Jadi Pelayan Tuan Muda

Jadi Pelayan Tuan Muda
Pernyataan Mengejutkan


__ADS_3

Raisa menuruni anak tangga. Di ruang tamu dia melihat seseorang duduk. Ayah dan ibu tirinya sedang berbicara berlebihan. Raisa menghentikan langkahnya saat pria itu berdiri karena melihatnya datang.


"Saya akan membawa nona Raisa sekarang." kata sekretaris Li


"Baik sekretaris Li." ucap ayah Raisa


Raisa mengikuti langkah kaki utusan itu, tanpa bicara sepatah katapun.


Sesaat setelah kepergian Raisa, ayah dan ibu tirinya kembali berbincang.


"Wow Alan, sepertinya rencana kita berhasil."


"Iya Margareth. Aku sangat senang bila putriku bisa mendapat pasangan pria kaya raya, apalagi dia sangat berpengaruh. Hal itu bisa meningkatkan derajatku."


"Karena itu, kau tidak salah kan mendengarkanku?"


"Keputusanmu selalu benar sayang."


Ayah dan ibu tiri Raisa tampak merasa puas. Terlihat dari senyum mereka sejak Raisa di jemput oleh sekretaris Li. Sementara dari arah lantai 2, ada raut kecewa dan tatapan sedih yang mendalam.


***


Di dalam mobil

__ADS_1


Nicho tak henti-hentinya memandang Raisa yang anggun dengan balutan gaun pemberiannya. Sedangkan Raisa diam membisu sejak memasuki mobil dan saat mobil berjalan pun dia tetap membisu. Sambil menatap pemandangan di pinggir jalan pikiran Raisa kemana-mana.


Setelah cukup lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah restoran mewah dengan interior yang unik. Nicho mengajak Raisa masuk dengan mengulurkan tangannya, Raisa pun bergelayut di lengan Nicho.


Raisa menatap sekeliling dan ia tak dapat menahan takjub melihat gantungan lampu-lampu kecil menghiasi sekeliling ruangan. Saat itu jugalah Raisa menyadari jika di restoran ini hanya meja mereka yang terisi.


"Raisa, aku menyiapkan semua ini untukmu."


"Tuan, apa anda tidak terlalu berlebihan?"


"Aku tidak masalah. Karena aku ingin semuanya berjalan dengan sempurna. Aku tidak mau ada pengganggu. Dan malam ini harus menjadi malam yang istimewa."


Raisa terdiam berusaha mencerna perkataan Nicholas


Raisa terkejut. Ia tidak bisa mengucapkan satu patah katapun untuk membalas.


"Menikahlah denganku, Raisa Angelina."


Namun, balasan yang sudah ada di ujung lidahnya tertelan kembali ketika Raisa melihat cincin berlian cantik yang tersemat di tengah kotak kecil di tangan Nicho.


"Maaf."


Sebuah kata yang membuat Nicho terkejut seketika perubahan ekspresi dari raut wajahnya.

__ADS_1


"Saya tidak bisa."


"Kenapa? Kenapa kamu menolakku?"


"Ini sangat mustahil. Bukankah tuan membeli saya, lalu sekarang tuan melamar saya. Saya sulit memahami ini."


"Awalnya memang begitu, tapi lama-kelamaan aku mulai menyadari perasaanku."


Permainan apa lagi ini? Laki-laki ini pasti hanya mempermainkanku. Aku harus menikah dengan laki-laki seperti dia?


"Sekali lagi saya minta maaf."


Tangan Nicho gemetar, menahan emosi yang bergejolak. Tenggorokannya tercekat dan untuk pertama kalinya dia berusaha menahan air mata karena ditolak oleh seorang wanita.


"Baiklah. Aku tidak akan memaksamu. Aku sadar kenapa kamu seperti ini. Tentunya kamu sangat membenciku."


Nicho beranjak dari duduk lalu pergi meninggalkan Raisa. Bersamaan dengan itu hidangan datang. Raisa pun mengikutinya keluar dan masuk ke mobil.


Sekretaris Li melajukan mobilnya mengantar Raisa pulang. Di perjalanan mereka tidak saling berbicara. Nicho mengalihkan pandangannya dari Raisa dengan menatap ke arah kaca.


Sesampai di rumah, Raisa bergegas ke kamar. Dia terkejut bukan main saat mendapati Steve yang sedang duduk di sisi tempat tidurnya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like & komen ya🤗


__ADS_2