
Nicho : "Raisa, hari ini aku akan pulang malam karena aku ada urusan. Nanti jam 7 jangan pulang dulu ya."
Raisa : "Baik tuan."
Nicho : "Dan juga, kamu harus menyambutku."
Raisa : "Iya tuan."
Malam ini aku akan memberimu kejutan. Tunggu saja..
***
Jam 5 sore.
Raisa mendengar bunyi bel.
Tadi bukannya tuan berpesan kalau pulangnya malam, tapi kenapa sekarang sudah pulang.
Terdengar bunyi bel lagi, Raisa pun membuka pintunya.
"Hallo.."
"Maaf, nona siapa ya?"
"Kamu tidak mengenaliku?"
Raisa hanya diam merasa bingung.
"Aku adalah seorang model. Namaku Elisabeth, biasa di panggil Elis. Kamu tidak tahu?"
Raisa menggelengkan kepala.
"Ah ya sudah. Dimana tuan rumah ini?"
__ADS_1
"Tuan belum pulang. Dia akan pulang nanti malam."
"Ya sudah, kalau begitu aku akan menunggunya. Apa aku tidak di ijinkan masuk?"
"Maaf, silahkan nona."
Elis berjalan ke ruang tamu, lalu mendudukkan dirinya di sofa. Raisa hanya diam dan merasa bingung dengan wanita di hadapannya ini.
* * *
Jam setengah delapan malam, akhirnya Nicho pulang. Semua pelayan datang menyambutnya.
"Raisa, siapkan aku air hangat."
"Tidak perlu!" ujar dengan suara keras dari arah tangga.
Mata Nicho membelalak saat mengetahui wanita yang kini berdiri di depannya.
Nicho : "Elis!"
Elis : "Kejutan..!!"
Elis : "Tentu saja karena aku ingin bertemu denganmu. Untuk apa lagi?"
Nicho sangat syok
Elis : "Nich, aku sudah siapkan air hangat untukmu. Ayo kita ke atas."
Nicho tersentak mendengar ucapan Elis, seketika menoleh memandang Raisa dan Raisa pun segera mengalihkan pandangannya.
Nicho : "Elis.."
Elis memotong ucapan Nicho, dia langsung menarik tangan Nicho dan mengajaknya ke lantai atas menuju kamar mandi. Sementara Raisa hanya terdiam dan entah apa yang di pikirkannya saat ini.
***
__ADS_1
Nicho : "Elis, kamu gila ya? Apa yang kamu lakukan?"
"Nich, aku sangat merindukanmu." Elis memeluk Nicho
"Lepaskan!" Nicho berusaha melepas pelukan Elis tapi pelukannya sangat erat.
Elis : "Tidak mau. Memangnya kamu tidak merindukanku?"
Nicho : "Apa yang kamu lakukan? Cepat lepaskan!"
Elis : "Nich, aku rela melajang sampai sekarang hanya untuk dirimu. Tapi kamu masih saja menolakku."
Nicho : "Apa kamu tidak sadar dengan ucapanmu? Kamu sudah membuat hubungan persahabatanku dengan Alex jadi rusak."
Elis : "Aku rasa tidak ada yang salah jika kita menjalin ikatan. Pikirkan saja, masa di jaman sekarang masih ada perjodohan. Pada akhirnya salah satu di antara kami akan bertemu dengan seseorang yang lebih membuat nyaman. Dan aku merasa nyaman saat berada disisimu Nicho."
Nicho : "Elis, selama ini aku hanya menganggapmu sebatas teman. Itu saja."
"Tapi perasaanku berbeda untukmu. Aku ingin kamu menjadi suamiku. Iya, kamu." Elis semakin mempererat pelukannya
Nicho : "Kamu benar-benar sudah gila. Hubunganku dengan Alex sudah rusak, jangan kamu buat tambah rusak lagi."
Elis : "Aku tidak peduli. Salah sendiri dia kuliah di luar negeri. Aku kan jadi kesepian."
Nicho : "Elis, tolong lepaskan."
Elis : "Tidak. Oh iya, kamu kan mau mandi. Biar aku temani ya?"
Nicho : "Sungguh, aku sangat menyesal pergi denganmu waktu itu. Aku jadi terlibat skandal."
Elis : "Tapi aku sangat bersyukur karena aku jadi bebas dari Alex."
Nicho : "Gara-gara kamu kita jadi trending topic. Sampai-sampai media mencatat kalau aku pernah berhubungan denganmu."
Elis : "Aku sangat bersyukur Nicho. Itu artinya Tuhan berpihak padaku."
__ADS_1
Astaga.. padahal malam ini harusnya jadi momen spesialku bersama Raisa. Tapi semua rencanaku gagal total.
Bersambung