
Ayo like & komennya dong biar author semangat up kelanjutannya😯
"Raisa, maafkan aku. Aku tidak sadar sudah melakukan itu padamu."
"Tuan..."
Tiba-tiba terdengar ponsel berdering, Raisa beranjak dari tempat tidur.
"Maaf, saya terima telfon dulu ya tuan."
Nicho terlihat mengamati Raisa menerima telfon dari seseorang.
Raisa : "Hallo."
Arthur : "Kamu dimana?"
Raisa : "Aku.. emm.. di rumah temanku."
Arthur : "Dimana alamatnya, biar aku jemput."
Raisa : "Tidak usah tuan, kita ketemuan saja di tempat biasa."
Arthur : "Oke."
Raisa menutup telfonnya.
"Tuan, saya pergi dulu ya."
"Apa tadi telefon dari Arthur?"
Dengan ragu Raisa menganggukkan kepalanya.
"Pergilah."
Raut muka Nicho berubah, ia terlihat sedih dan murung. Raisa berjalan mendekatinya dan duduk di tepi ranjang.
"Tuan, saya hanya pergi sebentar. Setelah itu saya kembali."
Nicho tersentak mendengar ucapan Raisa.
"Saya pergi dulu ya tuan."
Nicho memandang Raisa yang berlalu kemudian menghilang setelah menutup pintu.
***
Raisa turun dari taksi, terlihat Arthur sudah menunggunya di kursi taman.
__ADS_1
Raisa : "Maaf, apa anda menunggu lama?"
Arthur : "Raisa, aku juga baru sampai."
Raisa duduk di samping Arthur.
Raisa : "Jadi bagaimana tuan?"
Arthur : "Awalnya ibuku marah besar, tapi perlahan emosinya mereda. Mana mungkin ibu bisa marah sangat lama pada anak imut sepertiku."
Raisa : "Dasar sombong."
Arthur : "Tapi.."
Raisa : "Tapi apa tuan?"
Arthur : "Sebagai bayaran atas perbuatanku, ibu tidak memperbolehkan aku ikut ke spa selama satu bulan."
Raisa : "Hanya itu?"
Arthur mengangguk.
Raisa : "Aku kira apa!"
Arthur : "Jadi sekarang masalah kita selesai."
Raisa melepas cincin yang melingkar di jari manisnya, Arthur pun menerimanya.
Arthur : "Sekali lagi maafkan aku ya Raisa."
Raisa : "Iya tuan. Tapi aku juga bersyukur, berkat pertunangan kita sekarang aku menyadari perasaanku."
Arthur : "Kisah cinta kalian itu rumit sekali sih."
Raisa hanya tersenyum.
Arthur : "Kalau begitu ayo ku antar kamu pulang."
Raisa : "Tidak usah tuan, saya masih ada urusan."
Arthur : "Ya sudah, kebetulan aku juga ada urusan. Aku duluan ya?"
Raisa : "Iya tuan."
Raisa memandang Arthur yang berlalu kemudian menghilang setelah mengendarai mobil sport nya.
***
__ADS_1
"Tuan.. aku pulang.."
Raisa kaget dengan mata melotot mendapati Elis yang sedang duduk memeluk Nicho di sampingnya.
Elis : "Hei, ketuk pintu dulu sebelum masuk!"
Raisa : "Nona, sedang apa kau disini?"
Elis : "Lancang sekali. Memang apa urusannya denganmu?"
Raisa : "Nona, tuan harus istirahat. Lebih baik anda pergi sekarang."
Elis : "Kau menyuruhku pergi? Berani sekali seorang pelayan mengusirku!"
Nicho : "Elis, pergilah."
Elis : "Nich, aku datang untuk menemuimu."
Raisa : "Nona, dengan segala hormat saya mohon sekali pengertian anda. Tuan butuh istirahat."
Elis : "Jadi kau pikir aku mengganggunya begitu!"
Tanpa basa basi Raisa menarik tangan Elis keluar dari kamar Nicho.
Elis : "Apa-apaan ini! Beraninya kau menyentuhku!"
Raisa : "Nona, anda pergi sekarang atau saya panggil penjaga untuk menyeret nona keluar?"
Elis : "Berani sekali, kau menantangku? Apa jangan-jangan kau menyukai Nicho ya?"
Raisa : "Kalau iya kenapa?"
Elis tersentak kemudian tersenyum sinis.
Elis : "Gadis rendahan sepertimu mana pantas bersanding dengan Nicho! Yang ada, kau hanya akan membuatnya malu."
"Tapi kenyataannya tuan menyukai saya." Raisa tersenyum sinis
Elis : "Jangan bermimpi."
Raisa : "Saya bersungguh-sungguh nona, bahkan kami pernah tidur bersama. Semalam saya juga menjaga tuan dan tidur di sampingnya."
Elis merasa geram, ia mengepalkan tangannya seakan ingin menampar Raisa. Lalu ia pergi sambil menyenggol pundak Raisa dengan kasar, dan berjalan cepat meninggalkan rumah Nicho.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan like & komen ya😄
__ADS_1