Jadi Pelayan Tuan Muda

Jadi Pelayan Tuan Muda
Keputusan Akhir


__ADS_3

Penampilan Nicho yang sudah rapi memakai setelan jas nya siap untuk berangkat ke kantor. Dia menuruni anak tangga sedikit terkejut mendapati Raisa yang sedang berbincang dengan sekretaris Li di ruang tamu.


"Li, kau sudah datang?"


Li segera berdiri sambil menunduk hormat begitu Nicho menyapanya.


"Selamat pagi tuan muda."


Nicho kembali mengalihkan pandangannya kepada Raisa. Ia memegang pundaknya dengan senyuman hangat.


"Raisa, pagi ini aku tidak sarapan di rumah. Jadi maaf ya, aku tidak bisa menemanimu makan."


"Iya, tidak apa-apa tuan."


"Kalau begitu aku tinggal dulu, jangan coba-coba kabur."


"Daulat yang mulia."


Raisa yang merasa kesal tanpa sadar kelepasan berbicara sedikit membuat Nicho merasa jengkel.


"Kamu bilang apa? Kamu meledekku ya?"


"Aa.. tidak tuan. Saya hanya meniru adegan di film, haha."


Nicho kembali melangkah keluar, sekretaris Li membuka pintu mobil untuknya. Kemudian mobil pun di lajukan akhirnya keluar dari gerbang utama.


***


Dalam perjalanan


"Li, tadi apa yang kalian bicarakan?"


"Dia minta tolong pada saya untuk di bebaskan."

__ADS_1


"Gadis itu benar-benar keras kepala, apalagi yang harus ku lakukan untuk membuatnya percaya kalau aku sangat menyukainya. Apa kau tidak punya solusi Li?"


Li sedikit tersentak, mengingat dia belum pernah menjalin hubungan dengan gadis manapun.


"Maaf tuan muda, mungkin hanya anda yang bisa menemukan solusinya. Kembali kepada diri anda sendiri, lebih baik ikuti kata hati anda. Saya yakin, itu adalah keputusan yang terbaik."


"Begitu ya? Aku tidak menyangka, kau bisa berkata bijak dalam masalah ini."


"Terima kasih atas pujian anda tuan muda."


Suasana kembali hening.


Apa dia tidak sadar kalau aku belum pernah pacaran. Dia malah minta solusi padaku.


***


"Sampai kapan dia akan mengurungku disini? Semua telefon di rumah ini sambungannya terputus. Aku harus bagaimana?"


Raisa bergumam sambil mondar mandir di dalam kamar.


Raisa menutup mukanya dengan kedua tangannya.


***


Sore hari kemudian


Mobil sekretaris Li sampai di gerbang utama, lalu berhenti di halaman rumah. Nicho turun di ikuti oleh Li.


"Li, setiap ada masalah aku hanya bisa bercerita denganmu. Apapun yang terjadi hari ini, aku sudah siap untuk menanggung resikonya."


"Tuan muda."


"Pulanglah, terima kasih untuk hari ini."

__ADS_1


Li menunduk hormat menunggu di depan rumah sampai Nicho masuk kedalam.


Nicho menghentikan langkahnya sembari memandang sekeliling. Ia mengenang kesehariannya ketika ia biasa memanggil Raisa disaat ia membutuhkan sesuatu. Dia teringat dikala minggu pagi, ketika ia meminta Raisa untuk memijat punggungnya. Kemudian ia melangkah menuju kamar mandi, ia teringat disaat Raisa menyiapkan air untuknya.


"Raisa, terlalu banyak kenangan tentangmu di rumah ini. Aku pikir hubungan kita hanya sebatas majikan dan pelayan, aku sudah melangkah terlalu jauh dan tak mungkin kembali."


Nicho keluar dari kamar mandi lalu pergi ke kamarnya, ia melihat Raisa sedang tertidur lelap. Perlahan ia mendekat lalu menyibak rambutnya.


"Raisa, mungkin hari ini adalah hari terakhir bagi kita. Apapun jawabanmu nanti aku sudah menyiapkan hatiku sekuat mungkin."


Nicho mengecup kening Raisa kemudian berlalu dari kamarnya. Raisa menyadari hal itu, perlahan ia membuka matanya.


***


Malam harinya setelah selesai makan malam. Nicho kembali mengutarakan perasaannya.


"Raisa, sekarang aku tanya sekali lagi. Bagaimana perasaanmu padaku? Apapun itu katakan saja, aku akan menerimanya."


"Tuan, bagi saya anda seperti langit yang tidak mungkin saya gapai. Jarak di antara kita terlalu jauh, saya tidak pantas berada di sisi tuan."


"Raisa, aku menyukaimu apa adanya. Lagipula status hanya materi, tapi tidak dengan perasaan. Raisa, aku.."


"Tidak tuan. Anda pantas mendapatkan yang jauh lebih baik."


Nicho menghela nafas perlahan.


"Baiklah. Jika itu keputusanmu, aku ucapkan terima kasih atas waktumu selama ini. Dan aku minta maaf, aku telah membebanimu. Kamu boleh pulang."


Nicho beranjak meninggalkan Raisa, Raisa pun bergegas pulang di antar oleh supir pribadi Nicho.


Tuan, aku tidak yakin dengan perasaanku. Kau terlalu sempurna dan punya segalanya. Apa gadis sepertiku pantas menjadi pendampingmu?


__ADS_1


Bersambung


__ADS_2