! Papa juga salah, seharian cuma di kantor tanpa mengawasi anak-anak, Mama 'kan juga capek dan Mama perlu hiburan keluar jadi nggak mungkin bisa mengawasi anak-anak selama 24 jam. Papa enak kerjanya cuma cari duit, sudah selesai! Nah Mama, mana harus mikir semua!" Bantah Mama Yuna.

__ADS_1


Sopir yang melihat dari kaca spion mobil pun geleng-geleng kepala melihat majikannya bertengkar saling menyalahkan.


Akhirnya Tuan Arsen pun diam, dia tidak mungkin menang adu mulut dengan sang istri.


"Ya sudah! percuma kita saling menyalahkan, semua sudah terjadi dan sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana jika mereka sudah menikah, apa yang akan kita lakukan kedepannya?" tanya Papa.


"Mama akan buat hidup wanita itu seperti tinggal di neraka. Papa harus usahakan agar mereka tinggal di rumah kita, jadi Mama bisa leluasa bertindak. Jika tinggal berjauhan, sudah untuk menguasai Radit, apalagi istrinya nanti bakal bekerja."


"Baiklah Ma, kita pasti bisa memisahkan mereka, bagaimana pun caranya harus bisa. Meski Papa, harus berkorban mengirim Radit untuk mengurus bisnis kita yang ada di luar negeri."


"Kalau, wanita itu ingin berkarir, pasti dia tidak akan mau di bawa oleh Radit pindah dan kesempatan itu bisa kita gunakan untuk beraksi."


"Iya Pa, Mama setuju."


"Oh ya Pa, jika keluarganya mau kita tawarkan uang agar membawa pergi putrinya jauh dari kota ini, mungkin itu akan lebih baik, daripada mengirim Radit keluar negeri. Kita sudah tua Pa, kalau bisa anak-anak ada di dekat kita di hari tua kita ini," ucap Mama Yuna.


"Kita lihat saja nanti Ma, yang terpenting sekarang kita menemukan Radit dulu."


"Pak, tambah dong kecepatannya, biar cepat sampai," pinta Mama Yuna.


Malam hari mereka memasuki kampung Babakan dan pengawal yang lebih dulu sampai memberi tahu jika rumah kediaman orangtua Keysha kosong.


Di sana tidak ada orang sama sekali, karena pengawal itu sudah berulang kali menggedor pintu rumah Keysha. Ingin bertanya kepada tetangga, mereka juga sudah pada tidur.


Akhirnya Tuan Arsen memutuskan untuk keluar dulu dari kampung itu guna mencari penginapan yang letaknya terdekat dari sana. Baru, besok pagi mereka kembali ke sana untuk mencari informasi kemana keluarga Keysha pergi.


Memang selama Ayah Keysha sakit, kedua adiknya tinggal di rumah bibi mereka, sedangkan adik laki-laki Keysha menemani ibu di rumah sakit.


Malam ini, Keysha dan Radit juga memilih menemani ibu setelah mereka pulang dari membeli baju untuk pernikahan besok.


Tuan Arsen dan para pengawalnya malam ini menginap di penginapan, besok pagi-pagi mereka akan kembali ke rumah orangtua Keysha.


Radit meminta Ibu dan Keysha untuk beristirahat. Radit telah membooking ruang VIP untuk perawatan Ayah setelah pasca operasi, makanya malam ini mereka bisa tidur di ruangan itu, meski harusnya tidak boleh.


Malam ini Radit bersama adik laki-laki Keysha secara bergantian menjaga Ayah, takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

__ADS_1


Pagi hari, Keysha dan Radit keluar dari gedung rumah sakit, mereka pergi ke kantin, membeli sarapan untuk Ibu, adik dan juga diri mereka.


Ketika itu, Tuan Arsen dan Mama Yuna pun sudah tiba di sana.


Kedua pengawalnya pagi-pagi sekali telah mendapatkan info dari tetangga tentang keberadaan Keysha dan keluarganya.


Mereka bertanya kepada suster jaga dimana ruang rawat Ayah Keysha.


Setelah mendapatkan info bahwa Ayah Keysha berada di


ruangan ICU, keduanya pun bergegas kesana diikuti oleh kedua pengawalnya.


Sementara kedua pengawal lain dan sopir menunggu di luar gedung rumah sakit.


Tuan Arsen dan Mama Yuna yang sudah berada di depan ruang ICU segera meminta dua pengawalnya untuk bertanya, siapa keluarga Keysha. Karena di sana ada beberapa orang yang sedang menunggu.


Kebetulan yang mereka tanya adalah ibu, jadi mereka langsung membawa ibu untuk menemui Tuan Arsen dan juga Mama Yuna.


Ibu meminta anak laki-lakinya untuk menunggu Ayah, sementara beliau ikut dengan orangtua Radit yang mengajak ibu untuk berbicara di luar.


Begitu mereka pergi, Radit dan Keysha tiba.


Keduanya heran, kenapa tidak melihat ibu di sana, lalu Keysha mendekati sang adik, "Dek, ibu kemana?"


"Ibu diajak pergi kelua Kak! sepertinya orang kaya, tadi sekilas aku mendengar anak buahnya menyebut nama Tuan Arsen."


"Papa! Kemana mereka membawa ibu Dek?" tanya Radit.


"Katanya mau bicara di luar Kak, tapi nggak tahu di mana, coba kakak kejar saja, belum lama kok perginya," ucap Adek laki-laki Keysha.


"Dek, kamu tunggu di sini ya, kami akan mencari ibu," pinta Radit.


Setelah mendapatkan anggukan, Radit menarik tangan Keysha, mereka keluar rumah sakit menuju ke parkiran.


Apakah Radit dan Keysha akan menemukan ibu disana? ikuti ceritanya terus ya sobat dan jangan lupa, tinggalkan jejak agar aku terus semangat berkarya. Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2