
Keysha sudah bersiap, hari ini dia mulai aktif kembali mengajar. Dan sepulang dari kampus, Keysha berencana akan ke rumah ibu untuk membicarakan tentang masalah perceraiannya.
Dua minggu libur beraktivitas, telah membuat Keysha lebih tenang dan tegar dalam menghadapi kenyataan tentang perceraiannya.
Dia sudah ikhlas dan siap untuk menata hidupnya kembali dengan status yang baru.
"Bismillah," monolog Keysha sambil melangkahkan kakinya ke luar dari kamar kost.
"Pagi Mbak!" sapa Keysha saat melintas ruang tengah.
"Hei Key, sudah mulai mengajar lagi?"
"Iya Mbak, nanti kelamaan libur dapur tidak berasap."
"Kamu bisa saja Key."
"Sini sarapan dulu Key, kebetulan Mbak masa nasi goreng nih, cukuplah untuk kita berdua."
"Aduh Mbak, sering-sering ya seperti ini!" ucap Keysha dengan senyum sumringah.
"Nah, gitu dong! Ini baru Keysha yang Mbak kenal. Semua akan kembali baik, asal kita ikhlas menerima apapun cobaan yang datang."
"Iya Mbak. Dua minggu sudah cukup untuk ku merenung. Aku harus bangkit demi ibu dan juga adik-adikku. Mereka masih membutuhkan aku Mbak, jika aku terpuruk bagaimana masa depan adik-adikku."
"Betul Key, jadikan mereka penyemangatmu. Ayo kita makan dulu!"
Keysha pun menikmati nasi goreng pemberian anak ibu kostnya dengan bersemangat.
Dua minggu tidak berselera dan tidak teratur makan, telah membuat berat badannya menurun. Dia tidak bisa seperti itu terus yang hanya akan membuatnya jatuh sakit.
"Nah gitu dong, ayo habiskan!"
"Iya Mbak."
Setelah menghabiskan sarapannya, Keysha pun pamit karena driver ojek online telah menunggunya di luar.
Perjalanan menuju kampus hanya membutuhkan waktu 30 menit dan tidak terasa mereka pun telah sampai.
Key langsung menuju ke ruangan para dosen dan dia sama sekali tidak menyangka, jika Radit sudah menunggunya sejak tadi.
Radit sengaja datang awal dengan meminta izin kepada bagian kebersihan untuk menunggu di dalam.
Melihat Keysha datang Radit pun bangkit dan mengucap salam, "Assalamualaikum Key," sapa Radit.
Key, awalnya kaget tapi dia berusaha tenang dengan menjawab salam dari Radit dan tanpa memandang wajahnya.
__ADS_1
"Kamu kurusan Key?"
"Hemm, ada keperluan apa Mas Radit ke sini? Cepat katakan, karena aku harus segera masuk kelas!"
"Key, tolong beri kesempatan kepada Mas untuk menjelaskan semuanya."
"Nggak perlu Mas, semua sudah selesai. Dan aku ingin melupakan semuanya, jadi tolong jangan diungkit-ungkit lagi."
"Tapi Key, aku ingin kita kembali!"
Mata Keysha membulat, lalu dia tertawa hingga membuat Radit bingung.
"Mas, Mas...segampang itu Mas memandang perceraian dan pernikahan. Seperti hanya membalikkan telapak tangan saja. Mas tahu 'kan, apa itu talak 3?"
"Iya, aku tahu."
"Lantas, kenapa Mas minta kita balikan? Itu jelas tidak mungkin."
"Mungkin saja Key, asal kamu mau!"
"Maaf Mas. Pergi dan nikahilah gadis itu, bukankah dia calon ibu untuk anak-anak Mas Radit?"
"Mas Radit, nggak usah khawatir, karena aku akan baik-baik saja. Inshaallah semua akan kembali normal seperti sebelumnya."
"Key, please! Dengarkan aku. Aku terpaksa menjatuhkan talak 3 ke kamu, karena penandatanganan sebuah perjanjian untuk menyelamatkan Papa Mama dari kehancuran bisnis mereka."
"Papa mama berserta kedua orangtua Meli telah mengatur semuanya agar kita bercerai dan tidak bisa kembali."
"Oke lah Mas dijebak, tapi apa Mas Radit nggak punya hati sedikitpun. Mas jatuhkan talak ke aku di hadapan wanita yang akan mengambil Mas dariku!"
"Sakit Mas, nyesek di sini!" ucap Keysha sambil menangis dan menunjuk dadanya.
"Iya Key, aku sangat menyesal. Aku salah. Maafkan aku Key," ucap Radit sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Maaf Mas, saat ini aku belum bisa memaafkan sampai ibuku mau memaafkanmu. Hari ini, aku akan mengatakan semua kepada ibu dan kita akan segera mengurus surat-menyurat perceraian ke pengadilan agama."
"Mas tahu 'kan bagaimana kondisi ibu, jadi aku harus berhati-hati membicarakan semuanya, karena aku nggak mau jika beliau sampai sakit."
"Maaf Key aku lancang. Semua sudah aku katakan kepada ibu. Awalnya ibu syok tapi akhirnya beliau mau memaafkan aku. Jadi, kamu mau memaafkan aku Key?"
Keysha diam, tadi dia mengatakan jika sang ibu bisa memaafkan, diapun akan memaafkan Radit. Jadi, Keysha tidak mungkin memutar balikkan omongannya lagi.
Melihat Keysha ragu, Radit pun berkata lagi, "Kalau kamu nggak yakin, sekarang kita ke rumah ibu. Biar ibu yang menjelaskan semuanya ke kamu."
"Baiklah, kita akan ke rumah ibu. Jika benar kata Mas, ibu telah memaafkan, akupun akan berusaha ikhlas."
__ADS_1
Keduanya pun keluar dari kampus, Key ingin menyelesaikan semuanya.
Sepanjang perjalanan, keduanya hanya diam. Radit fokus nyetir sambil sesekali melirik Keysha, sedangkan Keysha sendiri memandang keluar lewat kaca mobil.
Sesampainya Radit dan Keysha di rumah sang ibu, adik-adikpun menyambut dengan gembira.
"Dek, ibu kemana?" tanya Keysha.
"Di dapur Mbak! Sebentar aku panggil ya Mas."
"Bu...Oh Bu, ada Mbak Keysha dan Mas Radit."
"Siapa Nak?"
"Mbak Key dan Kak Radit Bu."
"Suruh kakakmu masuk ya Nak! Sebentar, ibu cuci tangan dulu."
Keysha dan Radit pun menunggu kedatangan ibu sambil ngobrol dengan adik-adiknya. Dan setelah ibu menemui mereka, adik-adik pun kembali bermain.
Key mengucap salam, lalu memeluk sang ibu. Rasa rindu membuat Keysha menitikkan air mata.
Ibu yang paham akan masalah Keysa, menepuk lembut punggung Key, sambil berkata, "Sabar Nak, ini ujian bagi kalian!"
Keysha melepaskan pelukannya, lalu bertanya, "Ibu tahu tentang perceraian kami?"
"Iya, ibu tahu. Nak Radit sudah mengatakan semuanya dan Nak Radit menginginkan kalian agar bisa balikan."
"Tapi Bu....!"
"Ibu tahu, kamu sudah ditalak 3 boleh Nak Radit."
"Nah, nggak mungkin kan aku balikan dengan Kak Radit?"
"Mungkin saja, dengan kamu menikah dulu dengan pria lain."
"Itu nggak mungkin Bu, bagaimana mungkin ada pria yang mau di posisi itu."
"Mungkin saja Key. Jika kamu setuju, aku akan mencarinya."
"Ayolah Key, beri Radit kesempatan," ucap ibu.
"Baiklah Bu! Key akan memberi Kak Radit kesempatan terakhir, semua ini karena Ibu."
"Alhamdulillah, terimakasih Key. Aku akan mencari pria yang mau menikahimu dan nantinya juga mau menceraikanmu, agar kita bisa kembali menikah."
__ADS_1
Keysha akhirnya setuju karena permintaan sang ibu. Dia memberi kesempatan terakhir kepada Radit.
Bersambung.....