
Sesampai di rumah, Nicho kembali membopong Raisa dan membawanya masuk ke kamar pelayan. Sekretaris Li bergegas pergi karena tugasnya sudah selesai.
"Dasar cewek s*nting, benar-benar merepotkan." gumam Nicho sambil mengusap kepalanya
"Sebentar tuan, aku rebus airnya dulu."
Raisa bergumam lagi, langkah Nicho terhenti dan berbalik badan menatap Raisa yang terpejam.
"Merebus air? apa dia sedang bermimpi membuatkan kopi untukku?"
Nicho hendak pergi ke kamarnya, tapi tiba-tiba Raisa menarik tangannya.
"Jangan pergi!"
Nicho sangat terkejut. Ia mendudukkan badannya dan menatap Raisa lekat-lekat di samping tempat tidur.
"Gadis jelek, apa yang kamu inginkan? tanganmu menggenggam tanganku erat sekali."
Setelah cukup lama Nicho menatap Raisa yang tertidur, akhirnya ia memutuskan untuk tidur di sampingnya.
"Baiklah, ini keinginanmu. Aku tidur denganmu malam ini."
Tak lama kemudian, mata Nicho terpejam dan tangannya tetap di genggam oleh tangan Raisa.
* * *
Keesokan pagi
Raisa mengerjapkan mata, ia pun duduk sambil mengusap kepalanya yang masih terasa pusing.
"Dimana aku?"
Ia mengedarkan pandangannya, ia terkejut sekali melihat Nicholas yang tidur di sampingnya.
"Kyaaa!!!"
Raisa berteriak, Nicho perlahan bangun dan mengerjapkan mata.
__ADS_1
Raisa : "Tuan, kenapa kau tidur di kamarku?"
Nicho : "Kamu sudah sadar?"
Raisa kebingungan dan tak menjawab
Nicho : "Apa kamu tidak ingat? semalam kita pergi ke pesta, lalu kamu minum anggur sampai habis dua gelas."
Raisa : "Pergi ke pesta? minum anggur?"
Raisa berusaha mengingat apa yang terjadi sambil mengusap kepalanya yang masih terasa pusing
Raisa : "Oh iya, semalam kan kita berdansa. Lalu aku duduk dengan kak Cath. Aku merasa haus jadi aku minum air yang ada di meja."
Nicho : "Bahkan kamu tidak tahu kalau itu alkohol?"
Raisa menggelengkan kepalanya
Raisa : "Lalu kenapa tuan tidur di kamarku?"
Nicho : "Kamarmu? ini rumahku."
Nicho : "Ini memang kamarmu, tapi ini kamar pelayan. Apa kamu tidak ingat, semalam kamu menarik tanganku dan memintaku tidur bersamamu?"
Raisa : "Apa! tidak mungkin!"
Nicho :"Tapi begitulah kenyataannya. Semalam kamu terus mengigau di dalam mobil saat kamu mabuk."
Raisa :"Aku bilang apa?" tanya Raisa dengan raut khawatir
Nicholas tersenyum jahat
Nicho : "Tuan, aku sangat mengagumimu. Kau sangat keren, aku fans beratmu."
Raisa bergidik ngeri
Raisa :"Tidak mungkin aku mengatakan itu!"
__ADS_1
Nicho : "Kalau tidak percaya tanya saja pada sekretarisku."
Raisa : "Kau bohong!"
Nicho : "Terserah, yang pasti aku ingin minta pertanggung jawaban."
Nicho membaringkan tubuh Raisa dan menahan kedua tangannya, kini posisinya berada di atas tubuh Raisa.
Raisa : "Tuan, apa yang kau lakukan?"
Nicho : "Tentu saja, menyelesaikan urusan kita yang belum selesai."
Raisa : "Urusan apa?"
Nicho : "Kamu sudah membuatku menggendongmu di pesta semalam, lalu aku harus menggendongmu lagi ke rumah, dan untuk pertama kalinya seumur hidup aku tidur di kamar pelayan."
Raisa : "Tuan, tolong lepaskan!"
Nicho : "Tidak, kamu harus tanggung jawab."
Raisa :"Dasar laki-laki mesum!"
Nicho : "Berani mengejekku gajimu ku potong."
Raisa : "Tuan, maafkan aku. Tolong lepaskan."
"Hahaha." Nicho tertawa terbahak-bahak lalu beranjak dari ranjang Raisa
Nicho : "Hahaha, siapa juga yang mau menyentuhmu. Bisa-bisa aku biduran setelah menidurimu."
Raisa menggigit bibir merasa kesal
"Aku mau mandi, siapkan air untukku." ucap Nicho lalu keluar dari kamar Raisa
"Ugh menyebalkan!!! Dasar cowok sialan!!"
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like & komen ya😀