ISTRI SIRI TITIPAN

ISTRI SIRI TITIPAN
BAB 63. TERPAKSA MENJATUHKAN TALAK


__ADS_3

"Kita mau kemana Dit?" tanya Meli, saat Radit mengarahkan mobilnya menuju ke arah pantai.


"Diamlah! Kamu mau selesai semuanya 'kan!"


"Ini 'kan ke pantai, masa iya istrimu ada di pantai?"


Radit diam, lalu dia menelepon Keysha. Saat panggilannya tersambung, Radit pun meminta Keysha untuk menyusulnya ke pantai tempat mereka biasa menghabiskan waktu saat sedang ada masalah.


"Mas, memangnya ada apa? ini kan jam kerja? Bukankah Mas Radit mengantar mama?"


"Tidak jadi Key, kamu kesinilah pakai taksi saja, aku sudah dalam perjalanan."


"Baik Mas, aku minta izin dulu ya."


Hati Keysha resah, pikirannya jadi tidak tenang, mungkinkah pecahnya gelas tadi merupakan pertanda buruk.


Dia ingat, Radit selalu mengajaknya ke pantai jika sedang menghadapi masalah berat.


"Mau kemana Key?" tanya rekannya yang melihat Keysha buru-buru merapikan meja kerja dan menyambar tasnya."


"Saya mau minta izin Bu, ada keperluan penting mendesak."


"Oh, tapi kakimu masih sakit Key, lihat darahnya keluar lagi."


"Nggak apa-apa Bu, nanti sekalian ke dokter biar nggak infeksi."


"Ya sudah, kamu hati-hati ya."


"Terimakasih Bu. Saya berangkat dulu ya Bu."


Keysha segera memesan taksi online, lalu diapun menuju pantai sesuai permintaan Radit.


Sesampainya di sana, Keysha menuju gubuk, tempat mereka biasa nongkrong sambil menikmati hidangan laut. Tapi, Radit tidak ada di sana, hingga membuat Keysha makin khawatir.


Mata Keysha tertuju pada batang pohon nyiur yang ada di pinggiran pantai dan dia melihat Radit sedang berdebat dengan seorang gadis cantik yang tidak Keysha kenal.


Perasaan Keysha jadi bertambah tidak karuan, dengan kaki yang masih sakit dan sedikit pincang, Keysha berjalan mendekati keduanya.


Radit dengan wajah dingin sedang menatap kejauhan, sedangkan Meli yang sejak tadi pura-pura menangis masih saja terisak, sambil mengelap air mata palsunya.


Keysha yang sudah berdiri di belakang mereka bertambah curiga saat melihat sikap keduanya.


Dengan ragu, Key pun menyapa Radit, "Mas!"


Radit menoleh dan diapun tetap menampilkan wajah dinginnya. Radit menghela nafas, dia harus bisa menyelesaikan semuanya saat ini juga.

__ADS_1


"Oh, kamu sudah datang!"


"Ada apa Mas? Siapa gadis ini dan kenapa dia menangis?" tanya Keysha curiga.


Meli hendak menjawab, tapi Radit melarang dengan kode tangannya.


"Mas! Memangnya siapa dia Mas?"


"Dia ibu dari calon anakku. Maaf Key, saat ini juga aku talak kamu dengan talak 3."


Mendengar ucapan talak dari Radit yang tiba-tiba membuat Keysha seperti tersambar petir.


Keysha tak mampu berkata, tubuhnya limbung dan dia terjatuh di atas hamparan pasir.


Dunia tiba-tiba terasa gelap baginya dan air mata Keysha pun mengalir, tanpa bisa ditahan.


Radit spontan berlari hendak menolong dan memeluk Keysha, tapi tangannya langsung ditarik oleh Meli, "Biarkan saja dia Mas!"


"Lepaskan!" bentak Radit sambil mengibaskan tangannya dan langsung bersimpuh dihadapan Keysha.


"Pergilah!" hanya kalimat itu yang mampu keluar dari mulut Keysha.


Hati Radit sangat sakit melihat keterpurukan Keysha. Tapi, dia terpaksa, demi orangtuanya.


"Tolong Key dengar penjelasanku, aku terpaksa."


Meli tersenyum puas, kini Radit hanya akan menjadi miliknya seorang.


Hancur sudah kebahagiaan Radit dan Keysha hanya karena keegoisan orangtua serta kelicikan Meli dan keluarganya.


Ikatan suci pernikahan putus hanya dengan sekali ucapan talak 3.


Dalam literatur Mazhab Syafi'i disebutkan, bahwa talak tiga sekaligus, dianggap sah dan proses penjatuhan talak terhitung sejak talak diucapkan meskipun di luar sidang pengadilan.


Talak tiga ini disebut juga dengan talak ba'in kubra yang pengaturannya dapat kita temui dalam Pasal 120 KHI.


Radit sadar dengan apa yang dia ucapkan. Talak bain kubra telah dijatuhkan, dimana dia dan Keysha hanya dapat kembali dengan syarat, Key telah menikah dengan laki-laki lain dan terjadi perceraian ba'da dukhul serta telah habis masa idahnya.


Kini hanya tinggal penyesalan dan ketidak berdayaan yang membuat Radit tetap bersimpuh sambil menangis, meratapi kesalahannya.


Key tidak ingin berlama-lama di sana, dia beranjak pergi dari hadapan Radit. Dengan terseok-seok dan isak tangis, diapun membawa pergi hatinya yang sakit, meninggalkan pantai.


Radit yang menyadari hal itu, hendak mengejar. Tapi Meli malah menarik tangannya, "Mas mau kemana! Dia bukan istri Mas Radit lagi. Besok, akulah yang akan menjadi istri Mas!"


Keysha terus berjalan, dia tidak peduli meski sudah berkali-kali terjatuh.

__ADS_1


Sambil menangis Keysha memesan taksi online, dia akan pulang, mengambil pakaian serta barang penting lainnya.


Setelah itu, Key akan menemui sang ibu dan mengajak mereka untuk pindah dari rumah yang Radit berikan. Keysha berniat, akan mencari rumah kontrakan di sekitar kampus.


Mulai saat ini, Keysha harus membiasakan diri lagi, hidup mandiri seperti dulu, saat dirinya belum mengenal Radit.


Taksi terus melaju mengantarkan Keysha kembali ke rumah. Sementara, Radit dan Meli pun ikut meninggalkan pantai.


Radit memesan taksi untuk Meli, dirinya tidak bisa mengantar gadis itu pulang. Dia ingin menenangkan hati dan pikiran sambil ngobrol dengan Alan.


Awalnya Meli menolak, tapi karena Radit memaksa dan mengancam akan menurunkan dirinya di tengah jalan, akhirnya Meli pun setuju.


Dengan bersungut-sungut, Meli turun dari mobil Radit dan naik ke dalam taksi yang akan mengantarnya pulang.


Sedangkan Radit langsung melajukan mobil dengan kencang menuju cafe di mana Alan menunggu.


Keysha sudah tiba di rumah, lalu dia mengambil koper dan membereskan barang-barangnya. Siang ini juga Key akan pergi dari rumahnya.


Alan menunggu Radit sambil menikmati segelas jus jeruk, dia belum tahu, apa yang ingin Radit bicarakan.


Setengah jam telah berlalu dan Radit pun datang dengan tergesa, lalu duduk di hadapan Alan. Wajahnya begitu sedih dan penampilannya sangat kusut.


"Hei, darimana kamu Dit? kenapa penampilanmu begitu lusuh, seperti orang putus cinta saja!" celetuk Alan.


Melihat Radit hanya diam, Alan pun segera menyadari jika sahabatnya sedang stres dan butuh teman bicara.


"Hei, ada apalagi Dit? bicaralah, apa orangtuamu mendesak lagi?"


"Lebih parah Lan! Aku telah menceraikan Keysha, demi mereka."


"Maksudmu apa Dit? Kau serius? Kalian sudah bercerai?"


"Iya Dit. Aku telah menjatuhkan talak 3 kepada Keysha."


"Gila kamu Dit! Kenapa musti talak 3? Kamu tahu 'kan, apa konsekuensinya?"


"Ya, kami nggak bisa rujuk dan hanya bisa kembali menikah, setelah Keysha menikah dengan orang lain lalu bercerai."


"Nah itu kamu tahu, kenapa nekad? Apa kamu tidak mencintai Keysha lagi? Kamu jahat banget Dit? Kasihan Key, bagaimana keadaannya sekarang?"


"Ya Lan, aku memang suami brengsek. Aku telah tega menyakiti hati istri yang begitu baik dan sangat aku cintai."


Alan meraup wajahnya sendiri, dia tidak menyangka, jika Radit akhirnya memilih menceraikan Keysha demi orangtuanya.


Keduanya diam, hanyut dalam pikiran masing-masing. Alan jadi ragu untuk pulang, karena kedua sahabatnya pasti saat ini sedang membutuhkan dukungannya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2