Jadi Pelayan Tuan Muda

Jadi Pelayan Tuan Muda
Jangan Menangis


__ADS_3

Raisa tiba di rumahnya, setelah itu supir Nicho langsung kembali. Di ruang tamu, ayah dan ibu tirinya sedang berbincang menunggu kepulangannya. Saat Raisa masuk, ayahnya langsung berdiri dari duduk dan menarik tangannya untuk duduk di kursi.


"Bagaimana? apa dia menyukaimu?"


Hanya itu yang ayah tanyakan


sedikitpun ayah tidak memikirkan perasaanku


"Kamu tidak membuat masalah kan?" tanya ibu tirinya.


"Semua berjalan sesuai keinginan kalian, aku sangat lelah."


"Iya-iya, sana istirahatlah." jawab ayah Raisa


Kedua orang tuanya tak peduli ada air mata yang jatuh di pelupuk mata putri mereka saat berjalan menaiki tangga.


Begitu masuk kamarnya, Raisa melempar tasnya ke tempat tidur.


Dia berjalan ke arah cermin, memandang dirinya yang sangat menyedihkan. Dia tak habis pikir ayahnya bisa setega ini terhadapnya.


Sementara, Steve sedang menghabiskan waktu bersama kekasihnya di tempat karaoke.


Laura : "Steve, mau sampai kapan kita begini? Kapan kamu melamarku?"


Steve : "Laura, aku belum siap."


Laura : "Dari dulu itu yang selalu kamu katakan."


Steve diam sesaat


Laura : "Apa jangan-jangan.."

__ADS_1


Steve kembali menatap Laura


Laura : "Kamu punya wanita lain."


Steve : "Laura, kamu.."


Laura : "Mungkin saja kan. Aku rasa kamu selalu menghindar setiap kali aku membahas ini."


Steve : "Kamu tahu sendiri kan, perusahaan ayahku hampir saja bangkrut."


Laura : "Memang apa hubungannya denganmu? Toh, kamu punya perusahaan sendiri. Kamu pasti hanya mencari alasan."


Steve : "Aku harus pulang."


Steve berdiri dari duduknya, Laura juga ikut berdiri.


Laura : "Bagaimana kalau kamu menginap di rumahku malam ini?"


Laura memutar bola matanya malas.


"Terserah! aku pulang sendiri naik taksi."


Laura berjalan cepat meninggalkan Steve disana, Steve pun bergegas pulang.


***


Sesampai dirumah, Steve segera menuju kamarnya. Saat menaiki tangga dia mendengar suara tangisan dari kamar adiknya. Lalu Steve membuka pintunya sedikit, dia mengintip Raisa yang saat ini duduk bersandar di almari sambil menekuk lututnya dan menangis. Steve pun masuk dan memeluknya.


Steve : "Kamu kenapa? kenapa kamu menangis? Apa ada yang menyakitimu?"


Raisa : "Aku tidak apa-apa kak."

__ADS_1


Steve : "Apa majikanmu yang membuatmu menangis? Apa dia berbuat kurang ajar padamu?"


Raisa : "Tidak kak, dia sangat baik."


Steve : "Benarkah? Kalau begitu kenapa kamu menangis?"


Aku tidak mau membuat kakak khawatir, maaf kak aku terpaksa berbohong.


Steve : "Ya sudah, tidak apa kalau kamu tidak mau cerita. Tapi bukankah aku sudah bilang, kalau ada apa-apa hubungi aku. Setidaknya aku bisa menghiburmu kan kalau kamu sedih."


Raisa : "Aku tidak mau membuat kakak cemas."


Steve : "Tapi dengan seperti ini kamu justru membuatku cemas. Sudah, jangan menangis lagi. Besok kamu harus bekerja kan? kalau kamu menangis semalaman, kedua matamu bisa bengkak."


Steve menghapus air mata Raisa dengan kedua tangannya, lalu memintanya untuk segera berbaring di tempat tidur.


"Sekarang tidurlah, aku akan menjagamu sampai kamu terlelap."


Raisa menarik tangan kakaknya dan menggenggamnya dengan erat.


Steve membelai lembut rambut adiknya sampai akhirnya dia tertidur.


"Selamat malam Raisa, semoga mimpi indah."


Steve mencium kening Raisa, lalu menarik tangannya dari genggamannya.


Kemudian dia keluar dari kamar Raisa, dari ambang pintu dia kembali memandang Raisa yang sudah terlelap.


Bersambung


Jangan lupa like & komen ya😉

__ADS_1


__ADS_2