Jadi Pelayan Tuan Muda

Jadi Pelayan Tuan Muda
Demi Buah Hati


__ADS_3

Sedingin-dinginnya seorang lelaki pada akhirnya akan luluh oleh seorang wanita yang dicintai. Begitulah Nicholas William. Di masa sekolah dan dalam dunia bisnis hampir semuanya merasa takut dan segan padanya. Namun setelah bertemu dengan Raisa yang usianya lima tahun lebih muda darinya membuat dia tak berdaya. Apalagi sejak dia tahu orang yang dicintainya sedang mengandung anak dari dirinya membuat pikirannya tidak tenang. Dia ingin melindungi dan menjaga istri dan anaknya agar baik-baik saja.


-


Pagi setelah malam itu


Nicho merapikan dasinya, sekarang dia sudah siap dan akan berangkat ke kantor. Terlebih dahulu dia menyapa Raisa didalam kamar.


"Istriku..."


Nicho melingkarkan lengannya di perut Raisa sambil mengecup pipinya.


"Nanti sore kita ke dokter kandungan ya? Kamu harus diperiksa, apalagi kemarin kamu pergi dari rumah. Aku takut kamu kenapa-napa."


"Iya sayang, sekalian aku ingin ke mall. Beli baju untuk ibu hamil."


"Ok, nanti kita pergi bersama-sama. Sekalian saja kita mengunjungi ayah. Sudah lama aku tidak bertemu ayah."


Tiba-tiba Raisa murung.


"Hei.." Nicho memutar badan Raisa agar menghadap ke arahnya.


"Ada apa sayang? Kenapa tiba-tiba kamu sedih?"


"Selama ini aku berpikir, apa ayah tidak menyukaiku."


"Dari dulu sikap ayah memang begitu sayang, tidak apa-apa."


"Tapi.."


Nicho menangkup pipi Raisa.


"Jangan khawatir, ada aku bersamamu."

__ADS_1


Raisa tersenyum.


"Iya sayang."


Raisa memeluk Nicho erat.


Setelah itu mereka sarapan di meja makan.


"Sayang, diminum ya. Aku sudah menyiapkan susu untukmu. Susu ini bagus untuk ibu hamil."


"Kamu kan tahu aku tidak suka minum susu."


"Tapi mulai sekarang kamu harus melakukannya sayang. Ini demi buah hati kita."


"Iya." Raisa tampak cemberut.


"Kumpulkan semua pelayan dan pengawal! perintah Nicho kepada kepala pelayan. Nicho bersama Raisa ke depan rumah, Nicho berdiri sambil merangkul pundak Raisa. Nampak para pelayan dan pengawal berkumpul.


"Dengarkan aku! Mulai hari ini kalian semua bertanggung jawab atas keselamatan istriku! Aku tidak ingin mendengar kabar buruk sedikitpun tentang istriku. Kalian paham?!"


Tak lama kemudian mobil sekretaris Li datang menjemput. Ada kalanya Nicho ingin berangkat ke kantor bersama sekretaris Li.


Li turun dari mobil dan menunduk hormat pada Nicho dan juga Raisa.


"Sayang, aku berangkat ya. Kalau mau pergi kemana-mana jangan sendirian. Setidaknya kamu harus ditemani oleh satu atau dua pengawal."


"Iya sayang."


Nicho mengecup puncak kepala Raisa.


"Daahhhh"


***

__ADS_1


Selama di rumah, Raisa mencari informasi tentang kehamilan di internet. Hal-hal yang harus di perhatikan seperti menjaga pola hidup sehat dan makanan yang harus dihindari.


Siang berganti sore, mobil sekretaris Li sampai di halaman. Nicho menanyakan sesuatu pada sahabat kecilnya itu sebelum masuk ke rumah.


"Li, sebenarnya ada yang ingin ku tanyakan. Dan itu membuat aku penasaran sejak lama."


"Apa itu tuan muda?"


"Apa kau belum punya pacar sampai sekarang?"


"Itu.. sebenarnya ada wanita yang ku sukai."


"Siapa?"


"Dia seorang dosen."


"Dosen? Lalu?"


"Kami akan merencanakan pernikahan kami tahun depan."


"Wah, selamat Lionel. Selama ini aku penasaran, tipe wanita yang kau suka itu bagaimana? Tapi aku merasa tidak enak mau bertanya."


Tiba-tiba Li terdiam.


"Suamiku, kamu sudah pulang?" Raisa menyambut dari ambang pintu


"Istriku.." Nicho mengecup kening Raisa kemudian tersenyum pada Li dan masuk kedalam.


-


-


"Tipe wanita yang kusukai, adalah istrimu. Dulu aku sempat menyukainya, saat dia memintaku jadi pacarnya. Sungguh wanita yang unik."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2