Jadi Pelayan Tuan Muda

Jadi Pelayan Tuan Muda
Rahasia Besar


__ADS_3

"Raisa, Arthur. Selamat atas pertunangan kalian. Semoga hubungan kalian langgeng."


"Terima kasih Nicho, kau sudah menyempatkan dirimu untuk datang."


Setelah mengucap selamat kepada mereka, Nicho berlalu meninggalkan acara dengan luka yang mendalam.


"Raisa, kalau aku boleh tahu kamu ada hubungan apa dengan Nicho."


Raisa tersentak.


"Aku perhatikan, dari tadi kamu kelihatan sedih sejak dia datang. Apa jangan-jangan di antara kalian ada apa-apa ya?"


"Tuan bicara apa?"


Mereka kembali terdiam.


***


Nicho terduduk lemas di dalam mobil. Dia menghembuskan nafas perlahan sambil menitikkan air mata yang sedari tadi ia tahan.


"Li, aku ingin pergi ke rumah ayah sekarang. Tolong antar aku kesana."


"Baik tuan muda."


Li melajukan mobil dengan cepat.


***


Setelah cukup lama di perjalanan, sampailah mereka di kediaman Evander. Namun pria itu tak ada di rumah. Nicho bergegas mencari seorang kepala pelayan yang sudah dia anggap seperti ibunya sendiri.


"Bibi Rose."

__ADS_1


"Tuan muda."


Nicho memeluk Rose dengan menitikkan air mata.


"Tuan muda, kenapa anda seperti ini?"


"Aku patah hati bibi, aku jatuh cinta pada seorang gadis tapi dia tidak mencintaiku. Mungkin dia membenciku karena aku orang yang kejam."


"Tuan muda, jangan berkata seperti itu. Tuan muda sangat baik."


"Tidak bibi, sekarang aku harus bagaimana? Hatiku sakit sekali. Bukankah dulu bibi selalu mengobati lukaku kalau aku terluka. Apakah bibi bisa mengobati luka di hatiku ini?"


"Aku minta maaf, aku tidak mungkin melakukannya."


"Harusnya dari awal aku dengarkan kata-kata ayah. Sekarang aku menerima akibatnya."


Rose melepaskan pelukan Nicho.


"Maksud bibi, ibu?"


"Sebelumnya tolong maafkan aku, sudah sejak lama aku ingin memberitahu tuan muda tapi tuan Evan mengancam akan memecat saya."


"Apa maksud bibi?"


"Sebenarnya, nyonya Emily tidak pernah mengabaikanmu tuan Nicho. Dia sudah berkali-kali datang kesini untuk menemuimu, tapi tuan Evan melarang. Karena itulah, sejak perceraian mereka, dia sengaja memindahkan tuan muda ke sekolah lain agar nyonya tidak bisa mencari anda."


"Apa! Ayah melakukan itu, jadi selama ini ayah memisahkan aku dari ibu. Lalu apa bibi tahu ibu tinggal dimana sekarang?"


"Iya, saya tahu. Saya akan memberikan alamatnya."


Tak lama kemudian mobil Evander datang dan telah sampai di gerbang utama. Dia pun turun, mengetahui mobil sekretaris Li ada di depan rumahnya ia pun melangkah masuk kedalam.

__ADS_1


Evander William



"Li."


"Selamat malam paman." Li menunduk hormat


"Dimana Nicho?"


"Ayah!!!"


Nicho berteriak dari arah cukup jauh. Lalu dia berjalan mendekat ke arah Evander.


"Nich, apa-apaan sikapmu itu?"


"Aku sungguh kecewa pada ayah, bagaimana ayah bisa menipuku selama ini. Ayah tega memisahkan aku dari ibuku. Bayangkan ayah, sejak aku berumur 13 tahun sampai sekarang 25 tahun! Ayah tidak memikirkan bagaimana sakitnya perasaanku! Kau membuat aku membenci ibuku yang sebenarnya sangat menyayangiku!"


"Jadi Rose memberitahumu?"


"Jangan salahkan bibi Rose. Ayah, kau benar-benar kejam. Aku sangat menyesal mengikuti kemauanmu. Kau membuat aku menjadi orang yang kejam!!"


Plakk!!!


"Berani-beraninya kau, dasar anak tidak tau di untung. Jika bukan karena aku kau tidak akan menjadi seperti sekarang."


"Iya, karena ayah aku menjadi lelaki brengs*k!!"


Nicho berlalu meninggalkan Evander, di ikuti oleh Li di belakangnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2