
4 bulan berlalu
Dini hari tadi, Nicho mendapat chat masuk di akunnya dari seorang gadis misterius.
"Hai Nicho."
Pada pagi hari Nicho membalasnya.
"Kamu siapa?"
Dengan secepat kilat gadis itu membalas.
"Kamu baru bangun tidur ya?"
"Sudah, jangan basa-basi. Sebenarnya kamu siapa? Bagaimana bisa tahu emailku."
"Haha, kamu sudah melupakanku. Ini aku, Marisa."
"Marisa?"
"Teman sekampusmu dulu."
"Kenapa kamu chat aku?"
"Aku dari dulu sangat menyukaimu Nich."
"Tapi aku sudah menikah, kamu tahu kan?"
"Aku mau jadi yang kedua."
"Aku tidak tertarik."
"Aku bisa jamin kamu tidak akan menyesal bermain denganku."
"Tolong, jangan ganggu aku lagi."
***
__ADS_1
Siang hari saat Nicho sedang rapat penting, ponselnya berbunyi ada notif masuk.
"Nich cayang.."
Sial!! Cewek itu benar-benar s*nting
maki Nicho dalam hati.
Saat di rumah pun, Nicho juga mendapat notif dari emailnya. Saat di meja makan, saat hendak tidur dan sesudah bangun tidur.
"Suamiku, akhir-akhir ini kamu jadi sibuk dengan ponselmu." ujar Raisa yang berbaring di sampingnya
"Oh, ini hmm. Pesan dari klien." jawab Nicho gugup
"Tapi sekarang sudah larut, apakah tidak terlalu malam membahas bisnis."
"Iya sayang, habis ini aku tidur. Kamu tidurlah duluan."
Raisa merasa ragu dengan jawaban Nicho. Tapi ia berusaha mengalihkan pikirannya. Kemudian tak lama ia memejamkan mata.
Nicho melirik istrinya yang sudah terlelap, lalu ia bergegas keluar kamar.
Marisa : "Oh, akhirnya.. kamu telfon aku juga Nicho."
Nicho : "Sebenarnya apa yang kamu inginkan ha!"
Marisa : "Tahan emosimu, aku cuma ingin berbagi cinta denganmu."
Nicho : "Aku sudah punya cinta. Aku tidak butuh cinta yang lain."
Marisa : "Bagaimana kalau cintaku lebih manis dan hebat dari cinta istrimu. Aku bisa membuatmu senang."
Nicho : "Dimana kamu sekarang?"
Marisa : "Wah.. kamu serius ingin bertemu denganku?"
Nicho : "Cepat katakan!"
__ADS_1
Marisa : "Aku tak yakin kamu mau datang."
Nicho : "Kenapa? Tadi bukannya kamu mengancamku, sekarang kamu tidak mau beritahu keberadaanmu. Apa maumu!"
Marisa : "Tenanglah sayang, jangan buru-buru. Aku akan beritahu kamu bila aku sudah siap, okey."
Telefon terputus.
Nicho : "Hallo! Hallo! Marisa! Sial!!"
***
Keesokan Pagi
Nicho dalam perjalanan ke kantor di antar oleh sekretaris Li. Raisa mengamati suaminya saat di meja makan tadi, Nicho tampak gelisah.
Nicho : "Li, apa kau sudah menyelidiki tentang gadis itu?"
Li : "Aku sudah mengirim mata-mata, ternyata dia bekerja di klub malam ternama di ibu kota."
Nicho : "Apa! Dia bekerja di tempat itu? Bagaimana bisa? Dulu dia anak yang berprestasi di kampus. Hmm.."
Nicho diam sesaat, tak lama kemudian ia menyeringai.
Nicho : "Li, aku ingin gadis itu. Atur semuanya."
Li : "Baik tuan muda."
Dalam diri seorang Li yang dingin dan tidak terlalu peduli dengan masalah pribadi orang lain, kali ini ia cukup terkejut dan bertanya-tanya dalam hati. Bagaimana bisa seorang Nicho yang sudah ia layani sekian lama, bisa tertarik dengan seorang gadis yang tidak terikat dengannya. Apalagi yang ia tahu, tuan mudanya ini sangat mencintai istrinya. Mana mungkin dia mampu menghianatinya?
***
"Marisa, apa kamu tidak dengar?" sebuah tanya membuat kepalanya menoleh pada wanita cantik yang menginterupsinya.
"Ya, ada apa? Aku tidak mendengarnya." jawab Marisa enteng
"Persiapkan dirimu, pukul delapan malam supir akan menjemputmu. Seorang pengusaha ternama akan memesanmu untuk menghabiskan malam bersamanya, tolong beri pelayanan terbaik, okey."
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa like & komen ya😄