
Tiga Hari kemudian..
Tiga hari setelah melahirkan, Raisa dan kedua bayinya diizinkan pulang. Di rumah, sudah ada banyak orang yang menanti kehadiran bayi kembarnya. Termasuk keluarga Raisa beserta keluarga besar Nicho. Nicho segera mengajak semua orang yang menyambut mereka diluar rumah untuk masuk ke dalam.
"Selamat ya, Nicho, Raisa. Kalian mendapat dua anak kembar yang sangat lucu." ucap ayah tiri Nicho dengan senyum sumringah.
"Terima kasih ayah." jawab Nicho. Nicho merasa ayah tirinya sangat baik, terlihat jelas dari senyumnya yang tulus.
Sekarang kedua anak kembar Nicho sedang di gendong oleh ibunya dan ibu mertuanya. Dia lantas segera mengajak istrinya untuk istirahat ke kamar. Setelah itu dia mengambil sarapan dan kembali lagi masuk ke kamar.
"Sayang, ayo makan dulu, setelah ini minum obat." bujuk Nicho
"Dimana anak kita sayang? bukankah ini saatnya mereka dijemur sebentar?" tanya Raisa
__ADS_1
"Tenanglah, saat ini ada banyak orang yang mengurus mereka. Sebaiknya kamu makan, minum obat, dan istirahat saja." pinta Nicho
Raisa pun mematuhi perintah suaminya, setelah minum obat dia mengantuk, akhirnya dia tertidur lelap pagi itu.
***
Malam harinya Nicho terus berjaga, karena kedua anak kembarnya secara bergantian meminta susu. Nicho sengaja tidak membangunkan istrinya, karena dia tahu jika kondisi tubuh istrinya masih belum pulih. Namun tadi sore Raisa sudah menyiapkan asi nya yang disimpan dalam beberapa botol susu, agar lebih mudah memberikannya kepada kedua buah hatinya. Raisa memiliki asi yang melimpah, sehingga sangat mencukupi kebutuhan kedua putranya. Bagi Raisa dan Nicho, semahal-mahalnya susu formula tetap lebih baik asi dari seorang ibu. Jadi Raisa selalu menjaga asupan makannya agar kualitas asi nya baik.
Kedua anak kembarnya dari bayi sudah terlihat berbeda, Glen jarang menangis, sedangkan Jason yang pertama lahir malah rewel. Nicho sama sekali tidak mengeluh, meskipun lelah dan mengantuk namun dia terus berjaga, dia sangat menikmati perannya menjadi seorang ayah.
Lalu di tengah malam Raisa terbangun, dia terkejut melihat suaminya masih menimang bayi mereka. Raisa segera duduk secara perlahan.
"Sayang, sini gantian aku yang menggendong Jason." pinta Raisa lembut.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, sebaiknya kamu tidur lagi, aku masih asyik bermain dengan putraku yang pintar ini." jawab Nicho lembut.
Beberapa menit kemudian Jason sudah tertidur, Nicho menidurkan bayi mungilnya di tempat tidur khusus yang ada di dalam kamarnya. Setelah menidurkan putranya, Nicho segera mendekati istrinya.
"Terima kasih, istriku. Karena kamu telah hadir dalam hidupku, dan memberiku dua malaikat kecil penyejuk hati." bisik Nicho mesra, dan Raisa hanya tersenyum memandangnya.
Nicho segera membantu istrinya untuk berbaring lagi, kemudian dia juga tidur dengan memeluk istrinya.
"Sayang, kelak anak kita seperti siapa ya? Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba." bisik Nicho pelan lalu memejamkan matanya.
Raisa tidak merespon, dia hanya berharap, semoga kedua anak kembar mereka bisa mewarisi sifat yang baik saja dari kedua orang tuanya. Dalam renungan Nicho, selama ini dia melupakan jati dirinya hanya untuk membuat istrinya bisa menerima dan mencintainya. Nicholas William yang angkuh dan kejam, namun tunduk pada seorang wanita, kekasih hatinya, belahan jiwanya.
Bersambung
__ADS_1