Jadi Pelayan Tuan Muda

Jadi Pelayan Tuan Muda
Penculikan


__ADS_3

Setelah restoran tutup, Raisa bergegas pulang. Ia berjalan ke luar sembari mengetik ponselnya hendak memesan driver online. Tiba-tiba dua orang pria memakai masker membungkam Raisa dan membawanya masuk ke mobil. Segera mobil itu di lajukan.


Raisa berusaha meronta dan berteriak minta tolong. Di dalam ia di himpit oleh dua pria itu sehingga ia tak bisa kabur. Raisa melihat seorang laki-laki yang tidak asing sedang duduk di samping pria yang sedang mengendarai mobil.


"Sekretaris Li?"


"Selamat malam nona."


"Apa-apaan ini? Apa yang kau lakukan?"


"Ini perintah tuan muda. Aku hanya menjalankan perintahnya saja."


"Apa! Kenapa tuan melakukan ini? Aku mau di bawa kemana?"


"Tentu saja ke rumah tuan muda nona. Dia sudah menunggumu."


"Dasar gila! Aku mau turun! Turunkan aku!"


"Percuma nona berteriak."


"Turunkan aku!"


Sekretaris Li bergeming. Akhirnya setelah cukup lama di perjalanan mereka pun sampai di kediaman Nicholas. Dua pria tadi membawa Raisa masuk ke dalam rumah, di ikuti oleh sekretaris Li. Setelah Raisa masuk kedalam, dua pria itu bergegas pergi.


"Kerja bagus, Li."


"Kalau begitu saya undur diri tuan muda." Li membungkuk hormat kemudian ia pergi dan menghilang dari balik pintu yang tertutup

__ADS_1


Nicho segera menangkap tangan Raisa yang hendak melarikan diri.


"Mau kemana kamu?"


"Lepaskan! Apa yang kamu lakukan?"


"Tidak. Aku tidak akan melepaskanmu lagi."


"Kumohon lepaskan aku! Kenapa kamu menyuruh mereka membawaku kesini!"


"Tentu saja, untuk menculikmu."


"Apa! Kamu sudah gila!"


"Iya, aku sudah gila. Kamu membuat aku gila."


"Kumohon tuan, lepaskan."


"Diam. Kalau masih saja protes aku akan menciummu."


"Tuan, kenapa kau seperti ini."


"Kenapa? Itu salahmu sendiri karena menolakku. Apalagi kamu malah bekerja dengan si bedebah itu. Kamu tidak tahu betapa sakitnya perasaanku."


"Tuan, ehm.."


Nicho membungkam Raisa dengan mengecup bibirnya dan ******* mulutnya dengan lembut.

__ADS_1


"Ehmm."


Raisa mencoba untuk meronta, tapi Nicho menahan kedua tangannya. Membuat gadis itu tak mampu bergerak.


Nicho masih menyusuri bibir Raisa, kemudian setelah cukup lama ia mengakhiri dengan kecupan di bibirnya.


"Dasar laki-laki gila!" bentak Raisa dengan nafas tersengal-sengal


"Terserah kamu mau bilang apa, aku tidak peduli. Dan jangan harap kamu bisa pergi dari rumah ini."


"Kumohon lepaskan aku tuan. Masih banyak wanita di luar sana, bukankah kau bisa mendapatkan wanita manapun yang kau inginkan. Bila di bandingkan mereka aku hanya.."


"Kamu berbeda. Hanya kamu yang membuatku tertarik. Aku belum pernah merasakan perasaan ini pada wanita manapun. Sejak aku remaja sampai di usiaku sekarang yang ke 25 tahun. Cuma kamu yang bisa meluluhkan hatiku."


"Tapi aku.."


"Cukup. Aku tidak mau dengar penolakanmu lagi. Sudah malam, tidurlah."


"Bagaimana aku bisa tidur, ini kan kamarmu."


"Lalu kenapa? Malam ini aku tidak tidur di sini. Kebetulan sekali pekerjaanku menumpuk gara-gara memikirkanmu. Aku harus selesaikan pekerjaanku sekarang. Selamat malam."


Nicho beranjak dari tempat tidur, ia keluar dari kamarnya dan segera mengunci pintu. Raisa berusaha keluar tapi pintu terkunci.


"Hei buka pintunya laki-laki brengs*k! Buka pintunya!"


Sekarang aku harus bagaimana? Loh, dimana tas ku?

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa like & komen ya 😄


__ADS_2