
Dentuman musik remix berbaur dalam hingar bingar keramaian, tidak ada yang namanya kesunyian di tempat ini, jarang pula orang menggunakan otaknya disini, kecuali saat mereka ingin memikat lawan jenis untuk rekan ranjang satu malam ataupun menggunakan logika mereka saat berhadapan dengan nyonya rumah bordil untuk melakukan tawar menawar harga untuk para gadis yang menggugah minat mereka.
Gadis itu duduk memperhatikan keadaan sekitar sembari menyesap wine dari tangan kirinya dan menyesap pipa hookah dengan bibir merekahnya. Matanya memejam saat melepaskan asap, sudut bibirnya tertarik seraya tersenyum puas.
"Persiapkan dirimu, pukul delapan malam supir akan menjemputmu. Seorang pengusaha ternama memesanmu untuk menghabiskan malam bersamanya. Tolong beri pelayanan terbaik, okey." wanita cantik bergelar madam disini tersenyum menyodorkan kotak gaun dan mengedipkan matanya di akhir kalimat.
***
Sebuah mobil mewah datang memasuki halaman rumah bordil berbintang lima itu dengan membawa kesan elegan yang berbeda. Semua mata wanita pemuja kekayaan yang semu disana, lantas menunjukkan rasa lapar.
Marisa tersenyum senang menatap pantulan bayangannya di cermin, tidak pernah jauh dari kata cantik nan elegan. Dirinya terlahir dengan pahatan Tuhan yang begitu sempurna dan ia sangat bersyukur akan berkah luar biasa ini. Lipstik merah, riasan mata yang misterius nan menggoda, dress pendek selutut berwarna merah membuat kulit putihnya bersinar terang, bahkan rona peach pada kulit pipinya membuat pemerah pipi yang ia kenakan semakin menyala. Dirinya siap untuk mengikat hidung belang dengan pesonanya yang kuat.
"Marisa, apa kamu sudah siap? Jemputanmu sudah datang!" seruan wanita itu membuat mata sinisnya muncul ke permukaan.
"Aku keluar sekarang!" teriak Marisa berdiri dari meja rias
__ADS_1
Berjalan dengan penuh keanggunan dan percaya diri, mengangkat dagunya saat seorang pria dengan seragam supir membungkukkan tubuhnya sopan.
"Tuan William sudah menunggu di mobil, silahkan ikuti saya nona."
Marisa menganggukkan kepalanya.
Saat kakinya hendak melangkah, wanita itu mencekal tangannya dan menyelipkan sesuatu yang sangat Marisa ketahui itu apa.
"Di impor langsung dari Jepang, sangat tipis dan lembut seperti kulit asli. Kalian pasti akan menyukainya, selamat menikmati malam indah kalian." wanita itu berkedip nakal, Marisa hanya tersenyum samar.
Tersenyum sinis, Marisa memasuki mobil mewah itu dan disambut oleh seorang pria sombong dengan kacamata hitam yang ia kenakan.
"Apakah kamu terkejut dengan kemewahan ini cantik?" tanya pria itu membenarkan posisi duduknya
"Aku sudah terbiasa dengan semua ini." Marisa pun duduk sembari menghela ujung rambut bergelombangnya yang sedikit menjuntai mengenai wajahnya.
__ADS_1
"Aku sangat suka wanita dingin sepertimu, aura intimidasimu membuatku ingin bertekuk lutut." goda pria kaya itu menggerakkan jemarinya menelusuri kulit bahu telanjang Marisa hingga ke lengan gadis itu.
"Dan aku sangat menyukai pria sombong bermulut besar, mereka sangat suka mengobral janji kepada gadis polos dan mengoral gadis j*lang sepertiku." ucap Marisa sarkas
Berdecak kagum. "Kamu sangat tahu aku sangat ahli saat mengoral sepertinya.." jeda sejenak, mencondongkan tubuhnya, Marisa dapat merasakan bibir hangat itu sedikit menyentuh daun telinganya.
"Aku bisa membuatmu menggelinjang hingga bola matamu menjadi putih semua." bisik pria itu berakhir menggigit daun telinganya.
Mobil mewah itu berakhir memasuki basement parkir hotel berbintang lima tersebut. Pria itu tersenyum penuh arti padanya saat mobil benar-benar berhenti mengulurkan punggung tangannya mengusap lekuk wajah Marisa dengan lembut.
"Bersikaplah dengan baik malam ini."
"Aku bersama pria terhormat seperti anda tuan, apalagi yang bisa ku lakukan selain bersikap seperti anjing jinak yang disayang?" tanya Marisa mengusap paha pria itu lembut
"Aku sudah tidak sabar untuk menunggu." pria itu melepas kacamatanya
__ADS_1
Bersambung