
Berita pernikahan Nicholas William, seorang pemilik perusahaan kontraktor terbesar di Indonesia menjadi topik utama pemberitaan di beberapa media massa.
Pernikahan super mewah itu langsung di gelar di sebuah hotel berbintang. Pernikahan ala negeri dongeng itu membuat Raisa merasa berada di alam mimpi. Raisa kini berdiri di samping Nicho. Mereka sudah sah sebagai sepasang suami istri.
Malam ini Raisa terlihat sangat cantik dalam balutan baju pengantin berwarna putih. Di sampingnya, Nicho berbalut setelan tuxedo putih sungguh terlihat sangat tampan. Para rekan dan tamu undangan hadir, mereka memberikan ucapan selamat.
Dan di hari pernikahannya inilah Raisa mulai menyadari seberapa besar kekuasaan dan tingginya posisi suaminya. Alan terlihat sangat bahagia. Sedangkan Margareth tersenyum puas, anak yang bukan darah dagingnya pergi dari keluarga tanpa perlu repot ia usir.
"Raisa, selamat sudah menjadi istri laki-laki hebat seperti Nicho. Kamu juga wanita yang hebat bisa tahan dengan sikapnya. Maaf aku mengatakan ini, aku tahu karena aku kakak sepupunya." ucap Catherin
"Iya kak, terima kasih atas pujianmu."
John dan Catherin memberi ucapan selamat kepada mereka. Alex juga datang bersama Sofia, mereka pun memberi ucapan selamat. Nicho sangat syok karena ia baru tahu jika mereka menjalin kasih. Steven juga datang bersama kekasihnya.
Laura : "Baru kali ini aku bertemu denganmu secara langsung. Selamat ya Raisa."
Raisa : "Terima kasih kak sudah datang. Semoga kakak juga segera menyusul."
__ADS_1
Laura : "Iya, semoga."
Lalu ada satu orang lagi yang datang, semua mata tertuju ke arahnya. Dia adalah mantan tunangan Raisa.
Arthur : "Nich, selamat atas pernikahanmu."
Nicho : "Ini semua karena dirimu. Jika saja kau tidak menelfonku waktu itu, aku tidak akan tahu isi hati Raisa yang sebenarnya."
Arthur : "Aku juga bersyukur. Sebenarnya aku belum siap, itu keinginan ibuku. Aku masih ingin mengejar karirku."
Suasana sangat meriah, lantunan lagu dari penyanyi ternama silih berganti. Setelah pesta pernikahan usai, Nicho mengajak Raisa pulang.
Pagar halaman yang di bangun tinggi seperti pagar istana terlihat semakin menjauh lewat kaca belakang mobil. Rumah Nicho sangat mewah, dengan sebuah kolam air mancur kecil yang tepat berada di tengah-tengah taman yang di kanan kirinya di pahat patung berbentuk malaikat.
Terlihat ada beberapa penjaga yang berdiri siaga. Seorang kepala pelayan dan semua pelayan menyambut mereka di depan pintu masuk. Mereka menundukkan kepala dan memberikan salam.
"Selamat datang tuan muda. Selamat datang nona muda. Selamat atas pernikahannya."
__ADS_1
"Terima kasih." ucap Nicho dan Raisa bersamaan. Raisa tercengang, baru kali ini ia melihat Nicho bersikap ramah kepada bawahannya.
Nicho menggendong Raisa menuju lantai atas sampai di kamar mereka berdua, kemudian mendudukkannya di tepi tempat tidur. Ada banyak lentera kecil di lantai yang menerangi ruangan, dan juga kelopak bunga mawar merah bertaburan di atas ranjang.
Nicho menutup pintu, lalu mendudukkan dirinya di samping istrinya. Raisa menunduk dengan jantung berdetak kencang, malam ini ia akan menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
Perlahan tangan Nicho menangkup pipi Raisa agar memandangnya. Kini tatapan mata mereka saling beradu, hingga bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain. Perlahan Nicho mendekatkan wajahnya, mengecup bibir Raisa dengan lembut, memainkan lidah mereka berdua yang semakin lama semakin panas. Nicho melucuti pakaian Raisa dan menjatuhkannya ke lantai, ia pun melepaskan pakaiannya.
Dengan pelan Nicho membaringkan tubuh Raisa ke ranjang. Dia menindih tubuh Raisa dan kembali mencium bibirnya. Nicho mengerang, ia mulai menyentuh bagian tubuh Raisa yang lain. Sampai akhirnya, Nicho meraba paha hingga ke area sensitif.
"Raisa, aku akan menjalankan kewajibanku sebagai suami."
Walaupun sudah perlahan-lahan Nicho melakukannya, Raisa tetap merasakan sakit, karena ini pertama baginya.
Nicho mencium Raisa agar melupakan rasa sakitnya. Lama-lama Raisa mulai menikmati sentuhan Nicho dan membalas ciumannya.
Setelah itu Nicho memeluk Raisa dari belakang, mencium rambutnya lalu menyibakkannya. Akhirnya malam pertama terlewati dengan sukses.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa like dan komen ya😍