
Hari ini, hari pertama Raisa bekerja. Ia belum tahu apa pekerjaan yang akan di berikan padanya. Selesai sarapan, ia segera bergegas untuk pergi ke restoran. Ia menyusuri jalanan ibu kota yang mulai ramai oleh kendaraan. Raisa sampai di restoran Perancis, sepertinya restoran itu baru di buka.
"Hai, apa kamu pekerja baru disini?" tanya seorang pria yang memakai celemek. Raisa mengangguk "Aku Bastian, chef disini, siapa namamu?" tanya pria tersebut, ia mengulurkan tangannya ingin berkenalan.
Raisa menyambut tangan Bastian, ia harus memberikan kesan baik di hari pertamanya. "Aku Raisa, senang bertemu denganmu."
"Hmm, apa kamu ingin mencari manager?" tanya Bastian
Raisa mengangguk. "Aku belum menanyakan pekerjaanku."
"Ya sudah, temui manager terlebih dahulu. Semoga kamu di tempatkan di dapur dan dekat denganku." tersenyum lebar
Raisa membalas senyuman pria itu dengan senyum tipis. "Ya, semoga saja."
Setelah mengatakan itu Raisa meninggalkan Bas untuk menemui Jimmy, sang manager. Ia memasuki sebuah ruangan dimana kemarin ia masuki.
__ADS_1
Setelah itu seorang kawan langsung memintanya untuk segera berganti pakaian. Nampak beberapa pelanggan mengantri untuk mendapatkan pesanan mereka.
Raisa memakai tag bertuliskan trainee. Tiga hari ia belajar mengenai restoran, menu makanan, pelayanan ke pelanggan, serta seluk beluknya. Dengan singkatnya waktu belajar, bisa dikatakan Raisa karbitan. Raisa akan bekerja enam hari, tujuh jam tiap harinya. Minggu pertama shift pagi, minggu kedua shift sore, begitu seterusnya. Dia punya satu hari libur dan itu bisa di ambil di hari yang di pilih sesuai perjanjian awal.
"Fyuuuhhh!"
Raisa menghembuskan nafas lelah, karena telah kesana kemari menghantar pesanan. Ia diterima menjadi seorang waitress di restoran besar tersebut. Dan menghantar pesanan pelanggan cukup melelahkan untuk Raisa, apalagi kakinya saat ini terasa bengkak, karena belum merasakan tempat duduk.
"Raisa! Meja nomor empat belas!" teriak Selly sembari berjalan ke arah dapur
Malam harinya Raisa harus mengoleskan balsem ke tubuhnya karena pegal-pegal. Begini akibatnya kalau jarang olahraga.
"Sepertinya memang perlu mengaktifkan tubuh lagi deh." gumamnya
Setiap habis fajar Raisa berencana keluar untuk joging di sekitar rumah. Tiba-tiba ponselnya berdering. Saat dia lihat ternyata temannya yang menelfon.
Selly : "Hallo Raisa. Bagaimana rasanya di hari pertama?"
__ADS_1
Raisa : "Aku sangat syok. Hampir tidak ada hentinya pelanggan datang, apalagi saat jam makan. Perasaan kayak acara mantu saja."
Selly : "Haha. Ya begitulah, restoran tempat kita bekerja sangat besar dan hampir setiap hari di kunjungi oleh pelanggan."
Raisa : "Iya Selly. Tapi aku senang karena aku ada kegiatan sekarang. Aku sudah menghabiskan waktu di rumah terus sejak aku lulus SMA. Bahkan aku tidak punya kesempatan untuk kuliah."
Selly : "Lalu kamu sedang apa sekarang?"
Raisa : "Aku baru mengoles balsem ke tubuhku."
Selly : "Ya sudah. Kalau begitu istirahatlah."
Raisa : "Ok. Bye."
Sementara itu Nicho menghabiskan waktu di club malam. Nicho tidak suka disentuh oleh para wanita yang menemaninya. Wanita yang menghiburnya hanya bisa duduk di sampingnya, mengambilkan minumannya, dan menemaninya tertawa. Mereka menatap lembut pria yang di inginkan semua wanita ini. Mereka ingin menyentuhnya, ingin mencium bibirnya. Tapi mereka tidak punya keberanian, mereka hanya bisa memandang keindahan di depan mereka.
Bersambung
__ADS_1