Jadi Pelayan Tuan Muda

Jadi Pelayan Tuan Muda
Ketemuan


__ADS_3

Hari ini Nicholas pulang kantor lebih awal sekitar pukul 4 sore, karena ia ada janji dengan seseorang. Sang sopir mengemudikan mobil menuju sebuah restoran. Sesampai disana, Nicho mulai masuk ke area lalu mencari seseorang yang sudah menunggunya.


"Maaf, apa kamu sudah menunggu lama?"



"Sofia?"


Senyuman terukir dari bibir gadis itu dengan riang


"Nich." keinginan kuat dari dalam hati ingin memeluk lelaki yang kini berdiri di hadapannya, namun ia urungkan.


Nicho pun duduk, tak lama kemudian pelayan datang menanyakan menu yang akan mereka pesan.


Sofia : "Aku sama denganmu."


Nicho : "Ok, steak dan jus apel dua porsi."


Setelah mencatat pesanan, sang pelayan berlalu. Kemudian suasana menjadi canggung.


"Kamu.." mereka melontarkan kata bersamaan


Sofia : "Kamu saja duluan."


Nicho : "Tidak, kamu duluan."


Sofia tampak canggung untuk mengungkapkan isi hatinya


Sofia : "Hari ini rasanya seperti mimpi, aku bisa bertemu lagi denganmu."


Nicho : "Aku lebih terkejut lagi kamu masih menyimpan email ku."


Sofia tertawa kecil


Sofia : "Entah mengapa jariku tidak bisa menghapusnya, terutama perasaanku."


Mereka saling bertatap mata, tak lama kemudian hidangan datang dan di letakkan di meja. Mereka berdua langsung mengalihkan pandangan. Lalu menyantap hidangan sambil mengobrol.


Sofia : "Nich, kamu semakin tampan saja."


Nicho : "Kamu juga semakin cantik."


Sofia tersenyum


Sofia : "Kamu sudah punya pacar belum?"


Nicho : "Belum." Nicho menjawab sambil mengiris daging

__ADS_1


Sofia : "Apa kamu tidak buka lowongan?"


Nicho : "Lowongan?"


Sofia : "Lowongan hatimu."


Nicho terkejut dengar ucapan Sofia, ia memandang Sofi dengan raut kebingungan.


Sofia : "Kalau buka, aku ingin daftar."


Nicho mulai mengerti maksud perkataan Sofia, ia hanya tertawa kecil.


Nicho : "Sofi, kamu ada-ada saja."


Sofia : "Aku hanya bercanda."


Nicho : "Memangnya kamu tidak punya pacar?"


Sofia : "Aku jomblo."


Nicho : "Seorang gadis yang populer di kampus, sekarang jomblo?"


Sofia : "Itu dulu Nicho. Sekarang aku tahu kenyataan kalau cinta itu benar-benar pahit. Aku telah di butakan oleh cinta. Harusnya dulu aku mendengarkanmu. Dia menghianatiku."


Nicho terdiam mendengar pernyataan Sofia


Sofia : "Ternyata yang kamu katakan benar, dia itu playboy. Dia cuma memanfaatkanku."


Nicho : "Aku yakin kamu akan mendapatkan yang lebih baik."


Sofia : "Terima kasih, kamu selalu memberiku semangat."


Mereka pun tersenyum. Setelah cukup lama berdua di restoran, mereka bergegas pergi ke suatu tempat, taman yang letaknya tidak jauh dari restoran itu.


Sofia : "Nich, aku jadi ingat masa lalu."


Mereka berjalan menuju air mancur


Sofia : "Dulu kita sering menghabiskan waktu disini kan."


Nicho : "Iya, sejak kita putus aku belum pernah ke tempat ini lagi."


Sofia : "Nich?"


Sofia menarik tangan Nicho, kini mereka berdiri berhadapan.


Sofia : "Bolehkah aku memelukmu?"

__ADS_1


Nicho menatap kedua mata Sofi bergantian, hingga akhirnya ia menjawab.


"Silahkan."


Sofia memeluk Nicho dengan mata berkaca-kaca, Nicho pun membalas pelukannya dengan membelai lembut rambut Sofia.


Sofia : "Nicho, aku sangat merindukanmu. Dari dulu sampai detik ini, perasaanku tetap sama untukmu. Dari sekian lelaki yang pernah ku temui, hanya kamu lelaki terbaik yang pernah aku kenal."


Nicho : "Sofia, kamu hanya belum menemukan seseorang yang kamu impikan."


Sofia : "Jika kamu memberiku satu kesempatan, aku ingin sekali menjadi kekasihmu untuk yang kedua kalinya."


Nicho : "Sofia, dalam hidup ini kita harus terus melangkah maju. Ibaratnya, aku ini hanya angin lalu yang menjadi tamu sebentar dalam hidupmu. Mungkin kamu berpikir, perasaan yang kamu rasakan sekarang adalah cinta. Tapi suatu hari nanti kamu akan sadar, kalau itu hanya cinta sesaat."


Sofia tersentuh dengan ucapan Nicho, tanpa sadar air matanya menetes. Lalu ia melepas pelukannya.


Sofia : "Maaf, aku sangat egois."


Nicho : "Kamu tidak perlu minta maaf, aku mengerti perasaanmu. Hari sudah sore, ayo kita pulang."


***


Setelah mengantar Sofia pulang, Nicho bergegas pulang ke rumahnya. Setiba di rumah, ia di sambut oleh para pelayannya.


"Raisa, ayo ikut aku ke atas."


"Baik tuan."


***


Di dalam kamar mandi, Nicho melepas pakaiannya dan tergeletak di lantai.


"Siapkan air untukku."


Raisa sudah menyiapkan air, Nicho pun berendam di bathub dengan air yang sudah tercampur dengan sabun dan aroma terapi.


"Kamu mau kemana?"


Raisa tersentak dan diam mematung membelakangi tuannya.


Kenapa lagi-lagi aku harus melihatmu telanjang. Ibu, tolong selamatkan aku dari pria gila ini.


"Cuci rambutku."


Raisa duduk di belakang bathub. Ia menatap punggung Nicho sambil memijat kepalanya. Saat ia meletakkan pakaian Nicho ke dalam keranjang, ia bisa mencium wangi parfum wanita dari sana.


Suasana hening.

__ADS_1


Nicho terdiam dalam renungannya, sementara pikiran Raisa kemana-mana. Raisa terkejut saat Nicho tiba-tiba berdiri, dan berjalan ke shower untuk membilas tubuhnya. Raisa memalingkan wajah, menunduk sambil membuka pembuangan air dalam bathub. Setelah ia yakin Nicho sudah keluar dari kamar mandi ia terduduk lemas sambil mengela nafas panjang.


Bersambung


__ADS_2